Update Tarif Listrik Januari 2026 Tetap, Konsumen Tidak Perlu Khawatir

Kamis, 08 Januari 2026 | 12:09:09 WIB
Update Tarif Listrik Januari 2026 Tetap, Konsumen Tidak Perlu Khawatir

JAKARTA - Pemerintah memastikan tarif listrik PLN pada triwulan pertama 2026 tidak mengalami kenaikan. 

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh golongan pelanggan non-subsidi dan bersubsidi. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Keputusan tarif tetap merupakan hasil perhitungan berdasarkan berbagai parameter ekonomi makro. Faktor-faktor tersebut mencakup nilai tukar rupiah, harga minyak global, inflasi, dan harga batubara acuan. Meskipun secara formula tarif berpotensi naik, pemerintah memilih mempertahankan angka yang sama untuk melindungi masyarakat.

Kebijakan tarif listrik yang stabil juga berdampak positif pada pelaku usaha. UMKM dan perusahaan dapat merencanakan pengeluaran energi tanpa khawatir kenaikan biaya. Hal ini diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar di awal tahun.

Perlindungan bagi Pelanggan Non-Subsidi dan Subsidi

Pelanggan non-subsidi tetap menikmati tarif listrik sesuai ketentuan sebelumnya. Sementara itu, pelanggan bersubsidi juga tidak mengalami perubahan tarif. Dengan demikian, semua golongan masyarakat memperoleh kepastian dalam penggunaan energi listrik.

Pemerintah menegaskan pemberian subsidi listrik tetap berjalan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat. Subsidi ini juga menjadi instrumen stabilisasi ekonomi nasional. Langkah tersebut menunjukkan komitmen untuk memberikan perlindungan bagi warga yang membutuhkan.

Selain itu, tarif listrik tetap memudahkan masyarakat dalam mengelola anggaran rumah tangga. Kepastian biaya listrik memungkinkan perencanaan keuangan lebih terukur. Semua pihak dapat menggunakan listrik secara bijak dan efisien.

Ketersediaan Pasokan Listrik dan Keandalan PLN

Pemerintah meminta PLN menjaga pasokan listrik tetap andal sepanjang triwulan I 2026. Kualitas pelayanan juga terus ditingkatkan untuk memastikan energi tersedia aman dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional.

PLN menegaskan kesiapan armada kelistrikan dan sistem distribusi untuk menghadapi permintaan tinggi. Optimalisasi operasional dilakukan agar pasokan tidak terganggu. Perusahaan juga mengedepankan efisiensi agar layanan tetap andal bagi semua pelanggan.

Direktur Utama PLN menambahkan, tarif listrik yang stabil memberikan kepastian bagi rumah tangga dan pelaku usaha. Kestabilan ini membantu masyarakat dan UMKM merencanakan pengeluaran. Dengan pasokan listrik yang aman, aktivitas sehari-hari dapat berjalan lancar.

Rincian Tarif Listrik PLN Januari 2026

Tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga non-subsidi tetap sesuai golongan daya. Pelanggan 900 VA membayar Rp 1.352 per kWh, sedangkan golongan 1.300–2.200 VA Rp 1.444,70 per kWh. Sementara itu, pelanggan 3.500 VA ke atas dikenakan tarif Rp 1.699,53 per kWh.

Pelanggan bisnis dan pemerintah juga menikmati tarif listrik stabil. Golongan B-2/TR (6.600 VA–200 kVA) membayar Rp 1.444,70 per kWh. Sementara P-1/TR dan P-3/TR dikenakan Rp 1.699,53 per kWh, sesuai kapasitas dan kebutuhan masing-masing.

Tarif listrik bersubsidi juga tidak berubah, mencakup rumah tangga 450 VA Rp 415 per kWh, rumah tangga 900 VA bersubsidi Rp 605 per kWh, serta RTM 900 VA Rp 1.352 per kWh. Kepastian tarif ini memudahkan pelanggan menyesuaikan penggunaan listrik dan mengontrol pengeluaran bulanan.

Optimisme dan Ajakan Penggunaan Listrik Bijak

Pemerintah mengajak masyarakat memanfaatkan energi listrik secara bijak untuk mendukung ketahanan energi nasional. Penggunaan yang efisien akan menjaga keberlanjutan pasokan dan mengurangi pemborosan. Hal ini penting untuk mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

PLN menegaskan kualitas pelayanan tetap ditingkatkan seiring pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur. Langkah ini memastikan listrik tersedia aman, andal, dan berkelanjutan. Pelanggan pun dapat menikmati layanan yang nyaman dan efisien sepanjang tahun.

Dengan tarif yang tetap dan pasokan yang andal, masyarakat serta pelaku usaha memiliki kepastian biaya. Hal ini membantu perencanaan keuangan rumah tangga dan operasional bisnis. Langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil di awal 2026.

Terkini