JAKARTA - Dinamika harga kebutuhan pokok di pasar domestik terus menunjukkan pergerakan yang fluktuatif di pertengahan Februari 2026.
Berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, sejumlah komoditas pangan utama mengalami penyesuaian harga yang cukup signifikan, di mana cabai rawit merah dan telur ayam ras menjadi dua komoditas yang paling disorot oleh masyarakat. Pergerakan harga ini menjadi indikator penting bagi konsumen dan pelaku usaha untuk mengatur strategi belanja di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Pemantauan harga yang dilakukan secara berkala melalui platform PIHPS bertujuan untuk memberikan transparansi kepada publik mengenai kondisi inflasi pangan di tingkat pedagang eceran. Dengan mengetahui tren harga terkini, diharapkan masyarakat dapat melakukan antisipasi terhadap potensi kenaikan biaya hidup, sementara pemerintah dapat mengambil langkah kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan pangan nasional.
Lonjakan Harga Cabai Rawit Merah Menembus Angka Delapan Puluh Ribu
Komoditas cabai rawit merah kembali mencatatkan kenaikan harga yang cukup tajam di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data PIHPS per hari ini, rata-rata nasional harga cabai rawit merah telah menyentuh angka Rp89.350 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari faktor cuaca yang memengaruhi produktivitas di tingkat petani hingga kendala distribusi di beberapa jalur logistik utama. Tingginya harga cabai ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi industri kuliner dan rumah tangga yang sangat bergantung pada komoditas pedas ini.
Selain cabai rawit merah, beberapa varian cabai lainnya juga terpantau merangkak naik. Cabai merah keriting dan cabai merah besar berada dalam tren yang searah, meskipun kenaikannya tidak se-ekstrem varian rawit merah. Para pedagang di pasar tradisional melaporkan bahwa pasokan dari daerah penghasil cenderung menurun, sehingga mereka terpaksa menyesuaikan harga jual di tingkat eceran guna menutupi biaya pengadaan yang semakin tinggi.
Update Harga Telur Ayam Ras dan Komoditas Protein Hewani
Sektor protein hewani juga tidak luput dari pergerakan harga. Telur ayam ras, yang merupakan sumber protein paling populer bagi masyarakat, kini dibanderol rata-rata Rp32.450 per kilogram di tingkat nasional. Angka ini menunjukkan adanya tren penguatan harga dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan harga telur sering kali dikaitkan dengan fluktuasi harga pakan ternak serta biaya operasional di tingkat peternak yang mengalami penyesuaian di awal tahun 2026 ini.
Sementara itu, untuk komoditas daging ayam ras, harga terpantau relatif stabil namun tetap berada di level yang cukup tinggi di beberapa daerah. Stabilitas harga pada sektor ini sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok dari produsen ke pasar-pasar induk. Pemerintah terus mengupayakan agar stok telur dan daging ayam tetap mencukupi guna menghindari lonjakan harga yang lebih ekstrem menjelang periode permintaan tinggi di masa mendatang.
Rincian Harga Sembako Lainnya di Pasar Tradisional Seluruh Indonesia
Selain cabai dan telur, PIHPS juga merilis daftar harga untuk komoditas strategis lainnya yang menjadi kebutuhan harian masyarakat. Berikut adalah rincian rata-rata harga beberapa bahan pokok per 18 Februari 2026:
Beras Kualitas Medium: Mengalami stabilitas di kisaran harga yang terkendali sesuai dengan kebijakan harga eceran tertinggi di beberapa wilayah.
Minyak Goreng Curah & Kemasan: Terpantau berada pada level harga yang konsisten, berkat pengawasan distribusi yang ketat dari pihak terkait.
Gula Pasir Lokal: Mengalami penyesuaian tipis namun tetap terjangkau bagi daya beli masyarakat luas.
Bawang Merah & Bawang Putih: Menunjukkan tren harga yang stabil dengan ketersediaan stok yang mencukupi di gudang-gudang distributor utama.
Informasi harga ini dikumpulkan dari berbagai pasar tradisional di seluruh provinsi di Indonesia, sehingga memberikan gambaran yang representatif mengenai kondisi harga pangan secara nasional. Adanya disparitas harga antarwilayah masih ditemukan, terutama di daerah yang memiliki tantangan geografis dalam hal distribusi barang dari pusat produksi.
Langkah Strategis Menjaga Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga Nasional
Menanggapi fluktuasi harga pada komoditas seperti cabai dan telur ayam, pemerintah melalui instansi terkait terus melakukan pemantauan ketat di lapangan. Upaya sinkronisasi data melalui PIHPS menjadi basis penting dalam pengambilan keputusan, seperti pelaksanaan operasi pasar atau percepatan distribusi pasokan dari daerah surplus ke daerah yang mengalami defisit. Keberlanjutan rantai pasok energi dan pangan menjadi prioritas utama guna memastikan tidak terjadi kelangkaan barang yang dapat memicu kepanikan di tingkat konsumen.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan bijak dalam melakukan konsumsi. Penggunaan aplikasi pemantau harga seperti PIHPS sangat disarankan agar konsumen dapat memilih pasar dengan harga yang paling kompetitif. Di sisi lain, para pelaku usaha diharapkan tidak melakukan penimbunan stok yang dapat memperburuk kondisi harga di pasar. Dengan kerja sama antara pemerintah, produsen, dan konsumen, diharapkan stabilitas harga pangan di Indonesia dapat terus terjaga meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi global yang fluktuatif di tahun 2026 ini.