BTN Catat Sejarah Panjang Menyalurkan Jutaan KPR Subsidi dan Non-Subsidi untuk Indonesia

Rabu, 18 Februari 2026 | 09:08:05 WIB
BTN Catat Sejarah Panjang Menyalurkan Jutaan KPR Subsidi dan Non-Subsidi untuk Indonesia

JAKARTA - Sejak berdiri pada 9 Februari 1950, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menjadi tulang punggung pembiayaan perumahan nasional. Peran strategis BTN semakin menonjol ketika menyalurkan KPR pertama di Indonesia pada 1976.

Rekam Jejak Penyaluran KPR BTN

Hingga Desember 2025, BTN telah menyalurkan 5,97 juta unit kredit perumahan dengan total nilai Rp555,11 triliun. Mayoritas penyaluran berada di segmen KPR subsidi yang mencapai 4,4 juta unit senilai Rp300,99 triliun.

Rinciannya, KPR subsidi konvensional berjumlah 4,06 juta unit dengan plafon Rp258,27 triliun. Sementara KPR subsidi syariah mencapai 338.097 unit senilai Rp42,72 triliun.

Segmen nonsubsidi mencatat 1,3 juta unit rumah dengan total nilai Rp218,57 triliun. KPR nonsubsidi konvensional terdiri atas 1,18 juta unit senilai Rp191,46 triliun, sedangkan nonsubsidi syariah 125.410 unit dengan nilai Rp27,1 triliun.

Selain KPR, BTN menyediakan Kredit Agunan Rumah (KAR) dan Kredit Bangun Rumah (KBR). Total penyaluran kedua produk ini mencapai 262.876 unit dengan nilai Rp35,5 triliun.

Peran Strategis BTN bagi Masyarakat dan Pengembang

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa pembiayaan perumahan telah menjadi DNA perusahaan. “Sejak KPR pertama pada 1976, pembiayaan perumahan menjadi identitas BTN,” ujarnya.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Joko Suranto menilai BTN telah menjadi pilar utama pembiayaan perumahan nasional. Selama 76 tahun, BTN konsisten membantu masyarakat dan pengembang mewujudkan hunian impian.

Joko menambahkan bahwa dukungan BTN menjaga ekosistem sektor properti tetap bergerak. Pembiayaan yang berkelanjutan juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Transformasi layanan BTN turut diapresiasi. Langkah perbaikan kualitas layanan diharapkan memperkuat peran BTN dan kontribusinya bagi pembangunan nasional.

Apresiasi dan Dukungan dari Asosiasi Pengembang

Ketua Umum Apersi, Junaidi Abdillah, menekankan peran BTN dalam mendukung program 3 juta rumah pemerintah. Mayoritas pembiayaan rumah subsidi bergantung pada BTN, baik untuk konsumen maupun pengembang.

“Perbankan memiliki peran vital, bukan sekadar menyediakan pembiayaan, tapi juga menjaga arus kas pengembang agar usaha berkelanjutan,” jelas Junaidi.

REI dan Apersi sama-sama memberikan apresiasi atas perjalanan panjang BTN. Kedua asosiasi berharap BTN terus menguat dan mendukung penyediaan rumah bagi rakyat Indonesia.

Kontribusi BTN dalam Pembangunan Hunian Nasional

Sejak KPR pertama pada 1976, BTN telah membuktikan konsistensi dalam menyediakan pembiayaan perumahan. Penyaluran yang meliputi subsidi dan nonsubsidi memperlihatkan cakupan luas bank ini terhadap kebutuhan masyarakat.

Keberhasilan BTN tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pengembang dan sektor properti. Dukungan berkelanjutan menjaga industri tetap stabil dan menumbuhkan ekonomi lokal.

KPR subsidi BTN mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah memiliki hunian. Sementara KPR nonsubsidi memberikan alternatif bagi masyarakat menengah yang ingin memiliki rumah pribadi.

Produk tambahan seperti KAR dan KBR semakin memperluas akses kepemilikan rumah. Program ini memungkinkan masyarakat membangun atau merenovasi rumah dengan dukungan pembiayaan dari BTN.

Dalam perjalanan 76 tahun, BTN berhasil menyeimbangkan pelayanan bagi konsumen dan pengembang. Bank ini menjadi penggerak penting dalam penyediaan hunian yang terjangkau dan berkualitas.

Ke depan, BTN diproyeksikan tetap menjadi bank andalan di sektor perumahan nasional. Transformasi layanan dan inovasi produk diharapkan semakin mendukung tercapainya target hunian dan pertumbuhan properti.

Kinerja BTN menjadi cerminan komitmen jangka panjang dalam membangun hunian untuk seluruh lapisan masyarakat. Kontribusi ini sekaligus memperkuat fondasi ekonomi dan pembangunan nasional.

Terkini