Reformasi Perdagangan Ambisius Bisa Dorong PDB Indonesia Naik Hingga 4,1 Persen Tahun 2045

Rabu, 18 Februari 2026 | 09:59:52 WIB
Reformasi Perdagangan Ambisius Bisa Dorong PDB Indonesia Naik Hingga 4,1 Persen Tahun 2045

JAKARTA - Indonesia berpotensi meraih lonjakan pertumbuhan ekonomi signifikan apabila melakukan liberalisasi perdagangan yang ambisius. Temuan ini disampaikan oleh International Monetary Fund (IMF) dalam laporan terbaru Februari 2026.

Integrasi Perdagangan Kunci Capai Target Negara Maju

IMF menekankan bahwa memperdalam integrasi perdagangan dengan mitra regional dan global menjadi strategi penting. Langkah ini dianggap krusial untuk mewujudkan target Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi pada 2045.

Namun, kontribusi ekspor neto terhadap PDB dalam beberapa tahun terakhir masih relatif terbatas. Dengan demikian, ruang untuk reformasi perdagangan masih sangat terbuka.

Hambatan Non-Tarif Masih Menjadi Tantangan

IMF mencatat hambatan non-tarif (NTBs) Indonesia relatif tinggi dibandingkan negara sejenis. Padahal, tarif impor telah menurun secara bertahap selama beberapa tahun terakhir.

Penghapusan NTBs utama, seperti inspeksi pra-pengapalan dan pembatasan pelabuhan masuk, berpotensi mendorong PDB hingga 5%. Simulasi World Bank 2023 menunjukkan penghapusan persetujuan impor dan persyaratan sertifikasi nasional juga memberikan dampak positif signifikan.

Penurunan NTBs secara unilateral, tanpa menunggu timbal balik dari mitra dagang, sudah mampu meningkatkan efisiensi ekonomi domestik. Hal ini akan mempermudah akses input antara yang lebih murah sekaligus mendorong realokasi sumber daya ke sektor dengan keunggulan komparatif.

Perluas Perjanjian Dagang dengan Mitra Strategis

Selain reformasi domestik, IMF mendorong Indonesia memperdalam perjanjian dagang dengan mitra utama. Mitra yang disarankan antara lain ASEAN, Uni Eropa, Amerika Serikat, China, India, dan negara maju Asia-Pasifik.

“Pengurangan hambatan non-tarif dari perjanjian ASEAN diperkirakan meningkatkan ekspor bilateral rata-rata sebesar 15,5% untuk barang dan 17,3% untuk jasa,” tulis IMF. Pendalaman perjanjian dagang diyakini akan mendorong akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia.

Skenario Reformasi Ambisius: PDB Naik 4,1%

IMF menyebut bahwa dalam skenario reformasi ambisius, PDB riil Indonesia bisa naik 4,1% dibanding baseline. Reformasi ini mencakup penurunan NTBs bilateral, peningkatan kualitas logistik, dan peningkatan modal manusia hingga level median OECD.

Peningkatan skor logistik dari persentil 25 ke 75 di negara emerging markets diperkirakan mendorong ekspor barang sekitar 13%. Sementara peningkatan kualitas modal manusia dari persentil 25 ke 75 EM berpotensi meningkatkan ekspor jasa modern seperti TI dan keuangan sekitar 9%.

Skenario ReformasiDampak terhadap PDBDampak Ekspor BarangDampak Ekspor Jasa
Penurunan NTBs Bilateral+1,8%+15,5%+17,3%
Peningkatan Logistik+1,0%+13%-
Peningkatan Modal Manusia+1,3%-+9%
Total Ambisius+4,1%--

Potensi Lebih Besar dari 4,1%

IMF menilai estimasi 4,1% masih konservatif. Model yang digunakan belum sepenuhnya menangkap dampak produktivitas dari arus investasi asing langsung (FDI) dan pendalaman integrasi rantai nilai global (GVC).

Jika struktur produksi Indonesia mendekati median ASEAN dalam penggunaan input antara, kenaikan PDB dari reformasi perdagangan bisa sekitar 40% lebih tinggi. Hal ini menunjukkan liberalisasi perdagangan yang ambisius bukan hanya mendorong pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga mempercepat transformasi ekonomi menuju daya saing global.

Dengan kata lain, fokus pada penghapusan NTBs, peningkatan logistik, dan modal manusia membuka peluang pertumbuhan jangka menengah hingga panjang. Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat posisi di pasar global sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat domestik.

Terkini