Menjelajahi Surga Rasa Kota Mochi Melalui Rekomendasi Kuliner Libur Imlek Sukabumi

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:15:23 WIB
Menjelajahi Surga Rasa Kota Mochi Melalui Rekomendasi Kuliner Libur Imlek Sukabumi

JAKARTA - Kota Sukabumi selalu punya cara tersendiri untuk memanjakan lidah para pelancong, terutama saat momen libur panjang seperti Tahun Baru Imlek 2026.

Di balik udaranya yang sejuk dan suasananya yang tenang, kota ini menyimpan kekayaan rasa yang tak pernah ada habisnya. Menjelajahi Sukabumi saat liburan bukan hanya soal menikmati pemandangan alam, melainkan sebuah petualangan gastronomi yang memadukan resep warisan leluhur dengan sentuhan kreativitas modern.

Bagi mereka yang memilih menghabiskan waktu di Sukabumi, keberagaman kuliner di sini menjadi daya tarik yang sulit untuk ditolak. Mulai dari kehangatan bubur di pagi hari hingga kenyalnya mochi sebagai buah tangan, setiap suapan di Sukabumi bercerita tentang tradisi dan keramahan warganya.

Perpaduan antara cita rasa lokal Sunda dengan pengaruh budaya Tionghoa di beberapa sudut kota menciptakan harmoni kuliner yang sangat pas dinikmati bersama keluarga tercinta di hari kemenangan tahun baru ini.

Sensasi Kehangatan Bubur Ayam Odeon dan Bunut yang Melegenda

Titik awal yang paling sempurna untuk memulai penjelajahan rasa di Sukabumi adalah dengan mencicipi semangkuk bubur ayam hangat. Nama Bubur Ayam Odeon sudah sangat melekat sebagai ikon kuliner di kawasan Pecinan Sukabumi.

Berbeda dengan bubur pada umumnya, Bubur Ayam Odeon dikenal karena penyajiannya yang unik dengan irisan daging ayam kampung yang gurih, emping renyah, dan tambahan sayur asin yang memberikan dimensi rasa berbeda. Lokasinya yang berada di sekitar kawasan historis membuatnya menjadi destinasi utama bagi keluarga yang merayakan Imlek.

Selain Odeon, Bubur Ayam Bunut Siliwangi juga tetap menjadi primadona yang tak pernah sepi peminat. Sejak era 1980-an, tempat ini telah bertransformasi menjadi pusat kuliner yang tidak hanya menyajikan bubur ayam dengan tekstur kental dan porsi melimpah, tetapi juga berbagai menu pendamping seperti nasi timbel dan sop buntut.

Menikmati sarapan di sini memberikan sensasi nostalgia sekaligus energi untuk melanjutkan perjalanan menyusuri sudut-sudut kota yang sedang meriah dengan ornamen lampion.

Mochi Lampion dan Deretan Jajanan Manis Penggugah Selera

Berbicara tentang Sukabumi tentu tidak lengkap tanpa menyebut Mochi Kaswari Lampion. Kedai mochi yang terletak di dalam gang legendaris ini selalu menjadi magnet utama bagi wisatawan. Tekstur mochi yang sangat lembut dengan pilihan isian yang beragam—mulai dari kacang tradisional hingga varian kekinian seperti durian dan keju—menjadikannya camilan yang wajib ada di meja saat berkumpul keluarga.

Keistimewaan mochi ini terletak pada resepnya yang dipertahankan secara turun-temurun, menjaga standar kualitas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Bagi penyuka jajanan manis lainnya, Sekoteng Singapore yang berada di pusat kota menawarkan kehangatan yang pas untuk menutup malam. Dengan isian yang komplit seperti kolang-kaling, kacang hijau, biskuit, dan kuah jahe yang kuat namun lembut di tenggorokan, minuman ini menjadi favorit warga lokal maupun turis. Tak jauh dari sana, Martabak Degung yang legendaris juga siap memanjakan lidah dengan adonan yang tebal, empuk, dan aroma mentega yang menggoda, menjadikannya pilihan kudapan malam yang sempurna selama libur panjang.

Eksplorasi Rasa Gurih di Pusat Jajanan Eks Terminal Sudirman

Salah satu fenomena kuliner menarik di Sukabumi tahun 2026 adalah transformasi kawasan eks Terminal Sudirman menjadi pusat UMKM yang semarak. Di sini, pengunjung bisa menemukan ratusan jenis makanan dalam satu lokasi.

Mulai dari Mie Kocok H. Nanang yang kuah kaldunya dikenal sangat bening dan segar, hingga Nasi Uduk Ungu yang ikonik dengan pewarna alami dari ubi ungu. Kawasan ini menjadi potret hidup kemajuan ekonomi kreatif di Sukabumi, di mana kuliner tradisional bersanding dengan kreasi kekinian para pengusaha muda.

Bagi pecinta pedas, Nasi Tutug Oncom dan berbagai olahan sambal khas Sunda di restoran sekitar jalur Lingkar Selatan juga patut dicoba. Kekayaan rempah seperti kencur dan bawang putih yang ditumbuk bersama oncom menciptakan rasa gurih yang mendalam, mengingatkan kita akan kehangatan masakan rumah yang autentik.

Area ini biasanya menjadi titik kumpul para pelancong yang ingin menikmati makan siang santai sebelum kembali menuju arah Jakarta atau Bandung.

Menikmati Keasrian Alam Sambil Bersantap di Bumi Aki Heritage

Untuk pengalaman makan yang lebih eksklusif dan tenang, Sukabumi menawarkan pilihan resto dengan atmosfer yang hangat seperti Bumi Aki Heritage. Mengusung konsep tradisional Sunda dengan ornamen kayu dan bambu, tempat ini menjadi lokasi favorit untuk acara makan besar keluarga selama liburan Imlek.

Hidangan seperti sate kambing yang empuk, nasi liwet, dan berbagai pilihan pepes ikan disajikan dengan standar rasa yang terjaga. Udara sejuk dan pelayanan yang ramah menambah kenyamanan, membuat momen kebersamaan menjadi lebih berkesan.

Kota Sukabumi memang tidak pernah kehabisan rasa. Setiap kunjungan selalu menyisakan kerinduan untuk kembali dan mencicipi setiap hidangannya lagi.

Dari kedai sederhana di pinggir jalan hingga restoran bergaya warisan budaya, semuanya menawarkan satu hal yang sama: kepuasan rasa yang tulus. Maka, tak heran jika Sukabumi tetap menjadi salah satu destinasi wisata kuliner terpopuler di Jawa Barat, terutama bagi mereka yang mencari keaslian rasa di tengah modernitas zaman.

Terkini