Ide Jualan Bulan Puasa Paling Laris Dan Menguntungkan Dengan Modal Kecil

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:33:14 WIB
Ide Jualan Bulan Puasa Paling Laris Dan Menguntungkan Dengan Modal Kecil

JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadan, perubahan pola konsumsi masyarakat mulai terlihat di berbagai daerah. Aktivitas belanja meningkat karena banyak orang mempersiapkan kebutuhan ibadah sekaligus konsumsi harian selama menjalankan puasa.

Momentum ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi yang sangat besar. Banyak pelaku usaha memanfaatkan situasi ini untuk membuka bisnis musiman yang mampu menghasilkan keuntungan signifikan.

Bahkan, peluang tersebut dapat dijalankan oleh siapa saja termasuk mereka yang memiliki modal terbatas. Dengan strategi yang tepat, usaha sederhana sekalipun bisa berkembang pesat selama Ramadan berlangsung.

Ada berbagai pilihan ide jualan bulan puasa menjanjikan yang bisa dijalankan dengan modal kecil sekalipun. Selain memilih produk yang tepat, diperlukan juga perencanaan agar keuntungan yang didapat bisa maksimal.

Ide Jualan Yang Selalu Dicari Selama Ramadan

Salah satu produk yang selalu mengalami lonjakan permintaan adalah kurma. Permintaan kurma meningkat setiap Ramadan karena umat Muslim dianjurkan untuk berbuka puasa dengan buah ini.

Beragam jenis kurma seperti Sukari (±Rp55.000/kg) hingga Medjool (±Rp135.000/kg) dapat menjadi pilihan dagangan dengan margin keuntungan menarik. Produk ini mudah dijual karena sudah identik dengan tradisi berbuka puasa.

Selain kurma, takjil menjadi menu yang hampir tidak pernah sepi pembeli. Takjil seperti sop buah (±Rp10.000) dan gorengan (±Rp1.000/pcs) selalu menjadi incaran pemburu menu berbuka.

Sistem pre-order online dapat membantu memperluas jangkauan pembeli. Cara ini juga membuat penjual dapat mengatur produksi agar lebih efisien.

Lauk pauk matang juga menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak sempat memasak. Banyak orang mencari makanan praktis untuk berbuka maupun sahur.

Lauk matang seharga mulai Rp5.000 per porsi bisa menjadi solusi sekaligus peluang usaha dengan permintaan stabil. Produk ini cocok dijual di lingkungan perumahan atau dekat perkantoran.

Produk Kebutuhan Ibadah Juga Mengalami Lonjakan Permintaan

Selama Ramadan, kebutuhan alat ibadah meningkat secara signifikan. Banyak orang ingin memperbarui perlengkapan ibadah untuk menunjang kenyamanan selama menjalankan puasa.

Produk seperti mukena (mulai Rp70.000), sarung, sajadah, hingga buku keagamaan bisa menjadi komoditas yang diminati. Penjualan biasanya meningkat sejak awal Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.

Selain itu, baju muslim menjadi salah satu produk dengan perputaran cepat. Permintaan busana muslim melonjak menjelang Lebaran karena masyarakat ingin tampil rapi saat merayakan hari raya.

Gamis wanita umumnya dijual mulai Rp100 ribuan, bergantung pada bahan dan model. Penjual dapat menyesuaikan stok dengan target pasar yang ingin disasar.

Kue kering juga tidak pernah absen dari daftar belanja masyarakat. Produk ini identik dengan tradisi menjamu tamu saat Hari Raya.

Nastar biasa dihargai mulai Rp50.000 per toples, sementara jenis premium bisa mencapai Rp80.000 ke atas. Margin keuntungan dari kue kering cukup besar jika dikemas dengan menarik.

Peluang Usaha Pendukung Yang Tak Kalah Menguntungkan

Kenaikan permintaan kue kering turut mendorong kebutuhan toples. Produk ini sering kali dibeli bersamaan dengan kue untuk kebutuhan penyimpanan maupun hampers.

Toples kue bisa didapat dari pemasok atau marketplace dengan harga mulai Rp30.000. Penjualan produk pendukung seperti ini sering dianggap sepele, padahal cukup menjanjikan.

Tradisi bertukar hadiah juga membuat bisnis hampers Lebaran semakin berkembang. Paket berisi tiga jenis kue kering biasanya dijual mulai Rp80.000, tergantung kemasan dan isinya.

Kemasan yang menarik dapat meningkatkan nilai jual hampers secara signifikan. Konsumen biasanya mencari produk yang praktis namun tetap terlihat eksklusif.

Jualan buah-buahan juga menjadi pilihan yang sangat relevan selama Ramadan. Buah-buahan seperti blewah (±Rp25.000/kg), timun suri, dan melon banyak diburu untuk bahan takjil.

Modal dapat disesuaikan dengan ragam buah yang ingin dijual. Penjual bisa mengambil stok harian agar buah tetap segar dan tidak terbuang.

Selain itu, paket sembako menjadi produk yang sering dibeli untuk kebutuhan pribadi maupun dibagikan kepada orang lain. Parcel sembako umumnya berisi bahan pokok seperti beras, minyak, telur, gula, teh, dan mi instan.

Harga paket biasanya mulai Rp100.000. Produk ini banyak diminati karena praktis dan bermanfaat.

Tips Menyusun Strategi Agar Jualan Ramadan Sukses

Agar usaha berjalan lancar, pelaku usaha perlu menyusun rencana bisnis sejak awal. Menentukan produk, target pasar, strategi promosi, dan biaya awal sangat penting agar usaha berjalan terarah dan minim risiko.

Perencanaan membantu pelaku usaha menghindari kerugian akibat salah perhitungan. Dengan strategi yang jelas, operasional bisnis bisa lebih efisien.

Menawarkan promo menarik juga menjadi salah satu kunci keberhasilan berjualan selama Ramadan. Promo merupakan daya tarik utama bagi konsumen yang cenderung lebih selektif dalam berbelanja.

Selain diskon, pelaku usaha dapat menawarkan bundling seperti paket takjil untuk meningkatkan penjualan. Strategi ini dapat meningkatkan jumlah transaksi dalam waktu singkat.

Memanfaatkan platform online juga sangat penting di era digital saat ini. Dengan tingginya transaksi digital, memasarkan produk melalui media sosial atau aplikasi pesan-antar bisa memperluas peluang penjualan.

Strategi digital membantu menjangkau pelanggan di luar lingkungan sekitar. Hal ini sangat efektif terutama untuk produk makanan yang membutuhkan layanan cepat.

Pelaku usaha juga perlu menjaga kualitas produk agar pelanggan kembali membeli. Kepuasan konsumen akan menciptakan promosi dari mulut ke mulut yang sangat berpengaruh.

Selain kualitas, pelayanan yang ramah dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Konsumen cenderung kembali ke penjual yang memberikan pengalaman belanja menyenangkan.

Momentum Ramadan memang berlangsung dalam waktu terbatas, tetapi potensi keuntungannya sangat besar. Dengan pemilihan produk yang tepat, usaha musiman bisa berkembang menjadi bisnis jangka panjang.

Berbagai ide usaha ini dapat menjadi pilihan bagi siapa pun yang ingin memanfaatkan momentum Ramadan. Dengan perencanaan matang dan strategi pemasaran tepat, peluang meraih keuntungan selama bulan puasa semakin besar.

Ramadan bukan hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat ekonomi keluarga. Usaha kecil yang dijalankan dengan serius dapat memberikan hasil yang signifikan.

Karena itu, penting untuk melihat Ramadan sebagai momentum produktif, bukan hanya konsumtif. Dengan kreativitas dan perencanaan yang baik, siapa pun bisa memulai usaha dan meraih keberhasilan.

Terkini