Memahami Ketentuan Waktu Dan Bacaan Niat Puasa Ramadan 2026 Secara Benar Dan Tepat

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12:11 WIB
Memahami Ketentuan Waktu Dan Bacaan Niat Puasa Ramadan 2026 Secara Benar Dan Tepat

JAKARTA - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026, persiapan spiritual menjadi fondasi utama bagi setiap Muslim sebelum memulai ibadah puasa.

Di antara berbagai rukun puasa, niat menduduki posisi yang paling sentral karena menjadi pembeda antara aktivitas menahan lapar biasa dengan ibadah yang bernilai pahala di sisi Allah SWT.

Namun, dalam praktiknya, sering kali muncul keraguan di tengah masyarakat mengenai kapan waktu yang paling afdal untuk berniat serta bagaimana pelafalan yang sesuai dengan tuntunan syariat. Memastikan kebenaran niat bukan hanya soal menggugurkan kewajiban, melainkan kunci sahnya ibadah puasa yang kita jalankan selama sebulan penuh.

Niat secara bahasa berarti menyengaja atau menuju suatu maksud dalam hati. Dalam konteks puasa Ramadan, niat adalah komitmen batin untuk menjalankan perintah Allah sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Mengingat pentingnya kedudukan niat ini, pemahaman yang keliru dapat berdampak pada kualitas ibadah seseorang. Oleh karena itu, edukasi mengenai tata cara dan waktu pelaksanaannya menjadi sangat krusial agar tidak ada keraguan saat memasuki hari-hari pertama bulan suci yang penuh berkah ini.

Landasan Hukum Dan Pentingnya Niat Sebagai Rukun Utama Puasa

Dalam ajaran Islam, segala perbuatan sangat bergantung pada niatnya. Sebagaimana hadis populer yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, bahwa sesungguhnya setiap amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Tanpa adanya niat yang tulus, puasa seseorang bisa dianggap sebagai sekadar tindakan menahan lapar dan dahaga tanpa nilai spiritual. Niat berfungsi untuk menetapkan status hukum sebuah perbuatan, sehingga aktivitas yang dilakukan secara sadar tersebut tercatat sebagai bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta.

Memasuki Ramadan 2026, para ulama menekankan kembali bahwa niat puasa harus dilakukan setiap malam untuk setiap hari puasa yang akan dijalankan. Hal ini didasarkan pada pandangan mayoritas ulama, khususnya dalam mazhab Syafi'i, yang menyatakan bahwa setiap hari di bulan Ramadan adalah ibadah yang mandiri.

Dengan demikian, memperbarui niat di setiap malam sebelum fajar menyingsing adalah langkah yang paling aman dan disepakati secara luas untuk memastikan keabsahan puasa dari hari ke hari.

Ketentuan Waktu Melafalkan Niat Puasa Yang Benar Menurut Syariat

Waktu yang ditetapkan untuk melakukan niat puasa Ramadan adalah pada malam hari, dimulai dari terbenamnya matahari (waktu Magrib) hingga sebelum terbitnya fajar Shadiq (waktu Subuh). Hal ini berbeda dengan puasa sunah yang niatnya boleh dilakukan di pagi hari selama belum menyantap makanan apa pun.

Untuk puasa wajib seperti Ramadan, niat harus dilakukan di malam hari (tabyitun niyah). Jika seseorang lupa berniat hingga masuk waktu Subuh, maka menurut sebagian besar pendapat ulama, puasanya pada hari tersebut tidak sah secara syariat.

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia memiliki tradisi yang sangat baik yaitu melafalkan niat secara bersama-sama setelah shalat Tarawih atau setelah makan sahur. Tradisi ini berfungsi sebagai pengingat agar tidak ada satu pun anggota keluarga yang terlewat dalam berniat. Waktu sahur sering dianggap sebagai batas akhir yang paling krusial untuk memantapkan niat di dalam hati sebelum kewajiban menahan diri secara fisik dimulai.

Bacaan Niat Puasa Ramadan Dalam Bahasa Arab Dan Maknanya

Bagi Anda yang ingin memantapkan niat melalui pelafalan lisan (talaffuz), berikut adalah bacaan niat puasa Ramadan yang lazim digunakan dan dianjurkan:

$$???????? ?????? ???? ???? ??????? ?????? ?????? ????????? ?????? ????????? ??????? ????????$$

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala."

Meskipun niat pada dasarnya dilakukan di dalam hati, melafalkannya secara lisan dapat membantu menuntun hati agar lebih fokus dan mantap. Dalam bacaan tersebut, terkandung pengakuan yang jelas mengenai jenis puasa (Ramadan), waktunya (tahun ini), serta tujuan utamanya yaitu semata-mata karena pengabdian kepada Allah SWT. Ketegasan dalam niat inilah yang memberikan kekuatan mental bagi seorang Muslim untuk menjalani ibadah puasa dengan penuh kesabaran.

Solusi Bagi Yang Khawatir Lupa: Niat Satu Bulan Penuh

Sebagai langkah antisipatif bagi mereka yang khawatir lupa berniat di tengah kesibukan atau rasa kantuk saat sahur, terdapat ijtihad dari mazhab Maliki yang membolehkan niat puasa untuk satu bulan penuh di malam pertama Ramadan. Hal ini dianggap sebagai tindakan pengamanan agar jika sewaktu-waktu seseorang lupa berniat di malam hari, puasanya tetap terjaga keabsahannya berdasarkan niat global yang dilakukan di awal bulan.

Meski demikian, disarankan untuk tetap berniat setiap malam sebagai bentuk kehati-hatian. Menggabungkan niat satu bulan penuh di malam pertama dengan niat harian di setiap malam adalah kombinasi yang paling ideal. Dengan memahami tata cara yang benar ini, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah Ramadan 2026 dengan lebih tenang, yakin, dan khusyuk, sehingga tujuan utama puasa yakni mencapai derajat ketakwaan dapat terwujud dengan sempurna.

Terkini