Kereta Api Petani dan Pedagang di Lintas Merak Angkut Ribuan Pelanggan Sejak Desember 2025

Kamis, 19 Februari 2026 | 08:51:56 WIB
Kereta Api Petani dan Pedagang di Lintas Merak Angkut Ribuan Pelanggan Sejak Desember 2025

JAKARTA - Kereta Petani dan Pedagang di lintas Commuter Line Merak menjadi solusi transportasi bagi pelaku usaha kecil di ujung barat Pulau Jawa. Layanan ini telah membantu mobilitas pedagang dan petani sejak diluncurkan pada 1 Desember 2025 hingga 17 Februari 2026.

Selama lebih dari dua bulan operasional, tercatat 11.428 pelanggan memanfaatkan layanan tersebut. Pergerakan penumpang tertinggi terjadi di Stasiun Cikeusal dengan 3.730 penumpang naik dan 3.511 penumpang turun.

Peran Stasiun Cikeusal sebagai Titik Distribusi Komoditas Lokal

Data menunjukkan Stasiun Cikeusal berperan penting sebagai titik distribusi barang. Hasil pertanian, olahan makanan, dan produk kerajinan didistribusikan dari sini menuju Serang, Cilegon, dan Merak.

Kehadiran kereta ini meningkatkan efisiensi logistik pelaku usaha kecil. Masyarakat dapat mengirimkan komoditasnya tanpa harus mengandalkan transportasi jalan raya yang sering terhambat kemacetan.

Kereta ini memungkinkan pedagang membawa barang dagangan dalam volume tertentu. Penyesuaian sarana dilakukan oleh teknisi Balai Yasa Surabaya Gubeng milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

Inovasi Fasilitas dan Pelayanan KAI

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan pentingnya inovasi sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Evaluasi dan koordinasi operasional akan terus dilakukan berdasarkan data perjalanan dan respons pelanggan.

Rangkaian kereta menyediakan 73 tempat duduk dengan area bagasi khusus. Penumpang diperbolehkan membawa maksimal dua koli berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm agar kenyamanan tetap terjaga.

Kereta ini melakukan 14 perjalanan setiap hari. Terdiri dari tujuh perjalanan Merak–Rangkasbitung dan tujuh perjalanan Rangkasbitung–Merak yang melayani 11 stasiun sepanjang lintas Merak.

Skema Public Service Obligation dan Tarif Terjangkau

Program ini merupakan hasil kolaborasi KAI Group dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub. Skema public service obligation (PSO) diterapkan untuk memastikan tarif tetap terjangkau bagi petani dan pedagang kecil.

Tarif yang ditetapkan sebesar Rp 3.000, setara dengan tarif KRL umum. Harga ini mempermudah para pelaku usaha untuk mendistribusikan hasil usaha mereka tanpa membebani biaya transportasi.

Dengan tarif terjangkau dan kapasitas angkut barang yang memadai, kereta ini menjadi alternatif transportasi andal bagi pelaku usaha kecil. Keberadaan layanan ini mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan mempercepat distribusi komoditas ke pasar regional.

KAI terus memantau operasional kereta dan menyesuaikan sarana bila dibutuhkan. Tujuannya adalah menjaga kualitas layanan sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang dan efisiensi distribusi barang.

Peningkatan mobilitas melalui kereta ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi petani dan pedagang. Akses transportasi yang lebih lancar memungkinkan mereka menjangkau pasar lebih luas tanpa kendala biaya dan waktu.

Selain meningkatkan distribusi, kereta ini juga mengurangi ketergantungan pada transportasi jalan raya. Efeknya, risiko kerusakan barang dan keterlambatan pengiriman dapat diminimalkan.

Keberhasilan layanan ini menjadi contoh kolaborasi efektif antara operator kereta dan pemerintah. Sinergi antara KAI Group dan Kemenhub menunjukkan transportasi publik dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kecil dan menengah.

Dalam jangka panjang, kereta Petani dan Pedagang di lintas Merak berpotensi mengubah pola distribusi komoditas lokal. Dengan transportasi yang handal dan harga terjangkau, pelaku usaha kecil kini memiliki akses lebih baik untuk mengembangkan usaha mereka.

Ke depan, KAI akan terus mengevaluasi kebutuhan penumpang dan kapasitas angkut barang. Tujuannya adalah memastikan layanan tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama petani dan pedagang kecil di ujung barat Pulau Jawa.

Terkini