BMKG Laporkan Gempa 3,5 di Tojo Una-una Sulawesi Tengah, Pemantauan Tetap Dilakukan

Kamis, 19 Februari 2026 | 08:51:59 WIB
BMKG Laporkan Gempa 3,5 di Tojo Una-una Sulawesi Tengah, Pemantauan Tetap Dilakukan

JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman hanya 5 kilometer, menandakan gempa ini tergolong dangkal.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa ini terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026, pukul 04.55 WIB. Lokasi episenter tercatat di 1,01 Lintang Selatan (LS) dan 122,05 Bujur Timur (BT).

Deteksi dan Keterangan BMKG

BMKG mengumumkan informasi gempa ini melalui akun resmi X mereka. Pihak BMKG menekankan bahwa data yang disampaikan bersifat cepat dan sementara, sehingga bisa berubah seiring kelengkapan pengolahan data.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG. Hal ini menandakan bahwa laporan awal belum mencakup seluruh dampak fisik di lapangan.

Gempa terjadi di wilayah daratan yang jarang dilaporkan mengalami aktivitas seismik signifikan. Namun, kedalaman 5 km membuat getaran terasa lebih nyata bagi warga sekitar.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Pihak berwenang dan masyarakat setempat masih melakukan pemantauan terhadap situasi terkini.

Respons Warga dan Antisipasi

Meski gempa tergolong kecil, warga diimbau tetap tenang dan waspada. Beberapa warga melaporkan sempat merasakan guncangan singkat, namun aktivitas harian sebagian besar tetap berjalan normal.

Masyarakat juga disarankan memeriksa kondisi rumah dan bangunan yang rawan retak atau rusak. Langkah ini penting sebagai tindakan antisipatif jika gempa susulan terjadi.

Pihak BPBD setempat menyampaikan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan aparat desa dan kecamatan. Tim tanggap darurat siap siaga untuk merespons apabila ada laporan dampak lebih lanjut.

Gempa Dangkal dan Potensi Susulan

Gempa dangkal seperti ini berpotensi memicu gempa susulan meski dengan intensitas lebih rendah. Warga diminta tetap mengutamakan keselamatan dan menghindari area yang rawan longsor.

Para ahli seismologi menyebut gempa dangkal biasanya menimbulkan getaran lebih terasa dibanding gempa yang lebih dalam. Hal ini karena energi gempa tidak banyak terserap oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.

BMKG menekankan pentingnya masyarakat memantau informasi resmi. Segala perkembangan terkait gempa dan potensi susulan akan terus diperbarui melalui kanal resmi BMKG.

Selain itu, masyarakat diminta berhati-hati dalam beraktivitas di luar rumah, terutama di daerah berbukit atau dekat tebing. Pencegahan dini akan meminimalkan risiko cedera jika terjadi pergerakan tanah akibat getaran susulan.

Kesadaran dan Siaga Komunitas Lokal

Warga Tojo Una-una diminta mengaktifkan komunikasi antarwarga untuk melaporkan kondisi terkini. Informasi dari lapangan akan membantu tim tanggap darurat menentukan prioritas penanganan.

Koordinasi dengan aparat desa, kecamatan, dan pihak BPBD menjadi kunci agar setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti. Hal ini juga mempermudah evakuasi jika kondisi memburuk.

Penting bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan prosedur keselamatan saat berada di rumah maupun di luar. Menyimpan perlengkapan darurat, termasuk senter, obat-obatan, dan air bersih, menjadi langkah bijak menghadapi gempa susulan.

Gempa bumi ini menjadi pengingat bagi warga Sulawesi Tengah tentang pentingnya kesiapsiagaan. Meskipun magnitudo 3,5 tergolong ringan, ancaman gempa susulan tetap harus diwaspadai oleh masyarakat lokal.

Pemantauan terus dilakukan oleh BMKG untuk memastikan keamanan masyarakat. Setiap informasi resmi akan segera diperbarui agar masyarakat dapat merespons dengan tepat dan aman.

Terkini