Pembangunan Infrastruktur Pengendali Banjir Di Krueng Meureudu Terus Dikebut

Kamis, 19 Februari 2026 | 13:18:58 WIB
Pembangunan Infrastruktur Pengendali Banjir Di Krueng Meureudu Terus Dikebut

JAKARTA - Pemerintah melalui kementerian terkait tengah memacu pengerjaan infrastruktur pengendali banjir di aliran sungai Krueng Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis nasional untuk meminimalisir risiko bencana tahunan yang kerap melanda pemukiman warga dan lahan pertanian di wilayah tersebut. Proyek ini mencakup perkuatan tebing sungai dan pembangunan tanggul yang dirancang untuk menahan debit air tinggi, terutama saat memasuki puncak musim penghujan di awal tahun 2026.

Kehadiran infrastruktur ini sangat dinantikan oleh masyarakat setempat, mengingat Krueng Meureudu memiliki sejarah luapan air yang cukup sering menyebabkan kerugian material yang signifikan. Dengan penanganan yang lebih terencana dan permanen, diharapkan stabilitas ekonomi masyarakat dapat tetap terjaga tanpa bayang-bayang ancaman banjir.

Spesifikasi Dan Progres Pengerjaan Di Lapangan

Berdasarkan laporan visual dari "Infrastruktur pengendali banjir dibangun di Krueng Meureudu", pengerjaan difokuskan pada titik-titik rawan yang memiliki tingkat erosi tebing paling tinggi. Beberapa poin penting dalam pengerjaan ini antara lain:

Pemasangan Batu Gajah (Armour): Digunakan untuk memperkuat struktur bawah tebing agar tidak mudah tergerus oleh arus sungai yang deras.

Pembangunan Tanggul Beton: Konstruksi dinding penahan tanah yang kokoh untuk memastikan air sungai tetap berada di jalur alirannya meski terjadi kenaikan volume air secara drastis.

Normalisasi Aliran: Pembersihan dan penataan alur sungai guna mengoptimalkan kapasitas tampung serta kelancaran aliran air menuju hilir.

Para pekerja dan alat berat dikerahkan secara intensif untuk memastikan setiap tahapan konstruksi memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan, sehingga mampu berfungsi maksimal dalam jangka waktu yang lama.

Manfaat Jangka Panjang Bagi Sektor Pertanian Dan Ekonomi

Kabupaten Pidie Jaya dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Aceh, di mana sektor pertanian sangat bergantung pada stabilitas aliran sungai. Keberhasilan proyek pengendali banjir ini diprediksi akan memberikan dampak positif yang luas:

Proteksi Lahan Sawah: Ribuan hektar lahan pertanian di sekitar aliran sungai akan terlindungi dari risiko gagal panen akibat terendam banjir.

Keamanan Pemukiman: Warga di beberapa desa sepanjang aliran sungai tidak perlu lagi melakukan evakuasi rutin saat curah hujan tinggi, meningkatkan rasa aman dan kualitas hidup.

Ketahanan Infrastruktur Jalan: Mencegah kerusakan jalan dan jembatan di sekitar sungai yang seringkali rusak akibat terjangan air dan erosi tebing.

Sinergi Pemerintah Dan Masyarakat Dalam Pemeliharaan

Pemerintah menghimbau agar setelah proyek ini rampung, masyarakat turut aktif menjaga kelestarian lingkungan di sekitar sungai. Hindari pembuangan sampah ke aliran air serta aktivitas penggalian pasir ilegal yang dapat merusak struktur tanggul yang telah dibangun. Sinergi antara pembangunan infrastruktur fisik dan kesadaran lingkungan menjadi kunci keberhasilan pengendalian banjir secara permanen.

Penyelesaian proyek ini ditargetkan dapat segera tuntas di tahun 2026, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan sebelum masuknya siklus cuaca ekstrem berikutnya.

Terkini