JAKARTA - Rolls-Royce Holdings PLC dikabarkan akan meluncurkan program pembelian kembali saham senilai hingga £1,5 miliar atau setara US$2 miliar. Nilai ini setara dengan Rp33,77 triliun, menandai langkah signifikan perusahaan manufaktur pesawat terbang asal Inggris tersebut.
Laba Rekor dan Pemulihan Perusahaan
Pengumuman buyback saham akan dilakukan bersamaan dengan laporan keuangan terbaru perusahaan pada Kamis mendatang. Sky News menyebut program ini sebagai bagian dari “skala luar biasa dari pembalikan nasibnya” setelah mengalami periode sulit beberapa tahun terakhir.
Rolls-Royce sebelumnya mengalami tekanan finansial akibat pandemi dan gangguan rantai pasok. Kini perusahaan menunjukkan pemulihan kuat dengan kinerja laba yang mencatat rekor baru.
Langkah Strategis Buyback Saham
Pembelian kembali saham dianggap sebagai strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan menunjukkan kepercayaan diri perusahaan terhadap prospek keuangan. Program buyback ini mengikuti langkah serupa yang diumumkan Februari lalu senilai £1 miliar atau US$1,3 miliar.
Selain buyback, perusahaan juga menaikkan proyeksi laba dan memutuskan untuk mengembalikan dividen kepada pemegang saham. Kombinasi kebijakan ini menegaskan posisi Rolls-Royce sebagai pemain kunci di industri manufaktur pesawat global.
Reaksi Pasar dan Investor
Investor biasanya melihat buyback saham sebagai tanda bahwa perusahaan memiliki likuiditas yang kuat. Hal ini juga dapat mendorong harga saham meningkat karena jumlah saham beredar di pasar berkurang.
Namun, juru bicara Rolls-Royce menolak berkomentar terkait laporan ini saat dihubungi Bloomberg News pada Minggu. Perusahaan memilih menunggu pengumuman resmi untuk memastikan detail program buyback.
Proyeksi Keuangan dan Masa Depan
Kebijakan pembelian kembali saham ini diprediksi akan menambah daya tarik investasi Rolls-Royce di mata pasar modal internasional. Dengan laba rekor dan strategi finansial yang agresif, perusahaan tampak siap menghadapi tantangan industri penerbangan global ke depan.
Langkah ini juga memperkuat posisi Rolls-Royce dalam menghadapi kompetitor di sektor manufaktur pesawat dan mesin turbin. Investor diharapkan mencermati pengumuman resmi untuk melihat implikasi langsung terhadap saham dan dividen perusahaan.