Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini dan Kurs Dolar AS di Bank BCA, BRI, Mandiri, dan BNI

Senin, 23 Februari 2026 | 12:09:22 WIB
Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini dan Kurs Dolar AS di Bank BCA, BRI, Mandiri, dan BNI

JAKARTA - Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan hari ini, Senin, 23 Februari 2026, dengan penguatan terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah menguat 0,12% atau 21 poin ke Rp16.867 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,38% ke level 97,42. Kondisi ini menandai dinamika pasar yang cukup fluktuatif pada awal pekan.

Perkiraan Pergerakan Rupiah oleh Pengamat

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini. Menurutnya, rentang nilai tukar kemungkinan berada di Rp16.880 hingga Rp16.910 per dolar AS.

Ia menjelaskan, volatilitas ini dipengaruhi sentimen global seperti kebijakan moneter The Fed dan data ekonomi AS. Selain itu, perkembangan geopolitik AS-Iran juga menambah ketidakpastian di pasar valas.

Sentimen Global dan Dampaknya pada Rupiah

Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Januari menunjukkan nada hati-hati namun cenderung hawkish. Hal ini menegaskan bahwa pemotongan suku bunga jangka pendek tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat.

Kondisi tersebut membuat dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah tetap stabil. Akibatnya, logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil menjadi tertekan.

Selain itu, data ekonomi AS yang optimis turut menguatkan dolar AS. Klaim pengangguran awal turun menjadi 206.000 untuk minggu yang berakhir 14 Februari 2026, jauh di bawah perkiraan 225.000 dan turun dari 229.000 pada periode sebelumnya.

Sentimen Geopolitik dan Domestik

Ketegangan AS-Iran tetap menjadi risiko tinggi meski ada pembicaraan tingkat tinggi pekan lalu. Ibrahim menekankan bahwa eskalasi konflik ini masih memengaruhi pergerakan rupiah di pasar global.

Sementara itu, sentimen domestik positif datang dari perjanjian dagang resiprokal Indonesia-AS bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance. Perjanjian ini mencakup 11 nota kesepahaman, pembentukan dewan ekonomi permanen, penurunan tarif ribuan pos produk, dan komitmen pembelian energi serta pesawat.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump memerintahkan jajaran menteri untuk menindaklanjuti perjanjian tersebut ke kebijakan teknis dan regulasi pendukung. Langkah ini diharapkan berdampak nyata terhadap perekonomian nasional.

Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Berikut kurs jual dan beli dolar AS di beberapa bank utama pada Senin, 23 Februari 2026:

BCA

E-rate: Beli Rp16.825 | Jual Rp16.845

TT counter: Beli Rp16.695 | Jual Rp16.995

Bank notes: Beli Rp16.695 | Jual Rp16.995

BRI

E-rate: Beli Rp16.826 | Jual Rp16.853

TT counter: Beli Rp16.740 | Jual Rp16.940

Mandiri

Special rate: Beli Rp16.830 | Jual Rp16.860

TT counter: Beli Rp16.700 | Jual Rp17.000

Bank notes: Beli Rp16.700 | Jual Rp17.000

BNI

Special rate: Beli Rp16.824 | Jual Rp16.844

TT counter: Beli Rp16.730 | Jual Rp17.030

Bank notes: Beli Rp16.730 | Jual Rp17.030

Tabel ini membantu masyarakat mengetahui nilai tukar terkini dan memilih waktu transaksi yang tepat. Perbedaan tipis antara e-rate, TT counter, dan bank notes mencerminkan spread yang berlaku di masing-masing layanan.

Strategi Menghadapi Fluktuasi Rupiah

Investor dan pelaku usaha disarankan memantau perkembangan kurs secara berkala. Fluktuasi rupiah dapat dimanfaatkan untuk merencanakan pembelian dolar atau ekspor impor agar lebih efisien.

Pihak perbankan biasanya menyesuaikan spread harga jual dan beli berdasarkan volatilitas pasar. Dengan memantau pergerakan ini, masyarakat bisa mengoptimalkan transaksi valas dan mengurangi risiko kerugian.

Rupiah menguat tipis pada awal perdagangan Senin, 23 Februari 2026, meski sentimen global dan geopolitik tetap menimbulkan tekanan. Investor dan pelaku usaha disarankan memperhatikan kurs terkini di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI sebelum melakukan transaksi.

Pergerakan rupiah dipengaruhi kombinasi kebijakan The Fed, data ekonomi AS, risiko geopolitik AS-Iran, serta perjanjian dagang Indonesia-AS. Dengan pemantauan yang tepat, masyarakat dapat mengambil keputusan finansial lebih bijak dan meminimalkan risiko fluktuasi nilai tukar.

Terkini