Resmi! PT Hutama Karya Kantongi Kredit Sindikasi Rp13,6 Triliun untuk Percepat Tol Trans Sumatera Ruas Betung–Jambi

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:09:53 WIB
Resmi! PT Hutama Karya Kantongi Kredit Sindikasi Rp13,6 Triliun untuk Percepat Tol Trans Sumatera Ruas Betung–Jambi

JAKARTA - Langkah besar kembali diambil dalam percepatan pembangunan infrastruktur nasional dengan ditekennya fasilitas kredit sindikasi bernilai jumbo untuk proyek strategis di Pulau Sumatera. Dukungan pembiayaan ini menjadi fondasi penting agar pembangunan jalan tol utama yang menghubungkan berbagai wilayah dapat berjalan sesuai rencana dan berkelanjutan.

PT Hutama Karya menandatangani perjanjian fasilitas kredit sindikasi senilai Rp13,645 triliun untuk membiayai pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi. Penandatanganan dilakukan di Ballroom HK Tower, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, bersama jajaran direksi menandatangani fasilitas kredit tersebut yang melibatkan enam lembaga keuangan. Keenam lembaga itu yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Sarana Multi Infrastruktur, PT Bank Central Asia Tbk, serta PT Bank Mega Tbk.

Sejumlah pejabat pemerintah turut hadir dalam agenda tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap proyek infrastruktur strategis nasional ini. Di antaranya Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Wilan Oktavian, serta perwakilan Kementerian Keuangan dan Badan Pengaturan BUMN.

Penguatan Struktur Pendanaan Proyek Strategis

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengatakan fasilitas kredit tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur pendanaan proyek agar pembangunan berjalan berkesinambungan sesuai rencana. Ia menilai dukungan pembiayaan ini akan menjaga stabilitas progres konstruksi di lapangan.

“Ruas ini merupakan koridor utama JTTS yang akan mengintegrasikan jaringan tol dari selatan hingga utara Sumatera, sekaligus memperkuat konektivitas pada jalur logistik utama,” kata Mardiansyah dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Februari 2026. Pernyataan tersebut menegaskan posisi vital ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi dalam keseluruhan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera.

Ia menyebut, ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi direncanakan memiliki panjang sekitar 170,73 kilometer. Panjang tersebut menjadikan ruas ini sebagai salah satu segmen signifikan dalam pengembangan konektivitas lintas provinsi di Sumatera.

Jalan tol ini menghubungkan Betung di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan sampai Kota Jambi, Provinsi Jambi. Kehadiran ruas tersebut diharapkan menjadi simpul penting yang mengintegrasikan mobilitas antarwilayah.

Dampak Efisiensi Waktu Tempuh dan Keselamatan

Berdasarkan kajian Core Indonesia (2024), lanjutnya, adanya ruas tersebut diproyeksikan dapat memangkas waktu tempuh hingga 59,05 persen. Pengurangan waktu perjalanan ini menjadi salah satu indikator utama manfaat langsung bagi pengguna jalan.

Efisiensi itu diharapkan berdampak pada peningkatan keselamatan, kenyamanan, serta kualitas layanan transportasi bagi masyarakat. Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, potensi risiko di perjalanan juga dapat ditekan secara signifikan.

Selain itu, tol ini juga diharapkan memperlancar distribusi barang dan jasa serta mendorong aktivitas ekonomi di wilayah sekitar. Kelancaran arus logistik dinilai akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan sektor perdagangan dan industri.

Melalui struktur pendanaan yang dinilai semakin solid, pelaksanaan konstruksi diharapkan berjalan lebih konsisten sehingga manfaat konektivitas dan efisiensi logistik dapat dirasakan secara bertahap. Konsistensi progres pembangunan menjadi kunci agar target operasional dapat tercapai sesuai jadwal.

Komitmen Prudent dan Transparan dalam Pengelolaan Dana

Mardiansyah menegaskan, dukungan konsorsium perbankan dan lembaga pembiayaan mencerminkan kepercayaan terhadap proyek infrastruktur strategis tersebut. Kepercayaan itu menjadi modal penting dalam memastikan keberlanjutan pembiayaan hingga proyek rampung.

Ia pun menyebut, Hutama Karya berkomitmen mengelola pendanaan secara prudent, transparan, dan akuntabel, serta memastikan pelaksanaan konstruksi mengedepankan mutu dan keselamatan. Prinsip tata kelola yang baik ditegaskan sebagai landasan dalam setiap tahapan pengerjaan proyek.

“Kami optimistis sinergi yang telah terbangun akan terus berlanjut dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional,” tandasnya. Optimisme tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

Penandatanganan kredit sindikasi ini sekaligus menunjukkan kolaborasi erat antara BUMN karya, sektor perbankan, dan pemerintah dalam mendukung proyek strategis nasional. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi Jalan Tol Trans Sumatera sebagai tulang punggung konektivitas Pulau Sumatera.

Dengan dukungan pembiayaan yang kuat, proyek ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi kini memasuki fase yang semakin matang dari sisi pendanaan. Hal ini memberi kepastian bahwa pembangunan dapat terus berjalan tanpa hambatan berarti dari sisi finansial.

Kehadiran jalan tol tersebut di masa mendatang diharapkan bukan hanya memperpendek jarak tempuh, tetapi juga memperkuat daya saing daerah. Infrastruktur yang terintegrasi diyakini menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Di sisi lain, komitmen terhadap mutu dan keselamatan konstruksi menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan proyek ini. Standar teknis dan pengawasan ketat diperlukan agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Proyek ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan konektivitas nasional. Dengan terhubungnya berbagai wilayah strategis, arus barang, jasa, dan mobilitas masyarakat akan semakin efisien.

Pembangunan ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi menjadi salah satu mata rantai penting dalam mewujudkan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera yang terintegrasi penuh. Setiap segmen yang terbangun akan saling melengkapi dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih andal.

Dukungan enam lembaga keuangan dalam skema sindikasi memperlihatkan keyakinan terhadap prospek proyek ini. Skema pembiayaan bersama tersebut juga membantu mendistribusikan risiko sehingga proyek dapat berjalan dengan struktur keuangan yang lebih sehat.

Dengan langkah ini, Hutama Karya mempertegas perannya sebagai pengembang infrastruktur strategis di Tanah Air. Fokus pada konektivitas dan efisiensi logistik menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

Ke depan, manfaat dari proyek ini diharapkan dapat dirasakan tidak hanya oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas. Akses yang lebih cepat dan aman akan membuka peluang ekonomi baru di sepanjang koridor tol.

Melalui penguatan struktur pendanaan dan sinergi lintas lembaga, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi diharapkan terus melaju sesuai tahapan yang telah direncanakan. Komitmen bersama ini menjadi fondasi penting dalam menghadirkan infrastruktur yang mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional.

Terkini