Pembangunan Huntara di Desa Sahraja Aceh Timur Diharapkan Selesai Menjelang Idul Fitri 2026

Selasa, 24 Februari 2026 | 13:30:24 WIB
Pembangunan Huntara di Desa Sahraja Aceh Timur Diharapkan Selesai Menjelang Idul Fitri 2026

JAKARTA - Hunian sementara (huntara) mulai dibangun di Desa Sahraja, Kecamatan Pantai Bidari, Aceh Timur, yang sebelumnya terisolir akibat banjir bandang akhir November 2025. Pembangunan ini menjadi salah satu tanda masuknya tahap pemulihan pascabencana.

Komandan Rayon Militer (Danramil) 20/Pante Bidari, Muhammad Irwan, menyampaikan pembangunan huntara sebagai bagian dari pemulihan warga terdampak. Ia mengatakan hal ini saat ditemui selepas buka puasa bersama di Dusun Sarah Gala, Desa Sahraja, Aceh Timur, Aceh, Minggu.

Akses Jalan yang Kini Sudah Terbuka

Irwan menambahkan, akses jalan menuju Desa Sahraja yang sebelumnya tertutup lumpur kini telah dibuka kembali. Pembersihan lumpur menjadi salah satu prioritas TNI sejak awal bencana melanda kawasan tersebut.

Upaya pembersihan ini juga memperlancar distribusi bantuan dan persiapan material untuk huntara. Langkah-langkah ini menunjukkan koordinasi antara TNI dan pihak terkait berjalan efektif.

Target Penyelesaian Huntara Menjelang Idul Fitri 2026

Irwan menyebut pembangunan huntara ditargetkan selesai pada Idul Fitri atau Maret 2026. Jumlah unit huntara yang dibangun diperkirakan mencapai 1.500 unit untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Ia memastikan sejauh ini belum ada kendala berarti dalam pembangunan. Proses konstruksi sudah dimulai dan sejumlah petak tanah telah diratakan untuk menampung unit-unit huntara.

Kesulitan Akses Jadi Tantangan Pembangunan

Rudi Jasa, warga Desa Sahraja, menyampaikan terima kasih atas dukungan relawan, pemerintah, dan pihak terkait. Ia mengakui pembangunan huntara di desanya lebih lambat dibandingkan desa lain karena akses lokasi yang sulit.

“Alhamdulillah huntara sudah mulai dibangun. Tempat kami lambat karena jauh dari perkotaan dan hujan mempersulit pengangkutan material,” ujar Rudi. Kondisi ini menjelaskan mengapa Desa Sahraja menjadi salah satu titik terakhir dalam rencana pemulihan.

Relokasi Warga ke Lokasi Lebih Aman

Warga Dusun Sarah Gala akan direlokasi ke area yang lebih tinggi untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Rudi menekankan langkah ini penting agar warga tidak lagi menempati daerah rawan bencana.

Relokasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemulihan pascabencana. Selain huntara, perhatian diberikan pada keselamatan dan keamanan warga di masa depan.

Harapan Masyarakat dan Percepatan Pembangunan

Warga Desa Sahraja berharap pembangunan huntara segera selesai sesuai target pemerintah. Mereka ingin bisa menempati hunian sementara yang layak dan memulai kehidupan normal kembali.

Pemerintah dan relawan terus berupaya memastikan proses pembangunan berjalan lancar. Koordinasi dengan berbagai pihak menjadi kunci percepatan penyelesaian huntara bagi warga yang terdampak.

Langkah Konkret Pemulihan Pascabencana

Pembangunan huntara di Desa Sahraja menandai fase konkret pemulihan pascabencana banjir bandang. Pemerintah, TNI, dan relawan bekerja bersama untuk memastikan warga kembali memiliki hunian sementara yang aman.

Dengan target penyelesaian pada Idul Fitri 2026 dan jumlah huntara mencapai 1.500 unit, upaya ini menunjukkan komitmen serius dalam pemulihan dan mitigasi bencana.

Terkini

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Februari 2026 Naik Rp40000

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:29 WIB

Harga Emas Pegadaian 24 Februari 2026 Naik UBS Tembus 3078

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:28 WIB

Harga Perak Antam Hari Ini Naik Ke Rp54.950 Per Gram

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:26 WIB

Rekomendasi Saham Hari Ini Saat IHSG Dibuka Menguat Pagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:25 WIB