Kemenag Siagakan 6.859 Masjid di Seluruh Indonesia Jadi Tempat Singgah Nyaman Bagi Pemudik

Rabu, 25 Februari 2026 | 09:06:34 WIB
Kemenag Siagakan 6.859 Masjid di Seluruh Indonesia Jadi Tempat Singgah Nyaman Bagi Pemudik

JAKARTA - Momen mudik Lebaran selalu menjadi ujian kesabaran dan fisik bagi jutaan masyarakat yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman. Memahami kebutuhan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengambil langkah strategis dengan mengoptimalkan fungsi sosial rumah ibadah.

Pada musim mudik 2026 ini, Kemenag mulai mempersiapkan ribuan masjid yang tersebar di sepanjang jalur utama mudik sebagai titik singgah (rest area) alternatif guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para musafir yang sedang beristirahat.

Inisiatif ini bertujuan untuk mentransformasi masjid tidak hanya sebagai pusat peribadatan, tetapi juga sebagai pusat layanan kemanusiaan yang inklusif. Dengan fasilitas yang terus dibenahi, masjid diharapkan dapat menjadi oase di tengah padatnya arus lalu lintas, sekaligus membantu mengurai penumpukan pemudik di tempat istirahat komersial atau SPBU yang sering kali melebihi kapasitas.

Optimalisasi Fasilitas Ibadah Menjadi Pusat Layanan Pemudik

Sebanyak 6.859 masjid di berbagai wilayah Indonesia kini tengah dalam tahap persiapan untuk menyambut gelombang pemudik. Fokus utama persiapan ini mencakup pembersihan area utama, ketersediaan air bersih yang memadai, hingga fasilitas toilet dan tempat wudhu yang layak. Kemenag bekerja sama dengan pengurus masjid (takmir) di seluruh pelosok nusantara untuk memastikan bahwa setiap musafir yang datang merasa diterima dengan hangat dan mendapatkan fasilitas istirahat yang memadai.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran masjid dalam kehidupan sosial. “Kementerian Agama mulai menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat singgah bagi pemudik. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh agar bisa beristirahat dengan nyaman di lingkungan masjid,” jelas Adib dalam keterangan resminya yang dilansir dari Tribratanews Polri.

Standarisasi Kenyamanan di Sepanjang Jalur Utama Mudik

Penentuan jumlah ribuan masjid tersebut didasarkan pada pemetaan jalur-jalur krusial, mulai dari Jalur Lintas Sumatra, Pantura, hingga Jalur Lintas Selatan Jawa. Masjid-masjid yang dipilih umumnya memiliki lokasi yang strategis di pinggir jalan raya serta memiliki halaman parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan pemudik. Kemenag mengimbau para takmir masjid untuk tidak hanya menyediakan tempat salat, tetapi juga menyiapkan ruang istirahat sementara bagi para pengemudi yang mengalami kelelahan.

Selain aspek fisik, Kemenag juga menekankan pentingnya keamanan di lingkungan masjid. Petugas keamanan internal masjid atau kerja sama dengan aparat setempat diharapkan dapat menjaga ketenangan para pemudik saat beristirahat. Penyiapan ini dilakukan lebih awal agar saat memasuki bulan Ramadan dan puncak arus mudik nanti, seluruh sistem layanan di masjid-masjid tersebut sudah berjalan secara optimal tanpa hambatan teknis yang berarti.

Kolaborasi Pemerintah dan Takmir Masjid Demi Keselamatan Musafir

Program masjid sebagai tempat singgah ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat sipil. Kemenag memberikan panduan khusus kepada para pengurus masjid mengenai protokol penerimaan tamu jarak jauh. Hal ini mencakup ketersediaan informasi mengenai arah kiblat yang jelas, jadwal salat, hingga penyediaan air minum gratis atau takjil bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

Langkah ini juga dipandang sebagai upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang sering kali disebabkan oleh faktor kelelahan pengemudi. “Masjid memiliki peran strategis sebagai tempat singgah yang aman bagi musafir.

Dengan fasilitas yang siap, kami berharap para pemudik tidak memaksakan diri berkendara saat lelah dan bisa memanfaatkan masjid untuk memulihkan stamina,” tambah Adib. Kesadaran untuk beristirahat di tempat yang religius dan tenang diharapkan dapat memberikan dampak psikologis yang positif bagi para pemudik.

Mewujudkan Mudik yang Religius dan Penuh Keberkahan

Dengan disiagakannya ribuan masjid ini, wajah mudik Indonesia diharapkan menjadi lebih religius dan tertata. Masjid-masjid tersebut kini bersiap menjadi saksi bisu perjuangan para perantau yang merindukan keluarga di kampung halaman. Fasilitas yang ramah terhadap lansia, anak-anak, dan disabilitas juga menjadi poin penting yang terus didorong oleh Kemenag agar inklusivitas layanan rumah ibadah benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Harapan besarnya, inisiatif ini tidak hanya berhenti pada penyediaan tempat singgah, tetapi juga menjadi momentum bagi masjid untuk memperkuat fungsinya dalam bidang ekonomi dan sosial di lingkungannya. Pemudik yang singgah secara tidak langsung akan menghidupkan ekonomi di sekitar masjid, sehingga keberkahan Ramadan dan Idulfitri dapat dirasakan merata oleh warga sekitar.

Terkini