Korlantas Polri Siapkan 25 Pos Pelayanan Terpadu Strategis Demi Mudik Lebaran 2026

Rabu, 25 Februari 2026 | 09:07:02 WIB
Korlantas Polri Siapkan 25 Pos Pelayanan Terpadu Strategis Demi Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Momen mudik Lebaran selalu menjadi fenomena tahunan yang penuh tantangan, baik bagi para pemudik maupun bagi aparat keamanan yang bertugas di lapangan. Menjelang perayaan Idulfitri 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah mengambil langkah proaktif dengan merancang strategi pengamanan dan pelayanan yang lebih humanis.

Fokus utama tahun ini bukan sekadar mengatur ritme kendaraan agar tidak terjebak macet, melainkan memastikan setiap individu yang pulang ke kampung halaman merasa aman dan terlayani dengan baik selama perjalanan jauh mereka.

Pemerintah melalui Korlantas Polri menyadari bahwa kelelahan dan gangguan teknis kendaraan adalah dua faktor utama yang sering menghambat kelancaran arus mudik. Oleh karena itu, persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum puncak arus mudik terjadi. Sebanyak 25 pos pelayanan terpadu telah ditetapkan sebagai titik tumpu pelayanan bagi masyarakat yang bergerak dari arah barat menuju timur, mulai dari Palembang hingga ke pelosok Jawa Timur.

Transformasi Pos Keamanan Menjadi Pusat Layanan Humanis

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mungkin lebih menekankan pada fungsi pengawasan lalu lintas, pos pelayanan pada mudik Lebaran 2026 ini mengusung konsep layanan terpadu yang lebih komprehensif. Brigjen Pol. Prianto, Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, menegaskan bahwa reposisi fungsi pos ini bertujuan untuk memberikan pengalaman mudik yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam penjelasannya kepada awak media, Prianto menyatakan bahwa fasilitas yang tersedia di setiap titik telah dipikirkan secara matang untuk menjawab kebutuhan darurat pemudik. “Pos ini bukan sekadar pos pengamanan, tetapi juga pusat layanan terpadu bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,”. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Polri untuk hadir sebagai pelindung sekaligus pelayan masyarakat di jalur-jalur krusial.

Setiap pos pelayanan terpadu ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang cukup mewah untuk ukuran pos lapangan. Masyarakat bisa memanfaatkan bengkel layanan cepat jika kendaraan mengalami kendala ringan, layanan kesehatan yang siaga dengan dokter dan tenaga medis, hingga tempat ibadah yang nyaman.

Tak lupa, aspek psikologis pemudik juga diperhatikan dengan penyediaan area bermain anak dan ruang istirahat (rest area) yang memadai. Bahkan, Korlantas memberikan perhatian khusus pada inklusivitas dengan menghadirkan layanan ramah penyandang disabilitas di setiap lokasi.

Pemetaan Titik Rawan Berdasarkan Data Evaluasi Tahunan

Penentuan 25 lokasi pos pelayanan ini tidak dilakukan secara acak. Korlantas Polri telah melakukan survei mendalam dan peninjauan lapangan di berbagai titik yang secara historis selalu menjadi pusat kepadatan atau "bottle neck". Survei ini krusial untuk memetakan di mana potensi penumpukan kendaraan akan terjadi sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

Brigjen Pol. Prianto menjelaskan bahwa timnya telah terjun langsung untuk memvalidasi kondisi di lapangan. “Saya sudah meninjau beberapa titik krusial yang berdasarkan data dari tahun ke tahun menjadi penimbunan kemacetan atau titik crowded. Peninjauan survei ini selain untuk mencari solusi alternatif, juga sebagai penentuan titik-titik pos pelayanan terpadu,” jelasnya. Dengan pendekatan berbasis data ini, diharapkan penyebaran pos pelayanan benar-benar menyentuh area yang paling membutuhkan intervensi petugas.

Sebaran Strategis 25 Pos Pelayanan di Pulau Jawa dan Sumatra

Secara geografis, sebaran 25 pos pelayanan ini mencakup wilayah-wilayah penyangga utama arus mudik. Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi provinsi dengan konsentrasi pos terbanyak, masing-masing memiliki tujuh pos pelayanan. Hal ini tidak mengherankan mengingat kedua wilayah tersebut merupakan jalur arteri dan tol utama yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa.

Di Jawa Barat, lokasi pos mencakup titik-titik vital seperti Gedung Juang Tambun Bekasi, Jembatan Timbang Losarang Indramayu, RM Markoni Subang, Technopark Tasikmalaya, Tugu Gentur Cianjur, Kantor Benih Ikan Subang, serta Dermaga Sunda Nagreg. Sementara itu, untuk wilayah Jawa Tengah, pos disiagakan di Pringsurat Temanggung, Blandong Comal Pemalang, Simpang 3 SPBU Ajibarang, Valet Ride Nasmoco Klampok Brebes, depan parkiran truk Klonengan Jalan Kaligayam, SPBU Ambarawa Ngampin Semarang, hingga ke depan Polsek Sayung.

Bergerak lebih ke timur, Jawa Timur menyiapkan empat pos strategis di Karanglo Malang, Omah Jawa Magetan, Mantingan Ngawi, dan Exit Tol Kraksaan Probolinggo. DI Yogyakarta juga tidak ketinggalan dengan menempatkan tiga pos di Tempel Sleman, Druwo Bantul, dan Temon Kulonprogo. Provinsi Banten sebagai gerbang menuju Sumatra memiliki dua pos di Cikande Serang dan Pos Disperindag. Sedangkan untuk luar Jawa, satu pos ditempatkan di Begadang V Bandar Lampung dan satu pos di KM 14 Talang Kalapa Banyuasin, Palembang.

Mewujudkan Mudik Aman dan Berkesan Bagi Masyarakat

Tujuan akhir dari seluruh persiapan infrastruktur dan personel ini adalah terciptanya suasana mudik yang minim kendala. Korlantas berharap dengan adanya 25 pos pelayanan terpadu ini, potensi kemacetan parah dapat diurai lebih dini melalui rekayasa lalu lintas yang dikendalikan dari pos-pos tersebut. Selain itu, aspek kesehatan pengemudi menjadi perhatian serius agar angka kecelakaan akibat kelelahan dapat ditekan serendah mungkin.

Dengan fasilitas yang lengkap, para pemudik diimbau untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah. Keberadaan dokter dan ruang istirahat di pos pelayanan harus dimanfaatkan secara maksimal. Penekanan pada kenyamanan ini diharapkan dapat menurunkan tingkat stres pemudik di tengah padatnya arus lalu lintas.

Menutup keterangannya, Brigjen Pol. Prianto menyampaikan harapan besar agar seluruh rangkaian kegiatan mudik tahun 2026 ini berjalan tanpa hambatan berarti. “Harapannya, masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar selama Ramadhan hingga arus balik Lebaran 2026,” .

Melalui sinergi antara kesiapan petugas dan kepatuhan masyarakat dalam berkendara, mudik Lebaran 2026 diharapkan menjadi momentum yang indah bagi setiap keluarga yang merayakannya.

Terkini