JAKARTA - Memasuki pertengahan pekan di akhir Februari 2026, PT Pertamina (Persero) secara resmi merilis tabel harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaru yang berlaku di seluruh pelosok negeri. Tepat pada hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, konsumen diimbau untuk memantau perubahan harga di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdekat.
Penyesuaian harga ini merupakan agenda rutin untuk menyeimbangkan biaya operasional perusahaan dengan harga minyak mentah dunia serta nilai tukar Rupiah yang bersifat dinamis. Bagi para pengendara, informasi ini sangat vital guna menyusun rencana anggaran biaya perjalanan harian maupun operasional logistik agar tetap efisien.
Pada tahun 2026, kebijakan harga Pertamina tetap berlandaskan pada regulasi pemerintah yang mengatur formula harga dasar bahan bakar.
Perlu dipahami bahwa harga produk nonsubsidi di tiap wilayah tidaklah seragam. Hal ini dipicu oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang bervariasi antara satu provinsi dengan provinsi lainnya. Mari kita bedah rincian harga untuk setiap produk unggulan Pertamina di berbagai zona wilayah Indonesia pada hari ini.
Pemetaan Harga BBM Nonsubsidi Di Wilayah Jawa, Bali, Dan Nusa Tenggara
Wilayah Jawa dan Bali merupakan pusat konsumsi energi terbesar di Indonesia dengan pergerakan kendaraan yang sangat masif. Di zona ini, harga produk nonsubsidi seperti Pertamax (RON 92) diupayakan tetap stabil untuk menjaga daya beli masyarakat produktif.
Sementara itu, untuk varian Pertamax Turbo (RON 98) yang ditujukan bagi mesin dengan kompresi tinggi, terdapat sedikit penyesuaian harga guna merespons indeks harga energi global yang fluktuatif selama sebulan terakhir.
Sektor mesin diesel juga mendapatkan perhatian melalui produk Dexlite dan Pertamina Dex. Kedua jenis bahan bakar ini menjadi tulang punggung bagi sektor transportasi niaga dan kendaraan pribadi bermesin modern.
Pada tanggal 25 Februari 2026 ini, harga di wilayah Nusa Tenggara terpantau memiliki sedikit perbedaan dengan Pulau Jawa akibat faktor biaya distribusi logistik antar-pulau. Namun, Pertamina tetap memastikan bahwa pasokan di wilayah timur tersebut aman dan mencukupi kebutuhan harian masyarakat.
Perbandingan Harga Pertamina Di Wilayah Sumatra, Kalimantan, Hingga Sulawesi
Menyeberang ke Pulau Sumatra, daftar harga BBM menunjukkan variasi yang unik. Provinsi seperti Kepulauan Riau biasanya memiliki label harga yang berbeda karena kebijakan pajak daerah khusus.
Pertamina menjamin bahwa transparansi harga ini dapat dicek langsung oleh masyarakat melalui papan informasi digital di setiap SPBU. Di Kalimantan dan Sulawesi, tantangan utama terletak pada jalur distribusi, namun Pertamina sukses menjaga harga agar tidak melambung tinggi melampaui batas kewajaran harga pasar yang ditetapkan.
Digitalisasi layanan melalui aplikasi MyPertamina di wilayah luar Jawa kini semakin matang di tahun 2026. Banyak konsumen di Kalimantan dan Sulawesi yang mulai memanfaatkan promo diskon melalui pembayaran nontunai.
Hal ini memberikan nilai tambah bagi pelanggan, di mana harga yang dibayarkan bisa menjadi lebih ekonomis dibandingkan harga normal. Penguatan infrastruktur digital ini terbukti mampu meratakan akses informasi harga hingga ke wilayah pelosok tanah air secara real-time.
Nasib Harga BBM Subsidi Dan Inovasi Penyaluran Tepat Sasaran
Hingga Rabu, 25 Februari 2026, harga BBM jenis penugasan seperti Pertalite (RON 90) dan subsidi Biosolar tetap dipertahankan oleh pemerintah. Stabilitas harga kedua produk ini adalah langkah krusial untuk menjaga laju inflasi dan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.
Meskipun harga minyak dunia mengalami dinamika, pemerintah masih memberikan bantalan subsidi yang cukup besar agar harga eceran di SPBU tetap terjangkau oleh para pelaku UMKM dan transportasi publik.
Namun, di tahun 2026, sistem penyaluran BBM subsidi telah mengalami revolusi total melalui sistem Full Digital Registration. Setiap kendaraan yang berhak mendapatkan subsidi wajib terintegrasi dengan data identitas kendaraan di sistem pusat Pertamina.
Langkah ini secara signifikan berhasil mengurangi penyalahgunaan subsidi oleh kendaraan mewah. Dengan demikian, meskipun harga subsidi tetap murah, pemerintah menjamin bahwa stoknya kini jauh lebih tersedia bagi mereka yang benar-benar berhak, sehingga pemandangan antrean panjang di SPBU mulai berkurang secara perlahan.
Analisis Faktor Global Penggerak Harga Energi Nasional Tahun 2026
Ada beberapa faktor teknis yang memengaruhi mengapa harga BBM Pertamina tetap mengalami penyesuaian pada periode Februari 2026. Faktor pertama adalah Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga produk minyak di kawasan Asia Tenggara.
Kondisi geopolitik dunia yang memengaruhi jalur pasokan minyak internasional secara otomatis akan menggeser angka MOPS tersebut. Kedua, kurs Rupiah terhadap Dolar AS menjadi penentu utama karena sebagian besar bahan baku energi masih diperoleh melalui transaksi perdagangan internasional.
Faktor ketiga adalah efisiensi rantai pasok domestik. Pertamina terus berinvestasi pada kilang-kilang baru untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, yang diharapkan dapat menekan ketergantungan pada impor di masa depan.
Dengan memahami rincian harga dan faktor penyebabnya, diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih bijak dalam menentukan pilihan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan mereka demi menjaga performa mesin sekaligus kesehatan finansial pribadi.