Mendagri Tekankan Pentingnya Integrasi Hulu-Hilir Guna Mengatasi Masalah Pengelolaan Sampah Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 09:34:54 WIB
Mendagri Tekankan Pentingnya Integrasi Hulu-Hilir Guna Mengatasi Masalah Pengelolaan Sampah Nasional

JAKARTA - Persoalan sampah di Indonesia hingga kini masih menjadi tantangan besar yang memerlukan solusi fundamental dan berkelanjutan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan sorotan tajam terhadap pola penanganan sampah yang selama ini dinilai masih berjalan sendiri-sendiri atau parsial.

Dalam arahannya, Mendagri mendorong seluruh pemerintah daerah untuk mengubah paradigma lama dan mulai menerapkan strategi integrasi dari hulu hingga ke hilir secara komprehensif.

Menurut Mendagri, masalah sampah tidak akan pernah tuntas jika hanya diselesaikan di satu titik saja. Beliau menegaskan bahwa sinkronisasi kebijakan antara pengurangan produksi sampah di tingkat rumah tangga (hulu) harus sejalan dengan teknologi pengelolaan dan pemrosesan akhir (hilir).

Dengan pendekatan yang terpadu, beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian overload di berbagai daerah diharapkan dapat berkurang secara signifikan.

Urgensi Perubahan Paradigma Pengelolaan Sampah dari Sektor Hulu

Dalam berbagai kesempatan, Tito Karnavian sering mengingatkan bahwa titik awal keberhasilan manajemen sampah dimulai dari hulu. Hal ini melibatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta peran aktif pemerintah daerah dalam melakukan edukasi yang masif.

Mendagri menyatakan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pembuangan akhir, tetapi harus dimulai dengan bagaimana sampah itu dihasilkan dan dikelola sejak dini.

Pemerintah daerah diminta untuk tidak hanya fokus pada pengangkutan sampah dari pemukiman ke TPA. Mendagri mendorong adanya inovasi di tingkat komunitas, seperti optimalisasi Bank Sampah dan fasilitas TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle).

Jika pemilahan dan pengolahan sudah selesai di tingkat hulu, maka volume sampah yang terbuang ke hilir akan jauh lebih terkendali dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar.

Sinkronisasi Teknologi dan Keberlanjutan di Sektor Hilir Pengelolaan

Meralih ke sisi hilir, Mendagri menekankan bahwa penggunaan teknologi yang tepat guna adalah kunci. Beliau menggarisbawahi bahwa TPA tidak boleh lagi hanya menjadi tempat penumpukan sampah atau open dumping, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat pengolahan yang menghasilkan energi atau produk turunan lainnya.

Integrasi ini menuntut adanya kerja sama lintas sektor, termasuk melibatkan pihak swasta dalam penyediaan infrastruktur teknologi yang mumpuni.

Tito Karnavian juga menyoroti pentingnya keberlanjutan operasional di sektor hilir. Banyak daerah yang memiliki fasilitas pengolahan sampah namun tidak berjalan optimal karena biaya operasional yang tinggi atau manajemen yang buruk.

Oleh karena itu, Kemendagri terus memantau agar setiap daerah memiliki skema pembiayaan yang sehat, baik melalui APBD maupun skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), guna memastikan mesin-mesin pengolah sampah terus bekerja.

Mendagri Soroti Kolaborasi Antar Daerah dan Integrasi Kebijakan

Salah satu hambatan utama yang diidentifikasi oleh Mendagri adalah ego sektoral dan batas administrasi wilayah. Sampah seringkali menjadi masalah lintas batas, di mana sampah dari satu kabupaten berakhir di sungai yang mengalir ke kota lain.

Dalam hal ini, Mendagri mendorong adanya kerja sama regional antar kepala daerah. Beliau menegaskan bahwa penanganan sampah tak bisa parsial; koordinasi antara provinsi, kabupaten, dan kota harus diperkuat demi menciptakan sistem pengelolaan yang sinkron.

Lebih lanjut, Kemendagri berkomitmen untuk terus memberikan asistensi dan supervisi kepada pemerintah daerah dalam menyusun Rencana Induk Pengelolaan Sampah.

Targetnya adalah terciptanya satu sistem yang terhubung secara digital, di mana data volume sampah dan kapasitas pengolahan dapat dipantau secara real-time. Dengan data yang akurat, pengambilan kebijakan terkait alokasi anggaran dan kebutuhan infrastruktur akan menjadi lebih tepat sasaran.

Komitmen Bersama Demi Mewujudkan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan

Sebagai penutup, pesan kuat yang disampaikan Mendagri adalah mengenai konsistensi. Pengelolaan sampah bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan komitmen jangka panjang untuk masa depan lingkungan Indonesia.

Beliau mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari jajaran birokrasi hingga lapisan masyarakat paling bawah, untuk memandang sampah bukan sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang jika dikelola secara terintegrasi dapat memberikan manfaat ekonomi.

Melalui dorongan integrasi hulu-hilir ini, diharapkan masalah darurat sampah yang menghantui kota-kota besar dapat segera teratasi.

Mendagri optimis bahwa dengan kepemimpinan daerah yang kuat dan kesadaran kolektif untuk berhenti mengelola sampah secara parsial, Indonesia mampu mencapai target pengurangan sampah nasional secara efektif.

Sinergi ini adalah satu-satunya jalan menuju kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Terkini