JAKARTA - Akses transportasi udara bagi masyarakat pedalaman Kalimantan Utara kembali diperkuat pada awal 2026.
Maskapai PT ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air resmi mengoperasikan kembali layanan penerbangan perintis untuk wilayah perbatasan dan daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga konektivitas antarwilayah di Kalimantan Utara. Kehadiran penerbangan perintis diharapkan dapat menunjang mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi layanan dasar ke kawasan terpencil.
Penerbangan Perintis Kembali Beroperasi
Kepala Bagian Keuangan dan Tata Usaha Sub Bagian Kepegawaian dan Umum Unit Penyusun Bahan Hukum, Kehumasan dan Publikasi Badan Layanan Umum Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Utama Juwata Tarakan, Firmanto Kamal, menyampaikan bahwa penerbangan perintis kembali dijalankan di wilayah Kalimantan Utara.
“Penerbangan perdana penumpang mulai beroperasi pada 5 Januari 2026, dan direncanakan berlangsung sampai dengan 31 Desember 2026, sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya di Tarakan, Senin.
Penerbangan tersebut menjadi bagian dari program subsidi angkutan udara perintis penumpang Tahun Anggaran 2026. Program ini difokuskan untuk wilayah Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan sarana transportasi darat.
Dukungan Program Konektivitas Nasional
Pelaksanaan penerbangan perintis ini merupakan bagian dari kebijakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan konektivitas transportasi udara, khususnya bagi daerah pedalaman dan perbatasan.
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Akses transportasi yang lebih baik diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam menjangkau layanan pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Dengan adanya penerbangan perintis, wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau dapat terhubung secara lebih cepat dan aman. Hal ini dinilai penting untuk mendorong pemerataan pembangunan di daerah terpencil.
Susi Air Ditunjuk sebagai Operator
Berdasarkan hasil proses pemilihan penyedia jasa, pelaksanaan penerbangan perintis penumpang pada Koordinator Wilayah Tarakan Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan oleh PT ASI Pudjiastuti Aviation. Maskapai ini kembali dipercaya mengoperasikan rute-rute perintis di Kalimantan Utara.
Penunjukan tersebut mempertimbangkan pengalaman Susi Air dalam melayani daerah terpencil dan perbatasan. Maskapai ini dikenal memiliki armada yang sesuai dengan karakteristik bandara kecil di wilayah pedalaman.
Dengan pengalaman tersebut, Susi Air diharapkan mampu menjaga konsistensi layanan penerbangan perintis. Keberlanjutan operasional menjadi faktor penting agar masyarakat dapat mengandalkan transportasi udara secara rutin.
Rute Penghubung Wilayah Pedalaman
Rute penerbangan perintis penumpang mencakup penghubung Kota Tarakan dengan sejumlah bandar udara di Kalimantan Utara. Beberapa di antaranya adalah Long Bawan, Long Apung, Malinau, Nunukan, dan Tanjung Selor.
Selain itu, penerbangan juga melayani rute menuju Maratua, Mahak Baru, Data Dian, Long Sule, dan Long Layu. Rute-rute tersebut menjadi jalur vital bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses darat terbatas.
Keberadaan rute perintis ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan. Masyarakat tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada jalur darat atau sungai yang memakan waktu lama dan berisiko tinggi.
Tarif Subsidi dan Jaminan Keterjangkauan
Tarif angkutan udara perintis ditetapkan sesuai dengan ketentuan subsidi pemerintah. Kebijakan ini bertujuan memastikan layanan penerbangan tetap terjangkau bagi masyarakat di daerah pedalaman dan perbatasan.
Dengan adanya subsidi, biaya perjalanan udara dapat ditekan sehingga tidak memberatkan penumpang. Hal ini menjadi faktor penting agar layanan penerbangan perintis benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pemerintah berharap kebijakan tarif subsidi ini mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi lokal. Akses transportasi yang lebih mudah diharapkan membuka peluang usaha dan distribusi barang ke wilayah terpencil.
Koordinasi untuk Keselamatan Operasional
Dalam pelaksanaannya, BLU Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Koordinasi dilakukan bersama operator penerbangan, Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional penerbangan. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama mengingat karakteristik wilayah pedalaman yang memiliki tantangan cuaca dan infrastruktur.
Koordinasi yang berkelanjutan juga diperlukan untuk memastikan jadwal penerbangan berjalan sesuai rencana. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh kepastian layanan transportasi udara.
Harapan bagi Masyarakat Kaltara
Masyarakat Kalimantan Utara diharapkan dapat memanfaatkan layanan penerbangan perintis ini secara optimal. Informasi mengenai jadwal dan ketentuan penerbangan dapat diperoleh melalui kanal resmi operator.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi apabila terdapat penyesuaian operasional. Transparansi informasi dinilai penting agar layanan dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Dengan dibukanya kembali penerbangan perintis oleh Susi Air, konektivitas wilayah pedalaman Kalimantan Utara diharapkan semakin kuat. Layanan ini diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan hingga akhir 2026.