Emas Antam

Harga Emas Antam Hari Ini, 6 Januari 2026: Naik Menyentuh Rp2,54 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini, 6 Januari 2026: Naik Menyentuh Rp2,54 Juta per Gram
Harga Emas Antam Hari Ini, 6 Januari 2026: Naik Menyentuh Rp2,54 Juta per Gram

JAKARTA - Harga emas Antam menunjukkan kenaikan signifikan pada Selasa, 6 Januari 2026, dengan harga per gram mencapai Rp2.549.000. 

Kenaikan ini tercatat Rp34.000 lebih tinggi dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, yang berada di harga Rp2.515.000 per gram. Lonjakan harga emas Antam ini menjadi perhatian investor yang ingin memanfaatkan momentum pasar emas yang sedang menguntungkan.

Harga Emas Antam Meningkat Secara Signifikan

Pada hari ini, harga emas Antam untuk ukuran terkecil, yakni 0,5 gram, dijual dengan harga Rp1.324.500. Kenaikan tersebut mencapai Rp17.000 dibandingkan dengan harga pada perdagangan sebelumnya yang tercatat Rp1.307.500. Jika dibandingkan dengan harga seminggu yang lalu, harga emas 0,5 gram ini naik Rp24.000 dari Rp1.300.500.

Harga Emas Berdasarkan Bobot: Menyentuh Angka Tertinggi

Dengan terus naiknya harga emas Antam, beberapa kategori ukuran lainnya juga tercatat mengalami lonjakan harga. Misalnya, emas dengan ukuran 5 gram kini dijual seharga Rp12.560.000, sedangkan untuk emas 10 gram dibanderol dengan harga Rp25.040.000. Berikut rincian harga emas Antam hari ini:

Emas Antam 0,5 gram: Rp1.324.500

Emas Antam 1 gram: Rp2.549.000

Emas Antam 2 gram: Rp5.048.000

Emas Antam 3 gram: Rp7.554.000

Emas Antam 5 gram: Rp12.560.000

Emas Antam 10 gram: Rp25.040.000

Emas Antam 25 gram: Rp62.435.000

Emas Antam 50 gram: Rp124.705.000

Emas Antam 100 gram: Rp249.260.000

Emas Antam 250 gram: Rp622.840.000

Emas Antam 500 gram: Rp1.245.400.000

Emas Antam 1.000 gram: Rp2.489.600.000

Peningkatan Harga Jual Kembali (Buyback) Emas Antam

Selain harga jual, harga buyback atau harga jual kembali emas Antam juga mengalami kenaikan pada hari ini. Harga buyback emas Antam mencapai Rp2.405.000 per gram, naik Rp34.000 dari perdagangan sebelumnya. Hal ini memberikan kesempatan bagi pemegang emas untuk menjual kembali emas mereka dengan harga yang lebih menguntungkan.

Pajak Pembelian dan Penjualan Emas Batangan Antam

Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, setiap transaksi pembelian emas batangan di Antam yang melebihi nominal Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Bagi pemilik NPWP, pajak yang dikenakan sebesar 0,45%, sementara bagi yang tidak memiliki NPWP, tarif pajak yang berlaku adalah 0,9%. 

Sementara untuk transaksi penjualan kembali (buyback), pemilik NPWP dikenakan PPh 22 sebesar 1,5%, dan non-NPWP dikenakan 3%. Pajak ini akan langsung dipotong dari nilai transaksi pembelian atau penjualan.

Tren Harga Emas yang Terus Menguat

Kenaikan harga emas Antam hari ini mencerminkan tren positif yang terus berlanjut. Seiring dengan ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar, emas tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik. Meskipun harga emas mengalami lonjakan, banyak investor yang tetap memilih emas sebagai instrumen untuk melindungi kekayaan mereka dari inflasi dan gejolak ekonomi.

Mengapa Emas Masih Jadi Pilihan Utama di 2026?

Harga emas yang terus meningkat menunjukkan bahwa logam mulia ini tetap menjadi instrumen yang aman bagi para investor. Mengingat situasi pasar yang tidak selalu stabil, emas memberikan rasa aman bagi para investor yang ingin menjaga nilai aset mereka. Selain itu, semakin tingginya permintaan emas, baik untuk investasi maupun kebutuhan industri, turut mempengaruhi kenaikan harga ini.

Potensi Emas sebagai Investasi Jangka Panjang

Melihat lonjakan harga emas Antam pada 6 Januari 2026, jelas bahwa emas tetap menjadi salah satu pilihan utama untuk investasi jangka panjang. Kenaikan harga yang terus berlanjut menjadi sinyal positif bagi para investor, meskipun terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas. 

Dengan memperhatikan tren dan faktor-faktor pasar, investasi emas menjadi cara yang efektif untuk melindungi nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index