Emas Antam

Grafik Harga Emas Antam 24 Karat Terbaru Januari 2026 Naik Atau Turun

Grafik Harga Emas Antam 24 Karat Terbaru Januari 2026 Naik Atau Turun
Grafik Harga Emas Antam 24 Karat Terbaru Januari 2026 Naik Atau Turun

JAKARTA - Pergerakan harga emas batangan bersertifikat produksi PT Aneka Tambang kembali menarik perhatian investor pada awal Januari 2026. 

Kenaikan harga yang terjadi di tengah fluktuasi pasar membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah momentum ini menjadi sinyal penguatan lanjutan atau hanya kenaikan sesaat. Dari sudut pandang investor ritel, perubahan harga harian emas Antam tidak hanya mencerminkan kondisi pasar global, tetapi juga berdampak langsung pada keputusan beli dan jual yang dilakukan masyarakat.

Pada Jumat (9/1), harga emas 24 karat Antam tercatat mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini menambah dinamika pergerakan harga emas di awal tahun, terutama bagi investor yang aktif memantau grafik harga emas harian untuk menentukan strategi investasinya. Meski kenaikan terlihat positif, perbedaan antara harga beli dan harga jual kembali tetap menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan secara matang.

Kenaikan Harga Emas Antam Awal Januari

Harga emas batangan di gerai Logam Mulia pada Jumat (9/1) tercatat naik Rp 7.000 per gram. Harga yang sebelumnya berada di level Rp 2.570.000 per gram kini menjadi Rp 2.577.000 per gram. Kenaikan ini memberikan sinyal bahwa permintaan terhadap emas fisik masih terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi pasar keuangan global.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa emas masih menjadi instrumen investasi yang diminati sebagai aset lindung nilai. Meski kenaikan harian terlihat relatif kecil, perubahan harga seperti ini tetap penting bagi investor emas batangan, terutama mereka yang rutin melakukan akumulasi pembelian secara bertahap.

Pergerakan Harga Buyback Logam Mulia

Di sisi lain, harga buyback atau harga beli kembali emas oleh Logam Mulia juga mengalami kenaikan. Pada hari yang sama, harga buyback naik Rp 6.000 per gram, dari Rp 2.426.000 per gram menjadi Rp 2.432.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga beli emas dan harga buyback hari ini berada di angka Rp 145.000 per gram.

Selisih ini menjadi aspek krusial yang sering kali luput dari perhatian investor pemula. Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa meskipun harga emas naik, investor belum tentu langsung memperoleh keuntungan apabila menjual kembali emasnya dalam waktu singkat.

Perbedaan Harga Jual dan Buyback Perlu Dicermati

Selama ini, Antam memang menetapkan dua jenis harga untuk emas batangan produksinya, yaitu harga emas dan harga buyback. Harga emas berlaku saat konsumen membeli emas di gerai Logam Mulia, sedangkan harga buyback digunakan ketika konsumen menjual kembali emas tersebut ke Antam.

Sebagai ilustrasi, apabila seseorang membeli emas Antam pagi ini dengan harga Rp 2.577.000 per gram, lalu karena kebutuhan mendesak harus menjualnya kembali pada hari yang sama, maka emas tersebut hanya akan dihargai Rp 2.432.000 per gram. Selisih harga ini mencerminkan biaya spread yang harus ditanggung investor.

Emas Lebih Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

Perbedaan harga jual dan harga buyback yang cukup lebar membuat emas batangan lebih cocok dijadikan instrumen investasi jangka panjang. Tanpa perencanaan waktu yang tepat, investor bisa salah menghitung potensi keuntungan maupun risiko kerugian yang mungkin timbul.

Dalam jangka panjang, harapannya harga emas dapat naik cukup signifikan sehingga mampu menutup selisih harga beli dan harga jual kembali, bahkan memberikan keuntungan yang optimal. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik investasi emas menjadi kunci utama sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Ilustrasi Keuntungan dan Kerugian Investasi Emas

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut ilustrasi potensi untung dan rugi bagi investor emas batangan jika membeli pada periode waktu tertentu. Membeli emas pada 2 Januari 2026 dengan harga Rp 2.504.000 per gram hingga hari ini mencatatkan potensi kerugian sekitar 2,88 persen. Sementara itu, pembelian pada 9 Desember 2025 di harga Rp 2.403.000 per gram justru menghasilkan potensi keuntungan sekitar 1,21 persen.

Jika ditarik lebih panjang, investor yang membeli emas pada 9 Oktober 2025 di harga Rp 2.303.000 per gram berpotensi meraih keuntungan sekitar 5,60 persen. Bahkan, mereka yang membeli emas pada 9 Juli 2025 dengan harga Rp 1.894.000 per gram berpeluang menikmati keuntungan hingga 28,41 persen.

Keuntungan yang lebih besar terlihat pada investor yang masuk lebih awal. Pembelian emas pada 9 April 2025 di harga Rp 1.812.000 per gram memberikan potensi keuntungan sekitar 34,22 persen. Sementara itu, pembelian pada 9 Januari 2025 di harga Rp 1.546.000 per gram mencatatkan potensi keuntungan hingga 57,31 persen.

Dalam rentang yang lebih panjang, investor yang membeli emas pada 9 Oktober 2024 di harga Rp 1.483.000 per gram berpeluang memperoleh keuntungan sekitar 63,99 persen. Bahkan, pembelian pada 9 Juli 2024 di harga Rp 1.389.000 per gram dan 9 April 2024 di harga Rp 1.306.000 per gram masing-masing mencatatkan potensi keuntungan hingga 75,09 persen dan 86,22 persen.

Melalui data tersebut, terlihat jelas bahwa waktu pembelian sangat menentukan hasil investasi emas batangan. Oleh karena itu, mencermati grafik harga emas Antam secara rutin menjadi langkah penting agar keputusan investasi lebih terukur dan sesuai dengan tujuan keuangan jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index