Mobil Listrik

Ford Targetkan Mobil Listrik Terjangkau Dengan Swakemudi Level Tiga Untuk Pasar Global

Ford Targetkan Mobil Listrik Terjangkau Dengan Swakemudi Level Tiga Untuk Pasar Global
Ford Targetkan Mobil Listrik Terjangkau Dengan Swakemudi Level Tiga Untuk Pasar Global

JAKARTA - Panggung Consumer Electronics Show di Las Vegas menjadi momentum penting bagi Ford untuk menunjukkan arah baru pengembangan teknologi otomotifnya. 

Di tengah persaingan kendaraan listrik dan otonom yang semakin ketat, pabrikan asal Amerika Serikat ini justru memilih pendekatan berbeda. Ford menegaskan ambisinya menghadirkan teknologi swakemudi Level 3 bukan pada mobil mewah, melainkan pada kendaraan listrik terjangkau yang ditujukan bagi konsumen luas.

Pengumuman tersebut disampaikan Ford dalam ajang CES, dengan target peluncuran sistem mengemudi otonom Level 3 pada 2028. Yang paling menarik perhatian, teknologi canggih ini direncanakan hadir pada pikap listrik baru yang diprediksi bernama Ranchero. 

Kendaraan ini disebut-sebut akan menjadi salah satu mobil listrik paling terjangkau di jajaran Ford, sekaligus penanda perubahan strategi industri otomotif global.

Misi Demokratisasi Teknologi Swakemudi

Doug Field, Chief EV, Digital and Design Officer Ford, menjelaskan bahwa pengembangan teknologi swakemudi Level 3 ini memiliki tujuan yang jelas. Ford ingin memastikan teknologi otonom tidak hanya dinikmati segelintir konsumen kelas atas, tetapi benar-benar dapat diakses oleh banyak orang. Pernyataan tersebut disampaikan Field sebagaimana dikutip dari Car Expert pada Jumat, 9 Januari 2026.

Menurut Field, teknologi swakemudi selama ini identik dengan kendaraan premium berharga tinggi. Ford ingin mematahkan stigma tersebut dengan menghadirkan otonomi pada mobil yang “benar-benar dibeli orang.” Langkah ini oleh Ford disebut sebagai upaya mendemokratisasi otonomi, agar inovasi tidak hanya menjadi simbol kemewahan, tetapi juga solusi mobilitas yang inklusif.

Pendekatan ini menandai pergeseran besar dalam industri otomotif, di mana teknologi mutakhir tidak lagi semata menjadi fitur eksklusif, melainkan bagian dari kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Strategi In House Tekan Biaya Produksi

Kunci utama Ford untuk menghadirkan teknologi swakemudi Level 3 pada kendaraan terjangkau terletak pada strategi pengembangan mandiri. Field menjelaskan bahwa Ford memilih mengembangkan perangkat lunak dan perangkat keras sistem otonom secara in house, bukan mengandalkan pemasok eksternal.

Pendekatan ini memungkinkan Ford memangkas biaya pengembangan hingga sekitar 30 persen. Penghematan tersebut kemudian diterjemahkan langsung ke dalam harga jual kendaraan, sehingga konsumen dapat menikmati teknologi canggih tanpa harus membayar mahal. Strategi ini juga memberi Ford kendali penuh atas pengembangan, pemeliharaan, dan pembaruan sistem di masa depan.

Dengan penguasaan teknologi internal, Ford berharap dapat bergerak lebih fleksibel dalam menyesuaikan sistem swakemudi dengan kebutuhan pasar dan regulasi di berbagai negara.

Pikap Listrik Terjangkau Jadi Kendaraan Perdana

Kendaraan pertama yang akan dibekali sistem swakemudi Level 3 ini adalah pikap listrik baru Ford yang direncanakan meluncur pada 2027. Mobil tersebut diperkirakan memiliki ukuran setara Ford Ranger dan diprediksi mengusung nama Ranchero, menghidupkan kembali nama legendaris dalam sejarah Ford.

Model ini disebut akan dibanderol mulai dari US$ 30.000 atau sekitar Rp 465 juta. Dengan harga tersebut, Ranchero berpotensi menjadi salah satu kendaraan listrik termurah Ford, sekaligus pionir mobil listrik terjangkau dengan teknologi otonom tingkat lanjut.

Langkah ini menegaskan bahwa Ford tidak hanya mengejar inovasi teknologi, tetapi juga mempertimbangkan realitas daya beli konsumen global yang semakin sensitif terhadap harga.

Makna Swakemudi Level Tiga Bagi Pengemudi

Dalam sistem swakemudi Level 3, kendaraan mampu mengemudi sendiri tanpa pengawasan konstan dari manusia. Pengemudi diperbolehkan mengalihkan perhatian dari jalan, seperti menonton film, menggunakan laptop, atau melakukan aktivitas lain selama sistem aktif.

Namun demikian, pengemudi tetap harus siap mengambil alih kendali ketika diminta. Sistem akan memberi peringatan jika menghadapi situasi yang tidak dapat ditanganinya atau ketika perjalanan dalam mode swakemudi akan berakhir. Artinya, meskipun eyes off the road diperbolehkan, kesiapan pengemudi tetap menjadi syarat utama.

Perbedaan mendasar Level 3 dengan sistem yang ada saat ini terletak pada tanggung jawab hukum. Saat sistem Level 3 aktif, tanggung jawab secara resmi beralih ke produsen, bukan lagi sepenuhnya berada di tangan pengemudi.

Tantangan Regulasi dan Sejarah Investasi Ford

Saat ini, sebagian besar sistem swakemudi yang tersedia untuk publik masih berada di Level 2 atau Level 2 plus. Pada level tersebut, kendaraan dapat mengemudi hands free, tetapi pengemudi wajib tetap mengawasi jalan dan memegang tanggung jawab penuh jika terjadi kecelakaan.

Peralihan ke Level 3 menjadi langkah revolusioner karena membawa implikasi hukum dan regulasi yang kompleks. Produsen harus siap menanggung risiko hukum ketika sistem otonom mengambil alih kendali kendaraan, sebuah tantangan besar yang tidak semua perusahaan berani ambil.

Upaya Ford di bidang otonomi juga bukan tanpa sejarah panjang. Perusahaan ini telah berinvestasi besar selama lebih dari satu dekade. Pada 2017, Ford mengakuisisi startup Argo AI dengan ambisi menghadirkan swakemudi Level 4. Namun, setelah menghabiskan miliaran dolar, Argo AI akhirnya ditutup pada 2022.

BlueCruise Jadi Batu Loncatan Menuju Level Tiga

Meski mengalami kegagalan di masa lalu, Ford tidak menghentikan pengembangan teknologi otonom. Saat ini, Ford telah memiliki sistem BlueCruise, yang merupakan teknologi swakemudi paling canggih mereka saat ini. BlueCruise memungkinkan pengemudi melepas tangan dari kemudi, tetapi tetap harus memperhatikan jalan.

Dengan pengalaman dari BlueCruise, Ford menilai langkah menuju Level 3 menjadi lebih realistis. Peluncuran Ranchero pada 2027 dan sistem Level 3 pada 2028 tidak hanya menjadi tantangan bagi produsen mobil mewah, tetapi juga berpotensi mengubah lanskap transportasi pribadi secara fundamental.

Jika rencana ini berhasil, Ford akan mencetak sejarah sebagai salah satu produsen pertama yang menghadirkan swakemudi Level 3 pada mobil listrik terjangkau, sekaligus membuka babak baru dalam demokratisasi teknologi otomotif global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index