JAKARTA - Momentum arus balik libur Imlek 2026 menghadirkan dinamika tersendiri bagi transportasi publik di ibu kota, terutama moda kereta api yang kembali menjadi pilihan utama masyarakat. Peningkatan jumlah kedatangan penumpang terlihat signifikan dan mencerminkan tingginya mobilitas warga selama periode libur panjang.
Pada Selasa, 17 Februari 2026, tercatat sebanyak 38.793 penumpang kereta api tiba di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta. Angka tersebut menjadi jumlah kedatangan tertinggi selama masa libur panjang yang berlangsung sejak 13 hingga 17 Februari 2026.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi andalan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh. Selain menawarkan kenyamanan, ketepatan waktu menjadi faktor utama yang mendorong tingginya minat pelanggan menggunakan layanan ini.
Puncak Arus Balik Terjadi di Hari Terakhir Libur
Arus balik pelanggan libur Imlek pada Selasa, 17 Februari 2026 menjadi titik kepadatan tertinggi di berbagai stasiun wilayah Jakarta. Pada periode yang sama, okupansi keberangkatan penumpang dari wilayah ini mencapai 61 persen atau sekitar 24.386 pelanggan.
“Volume kedatangan hari ini menjadi yang tertinggi selama periode libur Imlek. KAI Daop 1 Jakarta memastikan seluruh proses pelayanan, baik di area kedatangan maupun keberangkatan, berjalan dengan tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” ujar Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo dalam keterangannya.
Lonjakan jumlah pelanggan tersebut telah diprediksi sebelumnya seiring berakhirnya masa libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian. Oleh sebab itu, berbagai langkah antisipasi dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan di seluruh titik kedatangan.
Franoto menyatakan tim operasional sudah sangat siap guna melayani lonjakan pemudik di semua stasiun Jakarta. Pihak perkeretaapian ini menjamin semua stasiun siaga penuh untuk memberikan kenyamanan para pelanggan selama masa liburan berlangsung.
Kesiapan tersebut meliputi pengaturan alur penumpang, optimalisasi layanan informasi, hingga peningkatan pengawasan demi memastikan perjalanan berlangsung aman. Upaya ini juga bertujuan meminimalkan potensi kepadatan berlebih di area stasiun.
Empat Stasiun Jadi Titik Kedatangan Terpadat
Empat stasiun dengan volume kedatangan tertinggi adalah Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, serta Jatinegara. Keempat stasiun tersebut menjadi simpul utama mobilitas penumpang dari berbagai daerah menuju Jakarta.
Data perusahaan mencatat Stasiun Gambir menerima 13.217 penumpang sementara Stasiun Pasar Senen kedatangan sebanyak 12.546 orang pelanggan. Tingginya angka ini menunjukkan dominasi perjalanan dari kota-kota besar di Pulau Jawa menuju ibu kota.
Penumpang yang turun di Bekasi sebanyak 4.466 orang sementara Stasiun Jatinegara tercatat melayani sebanyak 4.382 orang penumpang. Aktivitas penumpang di semua stasiun tersebut didominasi kedatangan kereta api dari arah Jawa Tengah serta Jawa Timur.
Pergerakan yang terkonsentrasi di empat stasiun ini membuat pengelola melakukan pengaturan distribusi penumpang secara lebih sistematis. Petugas lapangan juga disiagakan untuk membantu kelancaran arus keluar masuk penumpang.
Selain itu, peningkatan layanan kebersihan dan keamanan turut diperkuat untuk menjaga kenyamanan pelanggan yang baru tiba. Hal ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pengalaman perjalanan yang tetap menyenangkan meskipun terjadi lonjakan volume pengguna jasa.
Okupansi Keberangkatan Sempat Lampaui Kapasitas
Puncak keberangkatan para pemudik libur Imlek terjadi pada 14 Februari 2026 dengan angka okupansi mencapai 100,7 persen. Kondisi tersebut menandakan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan masa libur untuk bepergian menggunakan kereta api.
Meskipun demikian, tiket keberangkatan pada hari-hari selanjutnya masih tersedia sekitar 15.000 kursi bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh. Ketersediaan ini memberikan alternatif bagi pelanggan yang merencanakan perjalanan secara lebih fleksibel.
PT KAI Daop 1 Jakarta telah menyiapkan rata-rata 39.000 kursi untuk setiap harinya selama periode libur berlangsung. Total kursi yang disediakan mencapai 234.000 untuk perjalanan tanggal 13 hingga 18 Februari 2026.
Langkah penambahan kapasitas tersebut menjadi strategi penting dalam mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang secara merata. Dengan kapasitas besar, perusahaan dapat menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan layanan.
Hingga sekarang, 175.388 tiket laku terjual kepada warga yang mengisi waktu libur dengan menggunakan jasa transportasi kereta. Angka penjualan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.
Akumulasi kedatangan pelanggan menuju Jakarta hingga saat ini telah mencapai total keseluruhan sebanyak 191.629 orang penumpang. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring berlanjutnya arus balik hingga beberapa hari setelah libur resmi berakhir.
Fokus pada Keselamatan, Ketepatan Waktu, dan Kenyamanan
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah menggunakan layanan kereta api selama periode libur ini. Keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama,” kata Vice President Corporate Communication PT KAI Anne Purba.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelayanan tidak hanya berorientasi pada jumlah penumpang, tetapi juga kualitas perjalanan secara keseluruhan. Perusahaan terus menjaga standar operasional agar seluruh pelanggan merasakan pengalaman perjalanan yang optimal.
Anne Purba menjelaskan pihaknya mengoptimalkan koordinasi lapangan demi memastikan kelancaran arus balik para penumpang di stasiun. Sinergi antarpetugas menjadi kunci untuk mengatur mobilitas ribuan pelanggan yang datang dalam waktu bersamaan.
Koordinasi tersebut mencakup pengaturan jadwal kedatangan kereta, pengelolaan peron, serta penyediaan informasi yang jelas kepada pelanggan. Dengan sistem kerja yang terintegrasi, potensi gangguan operasional dapat ditekan seminimal mungkin.
KAI memproyeksikan sebanyak 33.549 penumpang akan tiba di wilayah Jakarta pada Rabu, 18 Februari 2026. Prediksi ini menunjukkan bahwa arus balik masih berlangsung meskipun puncak kepadatan telah terlewati.
Perusahaan memastikan seluruh fasilitas tetap beroperasi optimal hingga periode libur benar-benar selesai. Pelayanan yang konsisten diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api sebagai solusi perjalanan massal.
Lonjakan penumpang selama libur Imlek 2026 menjadi gambaran nyata tingginya mobilitas masyarakat yang kembali aktif setelah memanfaatkan masa liburan. Situasi ini sekaligus menegaskan peran strategis kereta api dalam mendukung konektivitas antardaerah secara aman dan efisien.
Dengan pengelolaan operasional yang matang serta kesiapan sumber daya manusia di lapangan, layanan transportasi kereta api mampu menghadapi tekanan volume penumpang yang besar. Keberhasilan ini menjadi modal penting untuk menghadapi periode angkutan besar lainnya di masa mendatang