JAKARTA - Momentum mudik selalu menjadi perhatian besar masyarakat Indonesia setiap menjelang Hari Raya. Tahun 2026 menghadirkan kabar yang cukup menggembirakan karena adanya penyesuaian harga tiket pesawat yang membuat perjalanan pulang kampung terasa lebih ringan.
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan mobilitas tetap tinggi selama periode Lebaran. Dengan adanya insentif tersebut, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk menggunakan transportasi udara sebagai pilihan utama perjalanan.
Program diskon tiket pesawat mudik Lebaran 2026 diterapkan oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah. Penyesuaian harga ini juga berlaku bagi maskapai anak usaha, yaitu Citilink, khusus untuk penerbangan kelas ekonomi rute domestik.
Kebijakan Diskon untuk Mendukung Mobilitas Nasional
Langkah pemberian diskon ini tidak hanya dimaksudkan untuk menekan biaya perjalanan masyarakat. Kebijakan tersebut juga dirancang agar pergerakan penumpang selama musim mudik tetap terkelola dengan baik.
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menjelaskan bahwa penyesuaian harga tiket berada pada kisaran 17 hingga 18 persen. Besaran ini merupakan hasil kombinasi berbagai insentif yang diberikan pemerintah kepada industri penerbangan.
Insentif tersebut meliputi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP hingga 100 persen. Selain itu, terdapat pula penyesuaian pada komponen Passenger Service Charge serta fuel surcharge yang ikut menurunkan harga akhir tiket.
Menurut pernyataan resmi perusahaan, kebijakan ini menjadi wujud dukungan terhadap langkah pemerintah dalam menghadirkan stimulus yang terkoordinasi. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Periode Pembelian dan Jadwal Penerbangan Diskon
Penyesuaian harga tiket pesawat kelas ekonomi untuk rute domestik sudah mulai diberlakukan melalui seluruh kanal penjualan sejak 10 Februari 2026. Masa pembelian tiket berlangsung hingga 29 Maret 2026 agar masyarakat memiliki waktu yang cukup dalam merencanakan perjalanan.
Adapun periode penerbangan yang mendapatkan potongan harga ditetapkan pada 14 hingga 29 Maret 2026. Rentang waktu tersebut disesuaikan dengan puncak arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Kebijakan ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan sejumlah regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Aturan tersebut menjadi dasar hukum dalam memastikan program berjalan transparan dan tepat sasaran.
Maskapai juga memastikan bahwa seluruh kanal distribusi tiket, baik daring maupun luring, telah terintegrasi dengan skema harga baru. Dengan demikian, masyarakat dapat langsung merasakan manfaat kebijakan tanpa prosedur tambahan.
Citilink turut memberlakukan penyesuaian harga tiket kelas ekonomi yang efektif mulai 11 Februari 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperluas aksesibilitas layanan transportasi udara dengan segmentasi pasar yang saling melengkapi dalam Garuda Indonesia Group.
Dorongan terhadap Pertumbuhan Penumpang dan Industri Aviasi
Perusahaan memproyeksikan adanya pertumbuhan volume penumpang selama periode mudik Lebaran 2026. Tren positif ini diharapkan mampu mendorong optimalisasi kapasitas penerbangan yang telah disiapkan sebelumnya.
Selain meningkatkan jumlah penumpang, kebijakan ini juga membantu menjaga keberlanjutan industri penerbangan nasional. Maskapai tetap menempatkan standar keselamatan dan kualitas layanan sebagai prioritas utama dalam operasionalnya.
Manajemen melihat kebijakan stimulus ini sebagai fondasi jangka panjang bagi penguatan ekosistem aviasi nasional. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga konektivitas antardaerah.
Transportasi udara memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata serta pertumbuhan ekonomi wilayah. Oleh sebab itu, keberlanjutan kebijakan yang berpihak pada masyarakat dinilai sangat strategis.
Dukungan Pemerintah untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap kelancaran musim mudik tahun ini melalui berbagai program stimulus ekonomi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa total dukungan mencapai Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN maupun non-APBN.
Dana tersebut digunakan untuk mengerek daya beli masyarakat agar tetap kuat selama periode Ramadhan dan Lebaran. Salah satu implementasinya adalah pemberian diskon tarif tiket pesawat rute domestik kelas ekonomi sebesar 17 hingga 18 persen.
Program ini dinilai lebih besar dibandingkan dengan periode Lebaran tahun sebelumnya maupun masa libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Pemerintah menargetkan kebijakan ini mampu menjangkau sekitar 3,3 juta penumpang di seluruh Indonesia.
Potongan harga tiket pesawat sebagian besar berasal dari pembebasan Pajak Pertambahan Nilai yang ditanggung pemerintah. Skema tersebut membuat komponen biaya perjalanan dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas layanan penerbangan.
Fasilitas PPN DTP tidak hanya mencakup tarif dasar tiket, tetapi juga biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge. Dengan adanya dukungan ini, struktur harga menjadi lebih kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat luas.
Kebijakan terpadu antara pemerintah dan maskapai diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan industri dan kebutuhan publik. Upaya ini sekaligus memperkuat peran sektor penerbangan sebagai penggerak konektivitas nasional.
Pada akhirnya, program diskon tiket pesawat mudik Lebaran 2026 bukan sekadar potongan harga semata. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar untuk menjaga mobilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memastikan tradisi mudik tetap berlangsung dengan aman dan terjangkau.