Artis

Harmoni Dalam Keberagaman: Potret Sepuluh Artis Muslim Merayakan Imlek Sebagai Simbol Toleransi

Harmoni Dalam Keberagaman: Potret Sepuluh Artis Muslim Merayakan Imlek Sebagai Simbol Toleransi
Harmoni Dalam Keberagaman: Potret Sepuluh Artis Muslim Merayakan Imlek Sebagai Simbol Toleransi

JAKARTA - Indonesia senantiasa dikenal sebagai zamrud khatulistiwa yang kaya akan jalinan budaya, suku, dan agama yang saling berkelindan dalam harmoni.

Salah satu momen yang paling menunjukkan kehangatan relasi antarbudaya tersebut terlihat jelas pada perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Di tengah kemeriahan lampion dan atraksi barongsai, terdapat fenomena yang menyejukkan hati di kalangan figur publik tanah air. Kehadiran para artis Muslim yang turut merayakan Imlek bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah manifestasi nyata dari indahnya toleransi dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang melampaui sekat-sekat perbedaan keyakinan.

Bagi para selebritas ini, merayakan Imlek adalah bentuk penghormatan terhadap akar budaya keluarga besar mereka. Sebagian besar dari mereka memiliki darah keturunan Tionghoa yang mengalir dalam tubuh, sehingga Imlek menjadi ajang silaturahmi yang sakral untuk berkumpul dengan orang tua, kakek-nenek, atau kerabat yang berbeda agama. Potret kebersamaan mereka yang diunggah ke ruang publik menjadi pesan damai bagi seluruh masyarakat, bahwa perbedaan iman bukanlah penghalang untuk tetap memupuk kasih sayang dan menjaga tradisi leluhur di tanah air.

Jejak Budaya dan Tradisi Kekeluargaan yang Melampaui Perbedaan Keyakinan

Salah satu nama yang selalu mencuri perhatian dalam setiap perayaan Imlek adalah keluarga besar Deddy Corbuzier. Sebagai seorang mualaf, Deddy tetap menjunjung tinggi tradisi leluhur dengan merayakan Imlek bersama putra dan kerabatnya. Momen ini menjadi bukti bahwa identitas keagamaan yang baru tidak lantas menghapus rasa hormat terhadap sejarah keluarga. Begitu pula dengan Roger Danuarta dan Cut Meyriska. Pasangan ini selalu tampil kompak dalam balutan busana khas Tionghoa saat Imlek, memberikan edukasi bagi anak-anak mereka tentang pentingnya menghargai keberagaman latar belakang orang tua mereka.

Tak ketinggalan, penyanyi berbakat Lyodra Ginting juga sering terlihat membagikan momen kebahagiaan Imlek. Meskipun ia seorang Muslim, lingkaran pertemanan dan profesionalitasnya yang luas membuatnya sering terlibat dalam perjamuan makan malam Imlek (reunion dinner). Kehadiran para artis ini dalam balutan busana cheongsam atau changshan bukan sekadar urusan fesyen, melainkan cara mereka merangkul identitas kultural yang telah membentuk karakter mereka sejak kecil. Di meja makan yang penuh dengan hidangan khas Imlek, yang tersaji bukan hanya makanan, tapi juga dialog antarbudaya yang hangat.

Simbolisme Busana Merah dan Tradisi Angpau dalam Balutan Toleransi

Perayaan Imlek di kalangan artis Muslim juga identik dengan nuansa warna merah yang melambangkan keberuntungan dan kegembiraan. Nama-nama seperti Soraya Larasati dan Junior Liem yang kini memeluk Islam, tetap terlihat antusias mengikuti tradisi membagi-bagikan angpau kepada anggota keluarga yang lebih muda. Bagi mereka, esensi angpau bukan pada nominalnya, melainkan pada simbol keberkahan dan berbagi kebahagiaan. Transformasi religius yang mereka jalani justru memperkaya cara mereka memandang tradisi ini sebagai bentuk syukur atas rezeki yang diterima sepanjang tahun.

Aktris senior Wulan Guritno juga sering terlihat merayakan momen ini bersama keluarga besarnya yang multikultural. Kehadiran mereka di tengah keluarga yang merayakan Imlek menjadi pemandangan yang sangat lazim di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa moderasi beragama di kalangan publik figur telah berjalan sangat baik. Mereka mampu memisahkan antara ranah akidah dengan ranah sosial-budaya, sehingga perayaan Imlek menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan nasional yang lebih inklusif dan ramah bagi siapa saja.

Dampak Positif Publikasi Momen Toleransi di Era Media Sosial

Publikasi potret-potret kebersamaan ini di media sosial memiliki dampak yang sangat positif bagi para pengikut mereka. Di tengah arus informasi yang terkadang rentan akan isu perpecahan, kehadiran 10 artis Muslim ini seolah menjadi oase yang menyejukkan. Mereka memberikan teladan bahwa toleransi tidak hanya cukup dibicarakan, tapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan dan pujian dari netizen yang membanjiri kolom komentar mereka menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia merindukan narasi-narasi damai seperti ini.

Dengan tetap menjaga identitas Muslim mereka, para artis ini membuktikan bahwa menghormati hari besar agama atau budaya lain adalah jembatan untuk menciptakan masyarakat yang lebih dewasa. Perayaan Imlek 2026 di kalangan selebritas ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keberagaman adalah kekayaan terbesar bangsa Indonesia. Melalui senyuman, doa, dan pelukan hangat antar anggota keluarga di hari raya Imlek, mereka telah melukis wajah Indonesia yang sebenarnya: sebuah bangsa yang besar karena kemampuannya untuk saling menghargai dalam perbedaan.

Menatap Masa Depan Indonesia yang Lebih Inklusif Melalui Budaya

Fenomena artis Muslim merayakan Imlek diharapkan terus berlanjut dan menjadi bagian dari budaya populer yang mengedukasi. Kebersamaan mereka adalah cermin dari semangat Bhinneka Tunggal Ika yang sesungguhnya. Ketika sekat-sekat perbedaan mulai mencair di meja makan dan perayaan hari besar, di situlah kekuatan bangsa ini akan semakin kokoh. Semoga pesan toleransi yang terpancar dari potret-potret indah para artis ini dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menjaga persatuan dan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menguatkan, bukan menjauhkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index