JAKARTA - Datangnya bulan Ramadan selalu disambut dengan persiapan matang oleh umat Islam di berbagai daerah. Salah satu persiapan utama yang tidak boleh dilewatkan adalah mengetahui jadwal imsakiyah sebagai panduan waktu ibadah harian.
Jadwal imsakiyah Ramadan 1447 H penting diketahui umat muslim selama Ramadan. Informasi jadwal imsak dan buka puasa ini menjadi panduan utama agar pelaksanaan ibadah Ramadan berjalan tertib dan sesuai waktu.
Melalui jadwal tersebut, umat Islam dapat memastikan kapan harus mulai menahan diri dari makan dan minum hingga waktu berbuka tiba. Ketepatan waktu menjadi bagian penting dalam menjaga kesempurnaan ibadah puasa.
Selain sebagai panduan teknis, jadwal imsakiyah juga membantu umat Islam mengatur aktivitas harian selama Ramadan. Dengan mengetahui waktu salat dan berbuka, keseimbangan antara ibadah dan pekerjaan dapat terjaga.
Keutamaan Sahur Sebelum Menjalankan Puasa
Sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat Islam disunnahkan untuk sahur. Aktivitas ini mengandung keberkahan dalam menjalankannya sebagaimana sabda Nabi dalam hadis riwayat Bukhari No. 1789 yang artinya, “Nabi Muhammad SAW bersabda; Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada berkah.”
Sahur bukan hanya sekadar makan sebelum berpuasa, tetapi juga merupakan amalan sunnah yang dianjurkan. Keberkahan sahur memberikan kekuatan fisik sekaligus nilai spiritual bagi orang yang menjalankannya.
Umat muslim juga dianjurkan menyantap makanan dan minuman sahur di akhir waktu. Maksudnya, mendekati waktu imsak agar tidak terlampau jauh dari masuknya waktu subuh.
Kebiasaan mengakhirkan sahur ini memberikan kemudahan bagi tubuh dalam menjalani puasa seharian penuh. Karena itu, mengetahui jadwal imsakiyah setiap hari selama bulan puasa menjadi sangat penting.
Rincian Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H Wilayah DKI Jakarta
Berikut ini jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi wilayah DKI Jakarta dimulai pada 19 Februari 2026. Hari pertama mencatat waktu imsak pukul 04.31, subuh 04.41, terbit 05.55, duha 06.22, zuhur 12.10, asar 15.20, magrib 18.18, dan isya 19.28.
Memasuki hari kedua pada 20 Februari 2026, waktu imsak menjadi 04.32 dan subuh 04.42 dengan waktu magrib tetap 18.18. Hari ketiga hingga kelima menunjukkan pola yang hampir serupa dengan pergeseran menit yang sangat kecil.
Tanggal 21 Februari hingga 23 Februari 2026 memiliki waktu imsak sekitar 04.32 dan subuh 04.42. Waktu magrib berangsur dari 18.17 hingga 18.17 dengan perubahan bertahap mengikuti pergerakan matahari.
Periode 24 Februari sampai 26 Februari 2026 menunjukkan waktu zuhur mulai berubah menjadi 12.09. Sementara itu waktu asar bergerak dari 15.16 hingga 15.15 dan magrib berada di kisaran 18.16 sampai 18.17.
Tanggal 27 Februari hingga 28 Februari 2026 mencatat imsak pukul 04.33 dan subuh 04.43. Waktu magrib mulai maju menjadi sekitar 18.15 hingga 18.16.
Memasuki awal Maret 2026, yakni 1 Maret hingga 3 Maret, jadwal menunjukkan pola stabil dengan imsak 04.33 dan subuh 04.43. Waktu zuhur berada di kisaran 12.08 hingga 12.09 dan magrib sekitar 18.14 sampai 18.15.
Tanggal 4 Maret sampai 6 Maret 2026 menunjukkan pergeseran kecil pada waktu asar dari 15.09 menjadi 15.08. Waktu isya juga berubah bertahap dari 19.23 menjadi 19.22.
Periode 7 Maret hingga 9 Maret 2026 memperlihatkan waktu magrib yang semakin maju menjadi sekitar 18.12. Hal ini menandakan durasi puasa sedikit berubah mengikuti peredaran waktu harian.
Tanggal 10 Maret sampai 12 Maret 2026 mencatat waktu zuhur sekitar 12.06 dan asar sekitar 15.10 hingga 15.11. Waktu isya juga bergeser menjadi 19.19 sampai 19.20.
Memasuki pertengahan Ramadan pada 13 Maret hingga 15 Maret 2026, waktu terbit mulai berubah menjadi 05.54. Waktu magrib berada di kisaran 18.09 sampai 18.10.
Tanggal 16 Maret sampai 18 Maret 2026 menunjukkan konsistensi waktu imsak di angka 04.33 lalu berubah menjadi 04.32. Pergeseran ini merupakan bagian dari siklus alami perhitungan waktu harian.
Menjelang akhir Ramadan pada 19 Maret dan 20 Maret 2026, waktu imsak berada di sekitar 04.32 dan subuh 04.42. Waktu magrib menjadi sekitar 18.07 dengan isya pada 19.15 hingga 19.16.
Seluruh jadwal tersebut menjadi pedoman lengkap umat Islam dalam menjalankan ibadah selama 30 hari Ramadan. Ketelitian mengikuti jadwal membantu menjaga kedisiplinan ibadah sejak sahur hingga salat malam.
Makna Imsak dan Pentingnya Disiplin Waktu
Imsak bukan berarti waktu mulai berpuasa, melainkan tanda kehati-hatian agar umat Islam menghentikan makan sebelum subuh. Dengan adanya waktu imsak, umat Islam memiliki jeda untuk mempersiapkan diri sebelum masuk waktu fajar.
Pemahaman tentang imsak membantu umat Islam lebih disiplin dalam mengatur sahur. Hal ini juga menghindarkan dari keraguan mengenai sah atau tidaknya puasa yang dijalankan.
Jadwal imsakiyah sekaligus menjadi pengingat harian agar ibadah dilakukan tepat waktu. Kedisiplinan ini merupakan bagian dari nilai pendidikan spiritual selama Ramadan.
Sunnah-Sunnah yang Dianjurkan Saat Sahur
Salah satu sunnah sahur adalah makan dan minum meskipun dalam jumlah sedikit. Berdasarkan hadis dari Abu Sa'id Al Khudri RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang sahur.
Artinya, “Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur).” Hadis ini menunjukkan bahwa sahur memiliki nilai yang sangat besar meskipun dilakukan secara sederhana.
Selain makan, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa ketika sahur. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menjelaskan bahwa waktu sepertiga malam terakhir merupakan saat mustajab untuk berdoa.
Artinya, “Rabb kita tabaraka wa ta'ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir.” Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT mengabulkan doa, memberi permintaan, dan mengampuni hamba-Nya yang memohon ampun.
Hal ini diperkuat oleh hadis lain yang menyebutkan bahwa Allah dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang sedang sahur. Keutamaan ini menjadikan waktu sahur sebagai momen istimewa yang tidak boleh disia-siakan.
Sunnah berikutnya adalah mengakhirkan waktu sahur hingga mendekati subuh. Rasulullah SAW dan para sahabat terbiasa melakukannya sebagai bentuk mengikuti keberkahan waktu tersebut.
Para sahabat jarang melewatkan sahur meski hanya dengan sebutir kurma. Kebiasaan sederhana ini menunjukkan bahwa nilai sahur terletak pada ketaatan, bukan pada banyaknya makanan.
Makan sahur dapat dilakukan kira-kira 15 menit sebelum imsak. Dalam hadis dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda, “Senantiasa umatku dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa.”
Menjadikan Jadwal Imsakiyah Sebagai Panduan Ibadah Harian
Dengan memahami jadwal imsakiyah secara menyeluruh, umat Islam dapat menjalankan Ramadan dengan lebih terarah. Setiap waktu yang tercantum bukan sekadar angka, tetapi penanda ritme ibadah yang membentuk kedisiplinan spiritual.
Jadwal tersebut membantu umat Islam menjaga keseimbangan antara ibadah wajib, sunnah, dan aktivitas duniawi. Ramadan pun dapat dijalani dengan lebih khusyuk, tertata, dan penuh makna.
Melalui panduan waktu yang jelas, umat Islam dapat memaksimalkan setiap detik di bulan suci. Dari sahur, salat, bekerja, hingga berbuka, semuanya berjalan dalam keteraturan yang bernilai ibadah.