Bank Mandiri

Bank Mandiri Masih Pertahankan Target Kredit 7-9 Persen Sambil Tunggu Arahan OJK Tahun 2026

Bank Mandiri Masih Pertahankan Target Kredit 7-9 Persen Sambil Tunggu Arahan OJK Tahun 2026
Bank Mandiri Masih Pertahankan Target Kredit 7-9 Persen Sambil Tunggu Arahan OJK Tahun 2026

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menegaskan hingga saat ini masih mengacu pada Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan pada Desember 2025. Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyebut revisi RBB bisa saja dilakukan di masa depan.

"Kita teruskan aja dengan RBB yang ada sekarang, nanti Juni mungkin baru kita lihat lah perkembangannya untuk revisi atau nggak," ujar Riduan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 18 Februari 2026. Dengan demikian, target pertumbuhan kredit Mandiri tetap berada di kisaran 7-9 persen pada tahun ini.

Kinerja Kredit Mandiri Melebihi Target Tahun Lalu

Riduan optimistis target kredit tahun ini tercapai karena perseroan selalu memacu kinerja lebih dari RBB. Pada 2025, kredit konsolidasi Mandiri tumbuh 13,4 persen secara tahunan, jauh melampaui target 8-10 persen yang ditetapkan.

"Masih lihat nanti, tapi kan kita selalu bekerja lebih dari RBB," tegas Riduan ketika ditanya mengenai kemungkinan revisi RBB 2026. Hal ini menunjukkan strategi bank lebih menekankan pada pencapaian kualitas dan kuantitas kredit daripada sekadar menyesuaikan target regulator.

Negosiasi OJK dengan Bank Nasional Untuk Revisi RBB

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menegosiasikan revisi RBB dengan perbankan nasional. Tujuannya agar target pertumbuhan kredit tahun 2026 mencapai 10-12 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan proses negosiasi masih berlangsung. Fokusnya termasuk semua jenis kredit, mulai dari kredit korporasi hingga kredit konsumer, agar target agregat tercapai.

Upaya OJK Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Strategi lain OJK adalah memperbaiki kualitas penyaluran kredit UMKM. Tahun lalu, kinerja kredit UMKM tercatat terkoreksi 0,3 persen secara tahunan, sehingga perlu dorongan lebih agresif.

OJK kini membangun jaringan dan koordinasi antarbank untuk memastikan penyaluran kredit UMKM lebih lancar. Dengan cara ini, pencapaian target kredit setiap bank bisa dipantau secara lebih efektif dari waktu ke waktu.

Proyeksi Pertumbuhan Kredit Mandiri vs Target OJK

InstitusiTarget Pertumbuhan Kredit 2026
OJK10-12%
Bank Mandiri7-9%

Tabel di atas menunjukkan perbedaan target kredit antara OJK dan Bank Mandiri. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan pendekatan antara regulator dan bank terhadap strategi ekspansi kredit.

Riduan menegaskan Mandiri akan tetap menjalankan RBB saat ini sambil memantau perkembangan pasar. Bank akan menilai kemungkinan revisi pada pertengahan tahun berdasarkan kondisi ekonomi dan peluang kredit.

Optimisme Mandiri Didukung Rekam Jejak Kinerja Kredit

Mandiri tetap optimistis target tercapai karena pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan kemampuan menyalurkan kredit lebih tinggi dari target. Pertumbuhan kredit konsolidasi 13,4 persen di 2025 membuktikan strategi bank efektif dalam menghadapi dinamika ekonomi.

Direktur Utama Mandiri menekankan bank selalu bekerja melebihi RBB untuk memastikan pertumbuhan kredit tetap sehat. Pendekatan ini juga membantu menjaga kualitas aset dan profitabilitas di tengah kondisi makro yang berfluktuasi.

Tantangan dan Strategi Perbankan Nasional

Bank-bank lain juga merespons arahan OJK dengan pendekatan masing-masing. Beberapa bank menyesuaikan target kredit untuk meningkatkan pertumbuhan, sementara Mandiri tetap memilih pendekatan konservatif.

Fokus konservatif Mandiri bertujuan menjaga stabilitas neraca dan kualitas kredit. Bank lebih mengutamakan pertumbuhan yang realistis daripada sekadar mengejar angka tinggi untuk memenuhi target regulator.

Peran Kredit UMKM dalam Target Nasional

Kredit UMKM menjadi fokus penting OJK untuk memperluas inklusi keuangan. Bank Mandiri dan bank lainnya diminta meningkatkan penyaluran ke UMKM agar target pertumbuhan kredit nasional bisa tercapai.

OJK membangun jaringan resmi antarbank untuk mempermudah koordinasi penyaluran kredit UMKM. Strategi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil menengah dan mendukung stabilitas ekonomi.

Pendekatan Mandiri dalam Menyusun Strategi Kredit 2026

Mandiri tetap menekankan pertumbuhan kredit yang selektif dan berkualitas. Strategi ini mencakup evaluasi portofolio kredit, manajemen risiko, dan fokus pada sektor yang memberikan profitabilitas optimal.

Bank juga memanfaatkan teknologi untuk menyalurkan kredit lebih efisien. Digitalisasi proses dan monitoring risiko menjadi kunci agar target kredit tercapai dengan aman.

Dengan tetap berpegang pada RBB saat ini, Mandiri memastikan pertumbuhan kredit lebih stabil. Pendekatan ini membantu bank menghadapi tantangan ekonomi sekaligus menjaga kepercayaan investor dan nasabah.

Sinergi Regulator dan Perbankan Diperlukan

Perbedaan target antara OJK dan Mandiri mencerminkan kebutuhan untuk sinergi yang lebih baik. Kolaborasi antara regulator dan perbankan penting untuk mencapai pertumbuhan kredit yang optimal dan inklusif.

Mandiri akan terus memantau perkembangan RBB sambil mengevaluasi peluang revisi di tengah tahun. Strategi ini diharapkan menyeimbangkan target pertumbuhan dengan kualitas kredit dan profitabilitas jangka panjang.

Dengan pendekatan yang tepat, target kredit nasional dapat dicapai tanpa mengorbankan stabilitas sektor perbankan. Sinergi OJK dan perbankan menjadi kunci keberhasilan pertumbuhan ekonomi melalui sektor keuangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index