Kemenkes

Panduan Ramadan Sehat Kemenkes Imbau Pilih Menu Berbuka Puasa Yang Tepat Dan Bergizi

Panduan Ramadan Sehat Kemenkes Imbau Pilih Menu Berbuka Puasa Yang Tepat Dan Bergizi
Panduan Ramadan Sehat Kemenkes Imbau Pilih Menu Berbuka Puasa Yang Tepat Dan Bergizi

JAKARTA - Memasuki bulan suci Ramadan, menjaga kebugaran tubuh menjadi prioritas utama agar ibadah dapat berjalan dengan lancar hingga hari kemenangan tiba. Salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan puasa adalah bagaimana kita memperlakukan tubuh saat waktu berbuka tiba.

Melalui imbauan resminya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya mengutamakan rasa lapar saat memilih hidangan, tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan nutrisi agar sistem pencernaan tetap terjaga dan energi tubuh kembali pulih secara optimal.

Seringkali, euforia saat mendengar beduk magrib membuat kita cenderung kalap dalam menyantap makanan yang manis, berlemak, atau digoreng secara berlebihan. Kebiasaan ini jika dilakukan terus-menerus dapat berdampak buruk pada kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, penting untuk memahami urutan dan jenis makanan yang seharusnya masuk ke dalam perut setelah seharian penuh beristirahat dari asupan nutrisi.

Urutan Konsumsi Makanan Yang Ideal Saat Membatalkan Puasa

Langkah pertama yang disarankan adalah memulai dengan cairan untuk menghidrasi tubuh yang telah kehilangan banyak air selama lebih dari 12 jam. Air putih suhu ruang menjadi pilihan terbaik dibandingkan air es yang terlalu dingin, karena air suhu ruang lebih ramah bagi lambung yang sedang kosong. Setelah itu, konsumsi buah-buahan yang memiliki rasa manis alami, seperti kurma, sangat dianjurkan.

Kurma bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki kandungan glukosa alami yang mudah diserap oleh tubuh untuk mengembalikan kadar gula darah dengan cepat namun tetap stabil. Kemenkes menekankan agar masyarakat menghindari konsumsi minuman yang mengandung gula tambahan secara berlebihan atau santan yang kental di awal waktu berbuka. Berikan jeda waktu bagi lambung untuk beradaptasi sebelum nantinya berlanjut ke hidangan yang lebih berat setelah melaksanakan ibadah salat Magrib.

Prinsip Gizi Seimbang Untuk Menu Makan Malam Pasca Berbuka

Setelah lambung "dipanaskan" dengan takjil yang ringan, makan malam harus tetap mengikuti prinsip gizi seimbang. Porsi piring makan sebaiknya terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, serta serat dari sayuran. Serat sangat krusial selama bulan puasa untuk mencegah sembelit dan menjaga rasa kenyang lebih lama. Hindari makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam di malam hari guna mencegah risiko asam lambung yang bisa mengganggu kenyamanan istirahat dan sahur nantinya.

Pesan utama dalam "Ramadan sehat Kemenkes imbau pilih menu berbuka puasa yang tepat" adalah moderasi. Mengonsumsi gorengan boleh saja, namun frekuensinya harus dibatasi dan diimbangi dengan metode pengolahan makanan lain seperti dikukus atau direbus. Dengan menjaga pola makan yang teratur dan bergizi, metabolisme tubuh akan tetap stabil, sehingga kita tidak mudah merasa lemas atau mengantuk secara berlebihan setelah berbuka.

Pentingnya Menjaga Hidrasi Sepanjang Malam Hingga Waktu Sahur

Kesehatan di bulan Ramadan tidak hanya ditentukan saat berbuka, tetapi juga dari kecukupan air yang masuk ke dalam tubuh sepanjang malam. Strategi minum air putih dengan pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur) tetap menjadi pedoman yang sangat efektif untuk mencegah dehidrasi. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat kulit tetap segar dan fungsi organ tetap berjalan maksimal meski sedang berpuasa.

Selain air putih, konsumsi buah-buahan yang tinggi kandungan airnya seperti semangka atau melon juga bisa menjadi tambahan hidrasi yang menyenangkan. Kemenkes berharap dengan adanya edukasi mengenai pemilihan menu yang tepat ini, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan tahun ini dengan tubuh yang jauh lebih sehat dan bugar. Kesadaran untuk memilih nutrisi yang baik adalah bentuk investasi kesehatan jangka panjang, bahkan setelah bulan suci ini berakhir.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index