Harga Cabai

Harga Cabai Rawit Merah Melonjak Tajam Rp120.000 per Kilogram, Konsumen dan Pedagang Harus Waspada

Harga Cabai Rawit Merah Melonjak Tajam Rp120.000 per Kilogram, Konsumen dan Pedagang Harus Waspada
Harga Cabai Rawit Merah Melonjak Tajam Rp120.000 per Kilogram, Konsumen dan Pedagang Harus Waspada

JAKARTA - Harga cabai rawit merah kembali melonjak tajam dan jauh melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP). Data Panel Harga Nasional Badan Pangan Nasional pukul 08.45 WIB mencatat harga rata-rata nasional Rp73.398 per kilogram, meningkat 30,71% dari batas atas HAP Rp57.000 per kilogram.

Kenaikan Drastis di Beberapa Daerah

Kenaikan harga lebih ekstrem terjadi di wilayah perkotaan dan sekitarnya. Di DKI Jakarta, harga cabai rawit merah menembus Rp120.000 per kilogram, Banten Rp100.000 per kilogram, dan Jawa Barat Rp96.400 per kilogram.

Lonjakan harga ini terjadi meski pemerintah sudah melakukan intervensi di pasar induk Kramat Jati, Jakarta. Pasokan cabai rawit merah dijual Rp55.000 per kilogram sebagai upaya menahan lonjakan harga di pasaran.

Upaya Pemerintah Menstabilkan Pasokan

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan pasokan cabai didatangkan dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat. “Pasokan hari ini sekitar 980 kilogram berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Besok insyaallah akan datang lagi dari Bandung, Sumedang, dan Cianjur,” ujar Agung.

Kebijakan intervensi ini dirancang agar harga konsumen tetap stabil dan petani memperoleh margin wajar. Pemerintah menargetkan harga di tingkat konsumen maksimal Rp65.000 per kilogram.

Harga cabai rawit merah ditetapkan Rp50.000/kg di tingkat petani dan Rp56.000/kg di Pasar Induk Kramat Jati. Langkah ini diharapkan menahan harga eceran tetap terkendali.

Perbandingan dengan Komoditas Lain

Lonjakan harga cabai rawit merah berbeda dengan cabai merah keriting yang masih di bawah HAP. Harga cabai merah keriting tercatat Rp43.300 per kilogram, 21,27% lebih rendah dari batas atas HAP Rp55.000.

Mayoritas komoditas pangan lainnya masih stabil di bawah batas acuan pemerintah. Beras premium dijual Rp15.412 per kilogram, lebih rendah 2,46% dari HET, sementara beras medium Rp13.197 per kilogram atau turun 14,86%.

Beras SPHP berada di Rp12.385 per kilogram, lebih rendah 8,26% dari HET tertinggi. Di kelompok hortikultura, bawang merah tercatat Rp39.789 per kilogram, turun 4,12% dari HAP tertinggi, sedangkan bawang putih bonggol Rp37.850 per kilogram, turun 5,38%.

Komoditas Protein dan Minyak Goreng

Harga daging sapi murni berada di Rp138.369 per kilogram, sedikit lebih rendah 1,17% dari HAP. Daging ayam ras tercatat Rp40.299 per kilogram atau 0,75% lebih tinggi, sementara telur ayam ras Rp30.974 per kilogram, naik 3,25% dari HAP.

Minyakita masih diperdagangkan di atas HET, yakni Rp16.690 per liter, naik 6,31% dari acuan. Sementara gula konsumsi tercatat Rp18.035 per kilogram, lebih rendah 2,51% dari batas atas HAP.

Lonjakan harga cabai rawit merah menimbulkan tekanan bagi konsumen dan pedagang. Intervensi pemerintah melalui penyaluran pasokan di pasar induk dan harga acuan diharapkan mampu menahan laju kenaikan sementara.

Pemantauan pasokan dari berbagai daerah terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan cabai mencukupi. Konsumen dan pedagang diharapkan tetap mendapat pasokan yang memadai tanpa harus menghadapi harga yang melambung di pasar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index