JAKARTA - PT Timah (Persero) Tbk semakin intensif mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menyasar bank sampah serta komunitas pengelola sampah di wilayah operasional.
Dukungan Berkelanjutan untuk Bank Sampah Tanjung Elok Bersahabat
Salah satu fokus PT TIMAH adalah Bank Sampah Tanjung Elok Bersahabat di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Perusahaan membantu pengurus bank sampah dengan penyediaan sarana-prasarana, modal awal, dan rehabilitasi kantor agar operasional berjalan optimal.
Wakil Ketua Bank Sampah Tanjung Elok Bersahabat, Bambang Setiabudi, menyampaikan bahwa bantuan PT Timah mencakup timbangan, peralatan kebersihan, serta modal awal untuk membeli sampah dari warga. Bahkan kantor bank sampah yang sebelumnya bekas kantor lurah lama diperbaiki sehingga layak digunakan.
Hingga saat ini, PT TIMAH masih mendorong keterlibatan karyawan dalam menyetorkan sampah ke bank sampah. Dukungan berkelanjutan ini diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Penguatan Bank Sampah Nelayan Berseri di Sungailiat
Selain itu, PT TIMAH juga aktif mendukung Bank Sampah Basayan Berseri di Lingkungan Nelayan II, Kelurahan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Perusahaan memberikan bantuan berupa sepeda motor untuk meningkatkan layanan pengumpulan sampah agar lebih luas jangkauannya.
Ketua kelompok Bank Sampah Basayan Berseri, Mastura, mengatakan sejak berdiri pada 2020, bank sampah ini telah memiliki ratusan nasabah. Bantuan dari PT TIMAH, berupa peralatan operasional, membantu mereka mencatat setiap setoran sampah ke dalam buku tabungan sehingga masyarakat sekaligus menabung.
Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat lebih terdorong untuk aktif menyetorkan sampah rumah tangga. Hal ini memperkuat ekonomi sirkular sekaligus mendukung kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Dukungan Armada untuk Bank Sampah Nyiur Karya Lestari
PT TIMAH juga menyerahkan satu unit motor roda tiga kepada Bank Sampah Nyiur Karya Lestari di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Bantuan ini diperuntukkan bagi pengangkutan dan pengumpulan sampah, agar pengelolaan sampah lebih efisien dan efektif.
Ketua pengurus Bank Sampah Nyiur Karya Lestari, Sri Yusmala, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan PT TIMAH. Selama ini armada terbatas hanya memungkinkan pengangkutan sampah di tiga dusun, yakni Dusun Sawah, Dusun Sekip, dan Dusun Terang Bulan.
Dengan tambahan armada, jumlah dusun yang bisa dilayani akan meningkat secara signifikan. Hal ini diharapkan memperluas jangkauan pengelolaan sampah dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
Peran TJSL dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat
Program TJSL PT TIMAH tidak hanya membantu operasional bank sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Inisiatif ini mendorong warga untuk secara aktif memilah, menyetorkan, dan menabung melalui sampah mereka.
Dengan keterlibatan aktif perusahaan dan masyarakat, pengelolaan sampah dapat menjadi kegiatan produktif sekaligus ramah lingkungan. Model ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan bank sampah lain di wilayah Bangka Belitung maupun di daerah lain.
Program TJSL PT TIMAH memperlihatkan bahwa kolaborasi antara BUMN dan komunitas lokal dapat menciptakan dampak nyata. Pengelolaan sampah yang lebih sistematis sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Selain itu, dukungan armada dan peralatan operasional mempermudah proses pengumpulan sampah. Hal ini memungkinkan bank sampah menjangkau lebih banyak titik dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Langkah PT TIMAH juga mendemonstrasikan tanggung jawab sosial perusahaan yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan. Dengan pendekatan ini, dampak sosial dan ekologis dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan lingkungan sekitar.
Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa investasi pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat bukan hanya mendukung lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal. Bank sampah menjadi sarana pemberdayaan sekaligus edukasi bagi warga untuk hidup lebih bersih dan berkelanjutan.
Dengan strategi yang konsisten, PT TIMAH membuktikan bahwa peran BUMN dalam program TJSL dapat memperkuat masyarakat, menjaga lingkungan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Keberlanjutan dukungan ini menjadi kunci agar pengelolaan sampah tetap berjalan efektif dan memberi manfaat jangka panjang.