Adhi Karya

Adhi Karya Siap Manfaatkan Penambahan Anggaran dan Proyek KPBU Untuk Tingkatkan Kinerja Infrastruktur Nasional 2026

Adhi Karya Siap Manfaatkan Penambahan Anggaran dan Proyek KPBU Untuk Tingkatkan Kinerja Infrastruktur Nasional 2026
Adhi Karya Siap Manfaatkan Penambahan Anggaran dan Proyek KPBU Untuk Tingkatkan Kinerja Infrastruktur Nasional 2026

JAKARTA - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melaporkan capaian nilai kontrak senilai Rp 2,6 triliun hingga Mei 2025. Penurunan ini menjadi sorotan karena dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, nilai kontrak Januari–Mei 2024 mencapai Rp 9,4 triliun.

Komposisi Sumber Pendanaan Proyek ADHI

Dari total kontrak, 23% bersumber dari APBN, sementara proyek BUMN/D menyumbang 56%. Sisanya berasal dari pihak swasta sebesar 20% dan pinjaman (loan) sebesar 1%, mencerminkan diversifikasi portofolio perseroan.

Sekretaris Perusahaan ADHI, Rozi Sparta, menjelaskan bahwa penurunan kontrak 72% dibanding tahun sebelumnya disebabkan refocusing anggaran pemerintah terhadap proyek infrastruktur. Hal ini menjadi tantangan sekaligus mendorong ADHI untuk lebih selektif dalam pengelolaan proyek.

Optimisme Atas Peningkatan Anggaran Kementerian PUPR

ADHI menyambut baik kenaikan anggaran Kementerian PUPR menjadi Rp 73,68 triliun, naik signifikan dari awalnya Rp 50,48 triliun. Rozi menilai tambahan anggaran ini dapat mempercepat pelaksanaan proyek infrastruktur nasional yang tengah berjalan.

Perseroan menegaskan akan memanfaatkan peluang tersebut secara optimal untuk mendorong peningkatan kinerja. Strategi ini meliputi penentuan prioritas proyek dan manajemen risiko yang cermat agar hasil optimal dapat dicapai.

Peluang Proyek KPBU Sebagai Katalis Pertumbuhan

Selain proyek reguler, ADHI juga menyambut baik proyek berbasis skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp 83 triliun. Skema ini menawarkan peluang besar bagi ADHI untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur strategis dengan risiko yang dapat dikelola.

Dengan pengalaman sebelumnya dalam proyek KPBU, perseroan berkomitmen memanfaatkan setiap peluang yang ada. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi ADHI di sektor konstruksi nasional sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur.

Strategi Optimalisasi Kinerja dan Manajemen Risiko

ADHI menekankan pentingnya pengelolaan risiko yang matang dalam setiap proyek yang dijalankan. Hal ini termasuk evaluasi anggaran, kapasitas sumber daya, dan kesiapan operasional untuk memastikan proyek berjalan sesuai target dan kualitas yang ditetapkan.

Perseroan juga menyiapkan strategi diversifikasi proyek agar tidak bergantung pada satu jenis sumber pendanaan. Pendekatan ini membantu ADHI menjaga stabilitas keuangan dan kinerja di tengah fluktuasi anggaran pemerintah maupun pasar swasta.

Harapan untuk Peningkatan Kinerja Tahun Ini

Rozi menegaskan bahwa seluruh peluang proyek, baik dari APBN, BUMN/D, swasta maupun KPBU, akan dimanfaatkan secara optimal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja ADHI sepanjang tahun 2026 dan memperkuat kontribusi perseroan terhadap pembangunan infrastruktur nasional.

Selain itu, perseroan juga akan terus memantau kebijakan pemerintah dan dinamika pasar konstruksi. Hal ini agar strategi yang dijalankan tetap adaptif dan mampu menghadapi perubahan kondisi ekonomi maupun kebijakan fiskal.

Prospek ADHI ke Depan

Meskipun nilai kontrak turun dibanding tahun sebelumnya, ADHI tetap optimistis memanfaatkan peluang dari kenaikan anggaran Kementerian PUPR dan proyek KPBU. Kombinasi strategi optimalisasi proyek dan manajemen risiko diyakini akan mendorong pertumbuhan kinerja perseroan di sektor infrastruktur nasional.

Perseroan berkomitmen menjaga kualitas dan efektivitas pelaksanaan proyek. Dengan pendekatan ini, ADHI berharap dapat meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan jangka panjang sekaligus mempertahankan posisi sebagai salah satu BUMN konstruksi terdepan di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index