JAKARTA - Kementerian Pertanian mendorong distribusi bibit ayam day old chick (DOC) di Kabupaten Pati agar berjalan transparan dan adil. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjamin bagi peternak menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan pemerintah hadir sebagai fasilitator dan pembina. Tujuannya adalah memastikan tata niaga DOC berjalan sehat, berkeadilan, serta sesuai ketentuan yang berlaku.
Rapat Koordinasi Untuk Memperkuat Pasokan Peternak Mandiri
Pertemuan antara perusahaan pembibitan unggas dan peternak mandiri digelar di Kabupaten Pati. Acara ini difokuskan untuk memperbaiki distribusi DOC dan memberikan kepastian bagi peternak.
Agung Suganda bersama Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memimpin rapat koordinasi terkait kebutuhan dan suplai DOC broiler. Forum ini sepakat memberikan akses DOC kepada peternak secara lebih adil dan transparan.
Peran Pemerintah Daerah dan Organisasi Peternak
Koordinasi difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Pati dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini melibatkan Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) serta Persaudaraan Peternak Mandiri Pantura (PPMP).
Agung menekankan bahwa kesepakatan tidak cukup hanya tertulis di atas kertas. Yang terpenting adalah konsistensi pelaksanaannya di lapangan agar manfaat nyata dirasakan peternak.
Pengawasan Distribusi dan Kepastian Pasokan
Pemerintah menegaskan pengawasan distribusi DOC akan diperkuat agar kesepakatan berjalan efektif. Hal ini menjadi kunci agar pasokan bibit ayam tetap lancar dan terkontrol.
Para peternak mandiri menyampaikan rasa puas karena mendapat kepastian pasokan DOC. Kondisi ini diharapkan mendukung keberlanjutan usaha mereka secara berkesinambungan.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Kebutuhan Peternak
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memastikan pemerintah daerah akan mengawal pelaksanaan hasil pertemuan. Langkah ini dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan peternak di Pati.
Diperkirakan pasokan DOC sekitar 1.000 box per minggu, dengan 1 box berisi 100 ekor DOC. Pasokan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan peternak sekaligus menjaga kestabilan harga ayam.
Harapan Peternak dan Tindak Lanjut Kesepakatan
Sekretaris Jenderal PPMP, Barry, mengapresiasi fasilitasi pemerintah yang mempertemukan semua pihak terkait. Menurutnya, langkah ini memberi harapan baru bagi peternak mandiri dalam menjalankan usaha mereka.
Ketua IV GPPU, Asrokh Nawawi, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut. Proses verifikasi peternak mandiri yang membutuhkan DOC menjadi langkah awal implementasi komitmen.
Komitmen Bersama dan Rencana Distribusi
Dalam dokumen komitmen bersama, disepakati kebutuhan DOC ayam ras pedaging untuk anggota PPMP dipenuhi secara kontinu. Distribusi dilakukan berdasarkan daftar pemesanan dan jadwal chick in minimal 1.000 box per minggu.
Komitmen ini juga mencakup inventarisasi ketersediaan DOC serta optimalisasi distribusi ke peternak anggota PPMP. Pelaksanaan dimulai pada akhir Februari 2026 dengan tujuan memastikan alur pasokan berjalan lancar.
Mekanisme Bisnis dan Kepastian Pasokan Tanpa Bundling Pakan
Pemenuhan kebutuhan DOC tetap mengikuti mekanisme bisnis yang berlaku. Kesepakatan ini menegaskan distribusi dilakukan tanpa bundling pakan dan berdasarkan kesepakatan semua pihak.
Langkah ini memastikan para peternak mandiri dapat memperoleh DOC dengan mudah. Selain itu, pemerintah dan organisasi terkait memiliki kontrol penuh terhadap distribusi agar tepat sasaran.
Dampak Positif bagi Ketahanan Pangan Nasional
Distribusi DOC yang terjamin transparan dan adil diharapkan mendukung ketahanan pangan nasional. Pasokan ayam yang stabil akan menjaga harga tetap terkendali, khususnya saat Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Sinergi antara pemerintah, perusahaan pembibitan, dan peternak mandiri menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi ini sekaligus memberikan model tata niaga sehat bagi sektor peternakan nasional.
Langkah Strategis Menghadapi Musim Ramadhan dan Idul Fitri
Pemerintah terus memantau realisasi distribusi DOC agar sesuai jadwal dan kuantitas yang dijanjikan. Fokusnya adalah mencegah kekurangan pasokan yang dapat memengaruhi harga ayam di pasar.
Peternak pun merasa lebih tenang karena ada kepastian pasokan yang jelas. Hal ini memberi ruang bagi mereka untuk merencanakan usaha dan investasi lebih matang menjelang momen besar tersebut.
Peran Organisasi Peternak dalam Menjamin Kebutuhan Anggota
PPMP dan GPPU memiliki peran strategis dalam memverifikasi kebutuhan anggotanya. Koordinasi ini memastikan DOC tersalurkan tepat waktu dan sesuai jumlah yang dibutuhkan.
Langkah ini juga menumbuhkan kepercayaan antara peternak mandiri dan perusahaan pembibitan. Kejelasan mekanisme distribusi membuat seluruh pihak merasa aman dan terlindungi.
Peningkatan Kesejahteraan Peternak Melalui Kepastian Pasokan
Dengan distribusi DOC yang lebih adil, kesejahteraan peternak mandiri meningkat. Mereka dapat merencanakan usaha dengan lebih pasti tanpa khawatir kekurangan bibit.
Keberhasilan implementasi kesepakatan ini menjadi bukti sinergi efektif antara pemerintah, peternak, dan industri. Model ini dapat diterapkan di daerah lain untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.