JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan strategi komprehensif untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026. Perusahaan menyediakan total kapasitas angkutan penumpang mencapai 61,8 juta tempat duduk dan menambah frekuensi perjalanan kereta api sebesar dua persen.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, memastikan sarana dan prasarana operasional siap melayani masyarakat. Masa Angkutan Lebaran tahun ini berlangsung selama 22 hari, mulai tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026.
“Hari Raya adalah momentum mobilitas nasional. KAI memastikan kapasitas, kesiapan sarana prasarana, serta sistem operasional berjalan solid agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar,” ujar Bobby pada Senin, 23 Februari 2026.
Distribusi Kapasitas Kereta dan Fokus KAI Commuter
KAI Commuter menjadi porsi terbesar dengan kapasitas mencapai 50.244.436 penumpang untuk wilayah Jabodetabek. Sedangkan layanan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal menyediakan 4.498.696 kursi bagi para pemudik.
Hingga Senin pagi, 23 Februari 2026, sebanyak 1.659.819 tiket perjalanan sudah terjual. Tingkat okupansi mencapai 42,85 persen dari total kapasitas yang tersedia, menandakan antusiasme masyarakat untuk mudik tahun ini.
Perusahaan juga menyiapkan stimulus berupa diskon tiket 30 persen untuk 1.285.056 kursi ekonomi reguler tambahan. Program “Mudik Asyik Bersama BUMN” turut menyediakan 480 kursi khusus pada tanggal 17 Maret 2026.
Penguatan Keselamatan dan Pemeriksaan Sarana
Petugas KAI melakukan pemeriksaan sarana secara menyeluruh bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hal ini dilakukan untuk menjamin standar pelayanan minimum tetap terjaga selama Angkutan Lebaran 2026.
Selain itu, KAI memfasilitasi 56.392 kursi program angkutan motor gratis milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Langkah ini mendukung pemudik yang membawa kendaraan bermotor agar tetap aman dan nyaman.
Posko Terpadu Angkutan Lebaran akan dioperasikan mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Sekitar 3.500 petugas tambahan dikerahkan untuk menjaga keselamatan, kebersihan, dan kelancaran operasional di stasiun maupun jalur perlintasan.
Sistem Digital dan Penyesuaian Kapasitas
Penjualan tiket digital diperkuat dengan infrastruktur baru yang mampu menangani hingga 25.000 transaksi pembayaran setiap menit. Penyesuaian kapasitas dilakukan secara aktual untuk menjaga stabilitas sistem saat trafik pemesanan sedang padat.
Sistem digital ini diharapkan meminimalkan antrean dan meningkatkan pengalaman pemesanan tiket bagi masyarakat. KAI menekankan bahwa integrasi teknologi menjadi bagian dari strategi menghadapi lonjakan arus mudik.
“Alhamdulillah tiket kereta Jakarta-Solo sudah didapat. Harapannya perjalanan mudik tahun ini aman dan lancar,” kata calon penumpang, Arianti. Pernyataan ini mencerminkan kepuasan awal penumpang terhadap kesiapan KAI menghadapi musim mudik.
Kesiapan SDM dan Perencanaan Operasional
“KAI Group bergerak dengan perencanaan matang, penguatan sistem, serta kesiapan Insan perusahaan di seluruh lini agar Angkutan Lebaran 2026 berjalan tertib, aman, dan terkendali,” ujar Bobby. Perusahaan menekankan peran SDM sebagai ujung tombak dalam memastikan perjalanan mudik berjalan lancar.
Penguatan sumber daya manusia termasuk pelatihan, penambahan petugas, serta koordinasi lintas unit operasional. Semua upaya ini bertujuan menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan penumpang selama periode mudik Lebaran 2026.
Strategi yang diterapkan KAI menunjukkan kesiapan menyeluruh dalam menghadapi arus mudik. Dari kapasitas, frekuensi perjalanan, digitalisasi tiket, hingga kesiapan SDM dan sarana prasarana, semua dilakukan demi memastikan mobilitas masyarakat berjalan lancar dan aman.
KAI menegaskan bahwa fokus utama adalah pelayanan optimal bagi pemudik, baik yang menggunakan layanan jarak jauh maupun commuter. Integrasi strategi operasional dan digital menjadi kunci keberhasilan Angkutan Lebaran tahun ini.