Fadli Zon

Fadli Zon Terima Werner Weiglein, Upaya Memperkuat Diplomasi Budaya Indonesia di Dunia

Fadli Zon Terima Werner Weiglein, Upaya Memperkuat Diplomasi Budaya Indonesia di Dunia
Fadli Zon Terima Werner Weiglein, Upaya Memperkuat Diplomasi Budaya Indonesia di Dunia

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima kunjungan Werner Weiglein, pemerhati dan pencinta budaya Indonesia asal Jerman, di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Fadli Zon mengapresiasi dedikasi Werner yang telah puluhan tahun mempromosikan kekayaan budaya Nusantara di Eropa. “Beliau mendata koleksi ini sekaligus menuliskannya menjadi narasi yang cukup lengkap,” kata Menbud Fadli, Rabu, 26 Februari 2026.

Museum Papua sebagai Wahana Diplomasi Budaya

Werner Weiglein dikenal sebagai pendiri sekaligus pengelola Museum Papua di Gelnhausen, Jerman. Museum tersebut menyimpan koleksi etnografi Papua yang memiliki nilai penting dalam memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Sejak tahun 1970-an, Werner telah mengoleksi berbagai benda budaya dari Indonesia. Pada dekade 1980-an, ia melakukan perjalanan dan ekspedisi ke wilayah Sulawesi dan Papua untuk mendokumentasikan budaya lokal.

Pengalaman perjalanan itu dituangkan Werner dalam karya tulis yang mendokumentasikan kekayaan budaya yang ditemuinya. Dokumentasi ini menjadi salah satu sumber penting bagi studi budaya Nusantara di Eropa.

Dedikasi dan Rekor Pendakian

Selain kiprah di bidang budaya, Werner juga memegang rekor pendakian ke Puncak Carstensz di Pegunungan Jayawijaya sebanyak 36 kali. Aktivitas ini menunjukkan kedekatan Werner dengan alam Indonesia, bukan hanya budaya, tetapi juga lanskap alam yang unik.

Kombinasi antara pengamatan budaya dan ekspedisi alam membuat Werner memiliki perspektif menyeluruh terhadap kekayaan Nusantara. Hal ini menjadi inspirasi bagi diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.

Peran Diplomasi Budaya Indonesia

Melalui pertemuan ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmen memperkuat jejaring diplomasi budaya dengan mitra internasional. Upaya pelestarian, dokumentasi, dan promosi budaya Indonesia di luar negeri menjadi bagian dari strategi pemajuan kebudayaan sebagai soft power bangsa.

Fadli Zon menekankan pentingnya membangun kerja sama dengan museum, akademisi, dan kolektor di luar negeri. Hal ini dapat memperluas jangkauan budaya Indonesia sekaligus menarik minat global terhadap warisan Nusantara.

Karya Buku Werner Weiglein

Menbud mengapresiasi buku karya Werner berjudul Expeditionen durch Indonesien. Buku yang ditulis bersama Herwig Zahorka ini menyuguhkan kekayaan budaya dan keragaman sosial Indonesia secara lengkap dan mendetail.

Werner memadukan dokumentasi visual dengan narasi komprehensif yang bersifat edukatif. “Kita bisa melakukan lebih dari ini dan semua foto dalam buku ini adalah foto sendiri,” jelas Werner, menunjukkan dedikasi dan autentisitas karya.

Buku ini menjadi jembatan diplomasi budaya antara Indonesia dan Eropa. Melalui publikasi, masyarakat internasional dapat memahami nilai-nilai budaya, tradisi, dan kehidupan sosial Indonesia dengan lebih mendalam.

Jejaring Diplomasi dan Soft Power

Pertemuan ini juga menjadi sarana menegaskan strategi soft power Indonesia di dunia. Promosi budaya tidak hanya tentang pelestarian, tetapi juga penguatan citra bangsa di kancah global.

Kolaborasi dengan individu seperti Werner Weiglein memungkinkan Indonesia memperluas jejaring internasional. Museum, publikasi, dan dokumentasi menjadi alat penting untuk membangun pemahaman budaya lintas negara.

Kementerian Kebudayaan menekankan bahwa diplomasi budaya tidak hanya bersifat formal, tetapi juga personal. Pertemuan langsung dengan pemerhati budaya internasional seperti Werner membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Selain itu, pemanfaatan karya dan dokumentasi Werner dapat digunakan untuk program pendidikan dan penelitian. Hal ini memberi nilai tambah bagi mahasiswa, peneliti, dan masyarakat yang ingin mempelajari kebudayaan Indonesia secara mendalam.

Pertemuan ini juga menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta atau individu untuk pelestarian budaya. Strategi kolaboratif dianggap lebih efektif dalam menyebarkan budaya Indonesia ke dunia internasional.

Dalam jangka panjang, diplomasi budaya yang kuat dapat mendukung sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif. Indonesia dapat memanfaatkan aset budaya untuk meningkatkan citra positif dan menarik investasi di bidang seni dan budaya.

Kegiatan seperti ini diharapkan mendorong lebih banyak museum dan kolektor di luar negeri untuk bekerja sama dengan Indonesia. Setiap kerja sama membuka peluang baru bagi promosi warisan budaya yang autentik dan beragam.

Pertemuan dengan Werner Weiglein juga menekankan pentingnya dokumentasi digital dan fisik. Dokumentasi ini akan membantu generasi mendatang memahami kekayaan budaya Indonesia secara akurat dan menyeluruh.

Kementerian Kebudayaan menegaskan akan terus mendukung upaya individu yang mempromosikan budaya Indonesia di luar negeri. Dukungan ini sejalan dengan strategi memperkuat jejaring diplomasi budaya nasional.

Werner Weiglein menjadi contoh nyata bagaimana individu internasional dapat berperan aktif dalam melestarikan budaya Indonesia. Dedikasinya menunjukkan bahwa diplomasi budaya tidak mengenal batas negara, tetapi dapat terjalin melalui minat, penelitian, dan apresiasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index