Prakiraan Cuaca Jumat Awal Tahun, Hujan Berpotensi Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia

Jumat, 02 Januari 2026 | 09:58:36 WIB
Prakiraan Cuaca Jumat Awal Tahun, Hujan Berpotensi Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia

JAKARTA - Memasuki Jumat di awal tahun, kondisi atmosfer di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan dinamika yang perlu dicermati masyarakat. Sejumlah daerah diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas beragam, mulai dari ringan hingga lebat disertai petir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memproyeksikan bahwa hujan masih menjadi fenomena dominan di sebagian besar wilayah Tanah Air. Pola cuaca ini diperkirakan terjadi secara merata dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

Prakirawan BMKG Adelia menyampaikan bahwa potensi hujan tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat sejak pagi hari. Informasi ini disampaikan dalam tayangan prakiraan cuaca yang dipantau di Jakarta pada Jumat pagi.

"Mayoritas wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi pada Jumat, mulai dari hujan ringan hingga hujan lebat disertai petir," kata Adelia.

Sebaran Wilayah dengan Potensi Hujan Ringan hingga Sedang

Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra. Kondisi serupa juga diperkirakan meliputi Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

Selain wilayah tersebut, hujan ringan juga berpeluang mengguyur sebagian Kalimantan. Situasi ini menunjukkan bahwa wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi juga tidak luput dari potensi hujan.

"Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sulawesi, Ternate, dan sebagian besar Papua," ucapnya.

Dengan sebaran yang cukup luas, masyarakat di wilayah timur Indonesia juga diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca. Aktivitas luar ruangan perlu disesuaikan agar tetap aman dan nyaman.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di beberapa wilayah tertentu. Bengkulu, Serang, dan Tanjung Selor termasuk daerah yang masuk dalam kategori tersebut.

Selain wilayah barat dan tengah Indonesia, hujan sedang juga berpotensi mengguyur wilayah paling timur. Merauke di Papua Selatan menjadi salah satu daerah yang diprakirakan mengalami kondisi tersebut.

Selain hujan, dinamika cuaca juga menunjukkan adanya wilayah dengan potensi awan tebal. Kondisi ini dapat memengaruhi jarak pandang dan aktivitas transportasi.

Peringatan Hujan Lebat dan Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.

Dengan demikian, peningkatan kewaspadaan menjadi hal penting bagi masyarakat. Potensi hujan lebat tersebut mencakup wilayah Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, dan Bengkulu.

Selain itu, wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan. Intensitas hujan yang tinggi berpotensi memicu genangan hingga banjir di daerah rawan.

Wilayah Kalimantan juga tidak luput dari potensi hujan lebat. Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan termasuk dalam wilayah yang diprakirakan terdampak.

Selanjutnya, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini memerlukan kesiapan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Selain hujan lebat, BMKG juga memprakirakan adanya hujan yang disertai petir. Fenomena ini berpotensi terjadi di beberapa kota besar.

Untuk hujan disertai petir, BMKG memprakirakan potensi tersebut terjadi di Padang dan Pangkal Pinang. Wilayah Semarang, Surabaya, dan Palangkaraya juga berpeluang mengalami kondisi serupa.

Kondisi hujan petir juga diprakirakan berpeluang terjadi di Denpasar dan Mataram. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk menghindari aktivitas di ruang terbuka saat cuaca memburuk.

Wilayah Berawan dan Imbauan Kewaspadaan Masyarakat

Selain hujan, BMKG memprakirakan kondisi berawan hingga berawan tebal di sejumlah wilayah. Ambon termasuk salah satu daerah yang diprakirakan mengalami kondisi tersebut.

Makassar dan Gorontalo juga diprakirakan berada dalam kondisi berawan hingga berawan tebal. Meskipun tidak disertai hujan, kondisi ini tetap perlu diperhatikan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Perubahan cuaca yang cepat dapat terjadi sewaktu-waktu.

Masyarakat diminta untuk terus memperbarui informasi cuaca terkini. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar perencanaan aktivitas harian.

BMKG menyediakan berbagai saluran resmi untuk memantau kondisi cuaca. Akses informasi yang cepat dan akurat diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan publik.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan cuaca melalui aplikasi Info BMKG. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses informasi melalui laman web resmi dan media sosial.

"Informasi cuaca terkini juga dapat diakses melalui laman web BMKG, yaitu www.bmkg.go.id atau media sosial @info.bmkg," kata Adelia.

Dengan memperhatikan prakiraan cuaca tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi risiko yang mungkin muncul. Kewaspadaan sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem.

Prakiraan cuaca ini menjadi pengingat bahwa kondisi alam masih dinamis di awal tahun. Kolaborasi antara informasi resmi dan kesiapan masyarakat menjadi kunci menghadapi situasi cuaca yang tidak menentu.

Terkini