JAKARTA - Memasuki periode setelah perayaan Imlek, perhatian masyarakat kembali tertuju pada perkembangan harga dan distribusi bahan bakar minyak di berbagai daerah. Aktivitas yang mulai meningkat membuat kondisi pasokan dan harga di SPBU menjadi indikator penting bagi kelancaran mobilitas harian.
Tanggal 18 Februari 2026 menjadi momentum ketika masyarakat kembali memantau biaya energi sebagai bagian dari persiapan perjalanan dan aktivitas ekonomi. Kebutuhan bahan bakar yang terus bergerak naik membuat stabilitas harga menjadi perhatian utama banyak pihak.
Pantauan di lapangan menunjukkan harga BBM di jaringan Pertamina dan Vivo masih berada pada level stabil. Namun kondisi berbeda terjadi di jaringan Shell yang mengalami keterbatasan stok untuk beberapa produk unggulan.
Shell V-Power dilaporkan habis di seluruh Indonesia sementara Shell Super hanya tersedia secara terbatas di beberapa wilayah. Daerah yang masih memiliki stok di antaranya Lamongan dan Mojokerto sehingga konsumen harus menyesuaikan pilihan bahan bakar.
Situasi ini membuat pengguna BBM beroktan tinggi mencari alternatif lain yang masih tersedia di SPBU berbeda. Perubahan pola pembelian pun terlihat karena masyarakat harus menyesuaikan kebutuhan dengan ketersediaan pasokan.
Secara umum pergerakan harga BBM non-subsidi di dalam negeri masih berada dalam rentang yang relatif terkendali. Sejumlah badan usaha memilih mempertahankan harga sambil menunggu perkembangan pasar global dan kebijakan energi nasional.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas industri energi dan daya beli masyarakat. Strategi menahan harga dinilai penting agar tidak menimbulkan gejolak ekonomi di tengah meningkatnya mobilitas.
Rincian Harga BBM di Pulau Jawa
Berikut penyesuaian harga BBM di wilayah Pulau Jawa yang mencakup lini bensin hingga diesel. Daftar ini menjadi acuan utama masyarakat karena Pulau Jawa merupakan wilayah dengan konsumsi energi terbesar.
Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter. Biosolar (CN 48): Rp6.800 per liter.
Pertamax (RON 92): Rp11.800 per liter. Pertamax Turbo (RON 98): Rp12.700 per liter.
Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.450 per liter. Dexlite (CN 51): Rp13.250 per liter.
Pertamina Dex (CN 53): Rp13.500 per liter. Harga-harga tersebut menunjukkan kestabilan yang masih dijaga oleh operator energi nasional.
Kondisi harga yang relatif tidak berubah memberikan kepastian bagi masyarakat yang melakukan perjalanan rutin. Stabilitas ini juga membantu sektor logistik menjaga perhitungan biaya operasional.
Perbandingan Harga BBM di SPBU Swasta
Selain operator nasional, jaringan BP-AKR juga melakukan penyesuaian harga sejak awal Februari. Penurunan terjadi di kisaran Rp260 hingga Rp690 per liter untuk berbagai varian bahan bakar.
BP 92 (RON 92): Rp12.050 per liter. BP Ultimate (RON 95): Rp12.500 per liter.
BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp13.600 per liter. Penyesuaian ini mengikuti tren pasar energi yang sedang mengalami tekanan harga global.
SPBU Vivo turut mengikuti tren penurunan harga pada awal bulan dengan penyesuaian antara Rp10 hingga Rp650 per liter. Meski varian produknya lebih terbatas, perubahan harga tetap memberi alternatif bagi konsumen.
Revvo 92 (RON 92): Rp12.050 per liter. Revvo 95 (RON 95): Rp12.500 per liter.
Diesel Primus Plus (CN 51): Rp13.610 per liter. Penyesuaian ini menjadi bagian dari strategi menjaga daya saing antarpenyedia BBM.
Sementara itu, Shell Indonesia sebelumnya juga menurunkan harga BBM di awal bulan dengan koreksi Rp80 hingga Rp760 per liter. Namun keterbatasan stok membuat dampaknya tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Shell Super (RON 92): Rp12.050 per liter. Shell V-Power (RON 95): Rp12.500 per liter.
Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp12.720 per liter. Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp13.600 per liter.
Sebaran Harga BBM Pertamina di Seluruh Indonesia
Mengacu pada penyesuaian harga yang mulai berlaku 1 Februari 2026, Pertamina menurunkan harga BBM non-subsidi di seluruh wilayah Indonesia. Harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah.
Di wilayah Sumatera dan sekitarnya, harga BBM menunjukkan variasi menyesuaikan distribusi dan biaya logistik. Aceh menetapkan Pertalite Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp12.100 per liter.
Pertamax Turbo dijual Rp13.000 per liter sementara Biosolar Rp6.800 per liter. Dexlite berada di angka Rp13.550 per liter dan Pertamina Dex Rp13.800 per liter.
Free Trade Zone Sabang memiliki harga berbeda dengan Pertamax Rp11.100 per liter. Dexlite di wilayah ini dijual Rp12.350 per liter.
Wilayah Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung menetapkan Pertamax Rp12.400 per liter. Pertamax Turbo Rp13.250 per liter dan Dexlite Rp13.850 per liter.
Riau dan Kepulauan Riau memiliki struktur harga serupa dengan wilayah tersebut. Pertamina Dex dijual Rp14.100 per liter di kawasan ini.
Free Trade Zone Batam mencatat harga lebih rendah dengan Pertamax Rp11.300 per liter. Pertamax Turbo Rp12.050 per liter dan Dexlite Rp12.550 per liter.
Harga BBM di Jawa, Bali, hingga Indonesia Timur
Wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur menetapkan Pertamax Rp11.800 per liter. Pertamax Turbo Rp12.700 per liter dan Pertamax Green 95 Rp12.450 per liter.
Biosolar tetap Rp6.800 per liter sementara Dexlite Rp13.250 per liter. Pertamina Dex dijual Rp13.500 per liter.
Bali dan Nusa Tenggara Barat memiliki struktur harga yang sama dengan Pulau Jawa. Stabilitas ini bertujuan menjaga kelancaran sektor pariwisata dan distribusi barang.
Nusa Tenggara Timur menetapkan Pertamax Rp12.100 per liter. Pertamax Turbo Rp13.000 per liter dan Dexlite Rp13.550 per liter.
Wilayah Kalimantan Barat, Tengah, dan Timur memiliki harga serupa dengan kawasan tersebut. Pertamina Dex berada di angka Rp13.800 per liter.
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara menetapkan Pertamax Rp12.400 per liter. Pertamax Turbo Rp13.250 per liter dan Dexlite Rp13.850 per liter.
Di kawasan Sulawesi, harga Pertamax Rp12.100 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter. Dexlite berada di angka Rp13.550 per liter dan Pertamina Dex Rp13.800 per liter.
Wilayah Maluku dan Maluku Utara menjual Pertamax Rp12.100 per liter. Dexlite berada di angka Rp13.550 per liter.
Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya memiliki harga serupa dengan Pertamax Rp12.100 per liter. Pertamax Turbo Rp13.000 per liter dan Dexlite Rp13.550 per liter.
Pertamina Dex dijual Rp13.800 per liter di wilayah tertentu sesuai distribusi. Penyesuaian harga ini dilakukan dengan mempertimbangkan faktor geografis dan biaya transportasi energi.
Stabilitas Harga dan Tantangan Distribusi Energi
Penyesuaian harga mencerminkan respons sektor energi terhadap dinamika pasar yang terus berubah. Pemerintah dan badan usaha berupaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri dan kemampuan masyarakat membeli BBM.
Kondisi stok yang berbeda di beberapa jaringan menunjukkan bahwa tantangan energi tidak hanya soal harga tetapi juga distribusi. Kelancaran pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional.
Meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang musim perjalanan panjang membuat kebutuhan BBM semakin tinggi. Oleh karena itu, koordinasi distribusi menjadi prioritas untuk menghindari kelangkaan di wilayah tertentu.
Stabilitas harga pada 18 Februari 2026 memberikan sinyal positif bagi perekonomian domestik. Masyarakat tetap dapat beraktivitas tanpa tekanan kenaikan biaya energi yang signifikan.
Situasi ini memperlihatkan bagaimana sektor energi harus terus adaptif menghadapi perubahan global dan kebutuhan dalam negeri. Kebijakan harga yang terukur menjadi kunci menjaga keseimbangan antara pasar dan kepentingan publik.
Dengan kondisi yang relatif stabil, masyarakat diharapkan tetap bijak dalam menggunakan bahan bakar sesuai kebutuhan. Efisiensi energi menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan di masa mendatang.