BBM

Update Terbaru Perbandingan Harga BBM Pertamina Hingga Vivo Per Senin 23 Februari 2026

Update Terbaru Perbandingan Harga BBM Pertamina Hingga Vivo Per Senin 23 Februari 2026
Update Terbaru Perbandingan Harga BBM Pertamina Hingga Vivo Per Senin 23 Februari 2026

JAKARTA - Memasuki pekan keempat di bulan Februari 2026, peta persaingan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang menarik untuk dicermati oleh para pemilik kendaraan.

Berdasarkan pantauan langsung di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jabodetabek pada Senin, 23 Februari 2026, sejumlah operator mulai dari perusahaan pelat merah hingga penyedia jasa swasta telah menetapkan harga jual terbaru mereka.

Penyesuaian ini merupakan respon rutin terhadap fluktuasi harga minyak mentah dunia serta strategi masing-masing korporasi dalam menjaga loyalitas konsumen di tengah persaingan pasar yang kian kompetitif.

Bagi masyarakat, informasi perubahan harga harian ini bukan sekadar angka di papan neon SPBU, melainkan variabel penting dalam mengelola pos pengeluaran transportasi bulanan.

Pertamina, sebagai penyalur utama, masih memegang kendali pada segmen bahan bakar bersubsidi dan penugasan, sementara operator internasional seperti Shell, BP AKR, dan Vivo terus bermanuver dengan keunggulan teknologi aditif dan promo digital yang mereka tawarkan. Berikut adalah rincian lengkap mengenai perbandingan harga yang berlaku saat ini.

Dominasi Pertamina Dalam Menjaga Stabilitas Harga BBM Subsidi Dan Penugasan

Sebagai tulang punggung distribusi energi nasional, PT Pertamina (Persero) terpantau tetap mempertahankan harga produk andalannya di level yang kompetitif. Untuk jenis BBM penugasan seperti Pertalite (RON 90), harganya masih dipatok di angka Rp10.000 per liter di seluruh wilayah Indonesia.

Langkah ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi yang dinamis. Selain itu, untuk jenis Solar subsidi, harga juga tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Di lini non-subsidi, Pertamax (RON 92) yang menjadi pilihan favorit pengguna kendaraan pribadi modern dibanderol seharga Rp12.100 per liter. Jika dibandingkan dengan kompetitor swasta, Pertamax masih menjadi salah satu opsi RON 92 dengan harga yang sangat terjangkau.

Sementara itu, bagi pengguna mesin berperforma tinggi, Pertamax Turbo (RON 98) kini dijual dengan harga Rp14.400 per liter. Pertamina juga terus mendorong penetrasi Pertamax Green 95, hasil bauran energi terbarukan, dengan label harga Rp13.200 per liter, yang diposisikan untuk menyaingi produk premium dari operator swasta lainnya.

Strategi Shell Dan BP AKR Dalam Penyesuaian Harga Produk Premium

Beralih ke operator swasta asal Belanda dan Inggris, Shell dan BP AKR menunjukkan pola penyesuaian yang lebih responsif terhadap indeks harga pasar internasional. Per Senin, 23 Februari 2026, Shell menetapkan harga produk Shell Super (RON 92) sebesar Rp13.540 per liter.

Meskipun sedikit lebih tinggi dibandingkan produk setara dari Pertamina, Shell mengandalkan teknologi Dynaflex yang diklaim mampu menjaga kebersihan mesin secara lebih optimal sebagai nilai jual utama kepada pelanggan setianya.

Di sisi lain, BP AKR melalui produk BP 92 memasang tarif Rp13.450 per liter, terpaut tipis dengan Shell. Untuk varian tertinggi, Shell V-Power (RON 95) kini menyentuh angka Rp14.400 per liter, bersaing ketat dengan BP Ultimate yang dibanderol Rp14.200 per liter.

Kedua operator ini tampak sangat agresif dalam memberikan poin loyalitas melalui aplikasi mereka, di mana nasabah bisa mengumpulkan poin untuk kemudian ditukarkan dengan potongan harga pengisian BBM di masa mendatang atau produk lifestyle lainnya di minimarket SPBU terkait.

Resiliensi Vivo Dan Pergerakan Harga Di Segmen Bahan Bakar Diesel

Operator Vivo yang dikelola oleh PT Vivo Energy Indonesia juga tidak ketinggalan dalam memperbarui daftar harganya. Revvo 90 yang menjadi pesaing langsung Pertalite (meski dengan harga non-subsidi) kini dibanderol Rp12.090 per liter.

Produk unggulan mereka, Revvo 92, dipasarkan dengan harga Rp12.890 per liter, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan bahan bakar swasta namun dengan harga yang tetap di bawah Shell atau BP. Untuk Revvo 95, konsumen perlu merogoh kocek sebesar Rp13.990 per liter.

Tidak hanya bensin, segmen mesin diesel pun mengalami penyesuaian yang perlu diperhatikan oleh para pengguna kendaraan niaga maupun SUV modern. Pertamina Dexlite saat ini dihargai Rp13.100 per liter, sementara bagi mereka yang membutuhkan standar emisi lebih bersih, Pertamina Dex dibanderol Rp14.100 per liter.

Kompetitornya, Shell V-Power Diesel, dipasang pada harga Rp15.100 per liter, dan BP Ultimate Diesel berada di angka Rp14.900 per liter. Perbedaan harga di segmen diesel ini mencerminkan perbedaan spesifikasi Cetane Number yang ditawarkan masing-masing operator untuk menjaga performa mesin diesel common rail.

Faktor Global Dan Kebijakan Moneter Terhadap Penentuan Harga Domestik

Penting untuk dipahami bahwa daftar harga yang berlaku per Senin, 23 Februari 2026 ini sangat dipengaruhi oleh dua variabel eksternal utama: harga minyak mentah dunia (seperti Brent dan WTI) serta nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Mengingat sebagian besar komponen bahan bakar atau bahan baku minyak di Indonesia masih berkaitan dengan pasar global, setiap gejolak geopolitik di wilayah penghasil minyak akan berdampak langsung pada biaya perolehan para operator SPBU.

Selain itu, kebijakan pemerintah dalam mengatur margin niaga juga berperan penting untuk mencegah terjadinya perang harga yang tidak sehat sekaligus melindungi konsumen dari kenaikan harga yang terlalu liar.

Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi harga melalui kanal resmi masing-masing operator karena perbedaan wilayah geografis atau provinsi terkadang menyebabkan selisih harga akibat perbedaan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah.

Tips Mengelola Efisiensi Bahan Bakar Di Tengah Dinamika Harga Terbaru

Dengan rincian harga yang bervariasi, konsumen diharapkan bisa lebih bijak dalam memilih produk yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan masing-masing. Penggunaan bahan bakar dengan oktan yang tepat tidak hanya membuat pembakaran lebih sempurna, tetapi juga mencegah kerusakan mesin jangka panjang yang bisa memakan biaya perbaikan lebih besar.

Selain itu, memanfaatkan program promosi dari dompet digital atau kartu kredit tertentu sering kali bisa membantu memberikan potongan harga tambahan di lokasi SPBU pilihan.

Pemerintah juga terus mengingatkan agar pengguna kendaraan yang tidak berhak mendapatkan subsidi dapat beralih ke BBM non-subsidi demi memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

Dengan tersedianya berbagai pilihan mulai dari Pertamina hingga Vivo, masyarakat kini memiliki fleksibilitas penuh untuk menentukan merek dan jenis bahan bakar yang paling sesuai dengan kebutuhan performa kendaraan serta kemampuan finansial mereka di awal tahun 2026 ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index