10 Tradisi Unik Ramadan di Indonesia dari Munggahan hingga Mudik Jelang Idulfitri

Senin, 23 Februari 2026 | 09:07:12 WIB
10 Tradisi Unik Ramadan di Indonesia dari Munggahan hingga Mudik Jelang Idulfitri

JAKARTA - Ramadan di Indonesia selalu hadir dengan warna yang berbeda di setiap daerah dan menghadirkan suasana yang tidak hanya religius tetapi juga kental dengan budaya. Bulan suci ini bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, melainkan juga ruang pertemuan antara nilai ibadah dan tradisi turun-temurun.

Di berbagai penjuru Nusantara, masyarakat menyambut Ramadan dengan cara yang khas sesuai adat setempat. Keberagaman itu menjadikan Ramadan di Indonesia terasa lebih hangat dan penuh makna.

Tradisi-tradisi tersebut bukan hanya sekadar kebiasaan yang dilakukan berulang setiap tahun. Lebih dari itu, tradisi menjadi simbol kesiapan lahir dan batin untuk menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Mulai dari momen menjelang Ramadan, selama bulan puasa, hingga mendekati Idulfitri, setiap fase memiliki tradisi tersendiri. Berikut ini 10 tradisi unik bulan Ramadan di Indonesia yang terus lestari dari generasi ke generasi.

Tradisi Menyambut Ramadan

Menjelang datangnya bulan suci, sejumlah daerah di Indonesia memiliki ritual khusus sebagai bentuk penyambutan. Tradisi ini biasanya dilakukan satu hingga dua hari sebelum puasa dimulai.

Munggahan di Jawa Barat

Munggahan merupakan tradisi menyambut Ramadan di Jawa Barat. Tradisi ini biasanya dilakukan sekitar satu hingga dua hari sebelum puasa.

Munggahan identik dengan berkumpul bersama keluarga atau kerabat untuk makan bersama, berdoa, dan saling memaafkan sebelum Ramadan. Suasana kebersamaan menjadi inti dari pelaksanaan tradisi ini.

Padusan di Jawa Tengah dan Yogyakarta

Tradisi Padusan berasal dari kata “adus” yang berarti mandi. Tradisi ini menjadi ritual yang dilakukan masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta satu hingga dua hari sebelum puasa.

Tradisi ini menjadi simbol untuk menyucikan diri secara lahir dan batin agar berpuasa dengan diri yang bersih dan suci. Air menjadi media utama dalam prosesi ini sebagai lambang pembersihan diri.

Balimau di Sumatera Barat

Tradisi Balimau menjadi ritual mandi khas masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat untuk menyambut bulan Ramadan. Tradisi ini mirip dengan Padusan yang dilakukan satu hingga dua hari sebelum puasa.

Tradisi ini sebagai simbol menyucikan diri lahir dan batin. Balimau merupakan ritual mandi menggunakan air yang dicampur dengan irisan jeruk nipis atau limau, jeruk purut, atau jeruk kapas.

Air juga biasanya dicampur dengan wewangian alami seperti bunga mawar, melati, atau daun pandan. Keharuman dari bahan alami tersebut menambah kekhidmatan prosesi Balimau.

Meugang di Aceh

Tradisi Meugang atau Makmeugang di Aceh menjadi salah satu momen sakral penyembelihan hewan ternak seperti sapi atau kerbau untuk dinikmati bersama keluarga dan orang yang membutuhkan. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur menyambut Ramadan.

Daging hasil penyembelihan kemudian dimasak dan disantap bersama. Kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi nilai utama dalam tradisi Meugang.

Nyorog di Jakarta

Tradisi Nyorog merupakan salah satu cara unik masyarakat Betawi di Jakarta. Tradisi ini memiliki tujuan untuk menjalin silaturahmi menjelang bulan Ramadan.

Nyorog yang berarti mengantar atau mengirimkan sesuatu menjadi salah satu bentuk penghormatan anggota keluarga yang lebih muda kepada yang lebih tua sebelum berpuasa. Biasanya makanan atau bingkisan dibawa sebagai simbol perhatian dan kasih sayang.

Dandangan di Kudus

Tradisi Dandangan di Kudus merupakan festival rakyat yang menandai dimulainya bulan suci Ramadan. Tradisi warisan dari Sunan Kudus ini sudah berlangsung lebih dari 500 tahun.

Festival yang berlangsung sebelum Ramadan ini terdiri dari kuliner khas, pakaian, hingga peralatan rumah tangga yang biasanya berlangsung sekitar seminggu sebelum puasa. Tradisi ini ditutup dengan Kirab Dandangan yang merupakan parade budaya.

Tradisi Selama Ramadan

Tidak hanya menjelang puasa, tradisi juga tetap hidup selama bulan Ramadan berlangsung. Aktivitas-aktivitas ini menjadi bagian dari dinamika keseharian masyarakat.

Megibung di Bali

Masyarakat Muslim di Bali melakukan tradisi Megibung sebelum bulan Ramadan. Tradisi ini berupa makan bersama dalam satu wadah besar sebagai simbol kebersamaan.

Tradisi ini dilakukan sebagai silaturahmi dan doa bersama beberapa hari sebelum puasa. Megibung juga biasanya dilakukan sebagai buka puasa bersama di masjid.

Menu yang biasa disajikan seperti sate lilit dan lawar halal. Kebersamaan dalam satu wadah menjadi simbol persatuan tanpa memandang status sosial.

Ngabuburit

Salah satu tradisi masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan yaitu ngabuburit. Tradisi ini dilakukan masyarakat untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Banyak aktivitas ngabuburit yang dilakukan seperti jalan-jalan sore, olahraga ringan, mengaji, mengikuti kajian, hingga berburu takjil. Momen ini menjadi waktu favorit untuk berkumpul bersama teman atau keluarga.

Ngabuburit tidak hanya dilakukan oleh anak muda, tetapi juga oleh berbagai kalangan usia. Aktivitas ini memperlihatkan bagaimana Ramadan dirayakan dengan cara yang santai namun tetap bermakna.

Tradisi Menjelang Idulfitri

Saat Ramadan memasuki hari-hari terakhir, suasana berubah menjadi lebih semarak. Tradisi menjelang Idulfitri menjadi penutup rangkaian bulan suci yang penuh kenangan.

Mudik

Menjelang Idulfitri, masyarakat Indonesia memiliki tradisi mudik atau pulang kampung bagi para perantau di kota. Mereka kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri dan berkumpul bersama keluarga.

Mudik memiliki makna silaturahmi dan saling memaafkan. Selain itu, tradisi ini juga identik dengan perputaran ekonomi yang besar serta kegiatan ziarah kubur.

Perjalanan jauh yang ditempuh tidak menyurutkan semangat para pemudik. Kerinduan untuk berkumpul bersama keluarga menjadi alasan utama tradisi ini terus bertahan.

Malam Takbiran

Malam takbiran menjadi malam perayaan menyambut Idulfitri pada hari terakhir Ramadan. Pada malam ini, gema takbir berkumandang di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu tradisi yang umum dilakukan adalah takbir keliling. Masyarakat berkeliling sambil mengumandangkan takbir sebagai ungkapan suka cita menyambut hari kemenangan.

Perayaan malam takbiran biasanya berlangsung meriah dengan lampu hias dan arak-arakan. Suasana ini menandai berakhirnya Ramadan dan datangnya Idulfitri dengan penuh kegembiraan.

Keberagaman tradisi Ramadan di Indonesia menunjukkan kekayaan budaya yang berjalan selaras dengan nilai-nilai Islam. Setiap daerah memiliki ciri khas yang membuat Ramadan terasa istimewa dan selalu dinantikan setiap tahun.

Tradisi-tradisi tersebut bukan hanya mempererat hubungan antarindividu, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat setempat. Dengan tetap melestarikannya, Ramadan di Indonesia akan selalu menjadi momen yang hangat, sarat makna, dan penuh kebersamaan.

Terkini