JAKARTA - Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa angkutan Lebaran 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah menyiapkan langkah strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Salah satu kebijakan utama yang diambil adalah dengan mengoperasikan sejumlah ruas jalan tol secara fungsional. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif bagi para pemudik yang ingin menghindari titik-titik kemacetan parah di jalur utama.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa penggunaan jalur fungsional ini tidak akan dipungut biaya alias cuma-cuma bagi para pengguna jalan.
Pengumuman ini disampaikan dalam diskusi publik "Mudik Outlook 2026" yang berlangsung di Menara Kompas, Jakarta Pusat. Kehadiran ruas tol tambahan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan jauh menuju kampung halaman.
Total Panjang Jalur Fungsional Mencapai Ratusan Kilometer di Berbagai Wilayah
Jasa Marga memproyeksikan akan membuka empat jalan tol fungsional dengan total panjang mencapai 121,64 kilometer. Pembukaan jalur ini dilakukan bukan tanpa alasan.
Fokus utamanya adalah membantu distribusi arus kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik tertentu, terutama pada lokasi pertemuan arus yang selama ini menjadi langganan kemacetan saat puncak arus mudik maupun balik.
"Untuk fungsional gratis," ujar Rivan A. Purwantono. Dengan adanya jalur tambahan ini, kapasitas jalan secara keseluruhan akan meningkat signifikan.
Meskipun berstatus fungsional, Jasa Marga memastikan jalur-jalur tersebut telah disiapkan untuk menampung volume kendaraan tertentu dengan tetap mengedepankan aspek keamanan bagi para pemudik.
Daftar Ruas Tol Strategis yang Akan Dibuka Secara Fungsional
Bagi masyarakat yang akan melintas di Pulau Jawa, terdapat empat koridor utama yang akan difungsikan. Pertama adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) sepanjang 54,75 kilometer yang terbagi dalam beberapa segmen, mulai dari Setu hingga Sadang. Kehadiran jalur ini sangat vital untuk memecah kepadatan di ruas tol Jakarta-Cikampek eksisting yang selalu padat.
Kedua, di wilayah Jawa Tengah, terdapat Tol Yogyakarta-Bawen segmen Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 kilometer. Ketiga, Tol Jogja-Solo pada segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 12,23 kilometer.
Terakhir, untuk wilayah Jawa Timur, Jasa Marga menyiapkan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Tahap I) sepanjang 49,68 kilometer yang meliputi segmen Gending hingga Besuki, guna memperlancar arus menuju ujung timur Pulau Jawa.
Fungsi Utama Tol Fungsional Sebagai Instrumen Distribusi Arus Kendaraan
Kehadiran tol fungsional gratis ini merupakan bagian dari manajemen lalu lintas yang komprehensif. Selain memberikan akses jalan tambahan, kebijakan ini dirancang agar masyarakat memiliki opsi jalur alternatif yang lebih efisien secara waktu.
Ruas-ruas ini diprioritaskan pada lokasi yang memiliki potensi konflik arus tinggi sehingga risiko kemacetan panjang dapat diminimalisir sejak dini.
Pihak manajemen menekankan bahwa meskipun ruas ini dapat diakses secara gratis, pengguna jalan tetap diminta untuk waspada dan mematuhi rambu-rambu petunjuk yang ada. Mengingat statusnya yang masih fungsional, kemungkinan terdapat pengaturan kecepatan khusus atau pembatasan jenis kendaraan tertentu yang boleh melintas demi menjamin keselamatan bersama di sepanjang jalur tersebut.
Status Kebijakan Diskon Tarif Tol pada Periode Lebaran 2026
Selain mengenai tol fungsional, isu mengenai diskon tarif tol di ruas-ruas yang sudah beroperasi secara penuh juga menjadi perhatian masyarakat. Terkait hal ini, Rivan menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada arahan resmi dari pemerintah. Kebijakan diskon tarif biasanya merupakan instrumen pemerintah untuk mendorong masyarakat mudik lebih awal guna menghindari penumpukan kendaraan di hari puncak.
"Proses seperti ini tentu dilihat apakah pemerintah memberikan program ini atau enggak. Satu hal paling penting adalah pemberian diskon itu adalah bukan hanya sekadar diberikan diskon, itu untuk melakukan distribusi," kata Rivan.
Dengan demikian, fokus utama Jasa Marga saat ini adalah memastikan kesiapan infrastruktur, termasuk empat ruas tol fungsional gratis, agar dapat melayani jutaan pemudik dengan maksimal pada Lebaran 2026 mendatang.