Pembangunan Huntara Aceh Timur Meningkatkan Kehidupan Warga Pascabanjir Bandang November 2025

Senin, 23 Februari 2026 | 12:20:22 WIB
Pembangunan Huntara Aceh Timur Meningkatkan Kehidupan Warga Pascabanjir Bandang November 2025

JAKARTA - Desa Sahraja, Kecamatan Pantai Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, mulai menerima pembangunan hunian sementara (huntara). Langkah ini dilakukan setelah desa tersebut terisolir akibat banjir bandang pada akhir November 2025.

Komandan Rayon Militer (Danramil) 20/Pantai Bidari, Muhammad Irwan, menjelaskan bahwa pemulihan kini memasuki tahap pembangunan huntara bagi warga terdampak. Ia menegaskan proses ini menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana.

Akses Jalan yang Kini Sudah Terbuka

Irwan menyampaikan bahwa akses jalan menuju Desa Sahraja, yang sebelumnya tertutup lumpur, kini telah dibuka. Pembersihan dilakukan oleh TNI sejak awal bencana terjadi agar distribusi bantuan dapat berjalan lancar.

Langkah ini sangat membantu percepatan pembangunan huntara. Warga kini lebih mudah menerima logistik dan material pembangunan dari luar desa.

Target Penyelesaian Huntara dan Jumlah Unit

Pembangunan huntara ditargetkan rampung pada Idul Fitri atau Maret 2026. Desa Sahraja akan menerima sekitar 1.500 unit hunian sementara bagi warga terdampak.

Irwan menambahkan bahwa sejauh ini pembangunan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Persiapan lokasi dan tanah untuk pembangunan huntara telah selesai dilakukan.

Kesiapan Lokasi dan Persiapan Tanah

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah petak tanah telah diratakan untuk pembangunan unit-unit huntara. Desa Sahraja menjadi salah satu desa yang paling parah terdampak banjir bandang Aceh pada November 2025.

Pemerataan tanah ini menjadi langkah awal agar pembangunan huntara bisa berlangsung sesuai jadwal. Dengan lahan yang siap, proses konstruksi diharapkan lebih cepat dan aman bagi warga.

Kendala dan Harapan Warga

Seorang warga, Rudi Jasa, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan relawan, pemerintah, dan pihak terkait. Ia mengakui pembangunan huntara di Desa Sahraja relatif lebih lambat dibanding desa lain karena lokasi yang sulit dijangkau dari jalan utama.

“Alhamdulillah huntara sudah mulai dibangun. Tempat kami lambat karena jauh dari perkotaan, dan jika hujan, material sulit dibawa ke lokasi,” ujar Rudi. Warga berharap percepatan pembangunan tetap berjalan meski akses masih menantang.

Relokasi Warga ke Lokasi Lebih Aman

Rudi menambahkan bahwa warga yang semula tinggal di Dusun Sarah Gala akan direlokasi ke area lebih tinggi. Langkah ini dilakukan karena lokasi awal rawan banjir, sehingga risiko bencana di masa depan bisa diminimalisir.

Pemerintah dan pihak terkait menekankan pentingnya relokasi sebagai bagian dari mitigasi bencana. Hunian sementara di lokasi baru diharapkan lebih aman dan layak huni bagi semua warga.

Peran TNI dan Relawan dalam Pemulihan

TNI telah aktif membersihkan lumpur sejak awal bencana untuk memudahkan akses ke Desa Sahraja. Keberadaan mereka menjadi tulang punggung percepatan pembangunan huntara dan distribusi bantuan.

Relawan juga berperan penting dalam mendukung logistik dan pendampingan warga. Sinergi antara pemerintah, TNI, dan relawan memastikan proses pemulihan berjalan lebih terstruktur.

Manfaat Huntara bagi Kesejahteraan Warga

Pembangunan huntara memberi warga tempat tinggal sementara yang aman dan nyaman. Hal ini menjadi kunci agar warga dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari sambil menunggu pembangunan rumah permanen.

Warga merasa lebih tenang karena kebutuhan hunian sementara dapat terpenuhi. Keamanan, kenyamanan, dan aksesibilitas menjadi prioritas utama dalam pembangunan ini.

Persiapan Menghadapi Idul Fitri 2026

Target penyelesaian huntara pada Maret 2026 dimaksudkan agar warga dapat menempati hunian sementara menjelang Idul Fitri. Pembangunan tepat waktu diharapkan membantu warga merayakan momen besar dengan lebih tenang.

Pemantauan secara berkala dilakukan agar setiap unit huntara sesuai standar keamanan dan kenyamanan. Langkah ini memastikan hasil pembangunan maksimal dan tepat guna.

Sinergi Semua Pihak untuk Pemulihan Berkelanjutan

Kolaborasi pemerintah, TNI, relawan, dan masyarakat menjadi fondasi utama pemulihan Desa Sahraja. Sinergi ini mempercepat proses pembangunan huntara sekaligus membangun kepercayaan warga terhadap program pemulihan.

Keberhasilan pembangunan huntara di Desa Sahraja dapat menjadi model bagi desa lain yang terdampak bencana. Strategi ini menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mitigasi dan pemulihan bencana.

Harapan Warga untuk Masa Depan

Warga berharap pembangunan huntara selesai tepat waktu dan bisa langsung ditempati. Keamanan dan kenyamanan hunian sementara menjadi prioritas agar mereka dapat memulai kehidupan baru pascabencana.

Langkah ini juga membuka peluang warga untuk kembali produktif. Dengan hunian sementara yang layak, warga dapat menata kembali kehidupan sosial dan ekonomi mereka secara bertahap.

Terkini