Tren Energi Global: Produksi Listrik Dari Pembangkit Nuklir Dunia Naik Tipis Pada 2024

Senin, 23 Februari 2026 | 15:06:06 WIB
Tren Energi Global: Produksi Listrik Dari Pembangkit Nuklir Dunia Naik Tipis Pada 2024

JAKARTA - Berdasarkan data statistik terbaru yang dihimpun oleh Databoks Katadata, sektor energi nuklir global menunjukkan pergerakan positif meskipun dalam skala yang cukup moderat.

Produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di seluruh dunia tercatat mengalami kenaikan tipis sepanjang tahun 2024.

Fenomena ini mencerminkan dinamika transisi energi global, di mana banyak negara mulai melirik kembali nuklir sebagai sumber energi dasar (baseload) yang rendah emisi untuk mendampingi energi terbarukan lainnya.

Meskipun pertumbuhan ini tidak terjadi secara drastis, angka tersebut menandakan kembalinya kepercayaan terhadap teknologi nuklir pasca-revolusi efisiensi dan peningkatan standar keamanan internasional.

Faktor Pendorong Dan Sebaran Kapasitas Produksi Nuklir Dunia

Kenaikan produksi listrik nuklir ini didorong oleh beberapa faktor strategis, di antaranya adalah optimalisasi kinerja reaktor yang sudah ada serta selesainya beberapa proyek pembangunan PLTN di kawasan Asia dan Eropa Timur.

Negara-negara seperti Tiongkok dan India terus memimpin dalam penambahan kapasitas baru, sementara beberapa negara di Eropa mulai mempertimbangkan untuk memperpanjang masa operasional reaktor lama mereka guna menjaga ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi harga gas alam.

Data menunjukkan bahwa energi nuklir masih memegang peranan vital dalam menyuplai kebutuhan listrik dunia tanpa menghasilkan gas rumah kaca secara masif. Efisiensi operasional yang meningkat memungkinkan pembangkit nuklir menghasilkan output yang lebih stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini sangat krusial bagi stabilitas jaringan listrik global yang saat ini semakin banyak menerima suplai dari sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten (seperti angin dan surya).

Nuklir Sebagai Pilar Transisi Energi Dan Target Dekarbonisasi

Pertumbuhan tipis pada tahun 2024 ini juga selaras dengan target dekarbonisasi global yang disepakati dalam berbagai forum iklim internasional. Nuklir dipandang sebagai solusi yang mampu menjembatani kebutuhan energi industri yang besar dengan target Net Zero Emission.

Kapasitas faktor yang tinggi dari PLTN—sering kali melampaui 90%—menjadikannya sumber energi yang paling andal untuk menyokong aktivitas manufaktur dan infrastruktur digital seperti pusat data (data center) yang membutuhkan daya stabil 24 jam nonstop.

Tantangan Dan Proyeksi Masa Depan Energi Nuklir Hingga 2026

Meskipun menunjukkan tren kenaikan, industri nuklir global masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait biaya investasi awal yang sangat tinggi dan durasi pembangunan konstruksi yang lama.

Di tahun 2026 ini, fokus dunia mulai bergeser pada pengembangan Small Modular Reactors (SMR) yang dianggap lebih fleksibel dan ekonomis. Inovasi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi energi nuklir di negara-negara berkembang yang memiliki keterbatasan lahan maupun anggaran infrastruktur.

Kesadaran akan pentingnya kedaulatan energi telah mengubah paradigma banyak negara terhadap nuklir. Dengan dukungan kebijakan fiskal yang tepat dan skema pembiayaan hijau (green financing), sektor nuklir diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan yang konsisten.

Data tahun 2024 ini menjadi fondasi penting bagi para pengambil kebijakan untuk merumuskan bauran energi yang lebih seimbang, di mana nuklir tidak lagi dianggap sebagai opsi terakhir, melainkan salah satu pilar utama dalam peta jalan energi masa depan yang bersih dan tangguh.

Terkini