JAKARTA - Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui strategi rehabilitasi lahan bekas tambang yang komprehensif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Mengingat karakteristik wilayah tersebut yang kaya akan cadangan timah, MIND ID melalui anggota grupnya menjalankan program reklamasi yang tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi ekologis hutan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal pasca-aktivitas pertambangan selesai.
Langkah ini merupakan bagian dari mandat pemerintah agar industri ekstraktif tetap menjaga keseimbangan antara eksploitasi mineral dan pelestarian alam. Strategi rehabilitasi ini mencakup penataan lahan, pemulihan kualitas tanah, hingga penanaman kembali vegetasi endemik yang disesuaikan dengan kondisi tanah di Bangka Belitung.
Inovasi Reklamasi: Dari Lahan Kritis Menjadi Kawasan Produktif
MIND ID menerapkan pendekatan inovatif dalam mengelola lahan bekas tambang. Alih-alih hanya melakukan penanaman pohon biasa, holding pertambangan ini juga mengembangkan skema pemanfaatan lahan untuk sektor produktif lainnya, seperti:
Agroindustri: Pemanfaatan lahan reklamasi untuk perkebunan tanaman pangan dan hortikultura.
Destinasi Wisata: Mengubah bekas lokasi tambang (kolong) yang telah direhabilitasi menjadi kawasan wisata edukasi dan rekreasi air yang aman bagi publik.
Ketahanan Pangan: Pengembangan budidaya perikanan di area bekas galian yang telah melalui proses pemurnian air.
Melalui teknik revegetasi yang terukur, MIND ID memastikan tanaman yang ditanam memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi dengan melakukan pemantauan rutin. Hal ini penting untuk memastikan bahwa ekosistem yang baru terbentuk dapat berfungsi kembali sebagai penyerap karbon dan pelindung keanekaragaman hayati.
Sinergi dengan Masyarakat Lokal dan Kepatuhan terhadap ESG
Strategi rehabilitasi ini melibatkan peran aktif masyarakat setempat guna memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang. Dengan melibatkan warga dalam proses pembibitan dan perawatan pohon, MIND ID menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap lingkungan yang telah dipulihkan.
Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi kompas bagi MIND ID dalam menjalankan operasionalnya. Rehabilitasi lahan bukan lagi dipandang sebagai beban biaya, melainkan investasi strategis untuk menjaga lisensi sosial operasional perusahaan. Dengan lahan yang kembali hijau, citra pertambangan yang merusak diharapkan dapat bergeser menjadi industri yang bertanggung jawab dan mampu berdampingan dengan alam.
Komitmen Jangka Panjang bagi Masa Depan Bangka Belitung
MIND ID optimis bahwa melalui manajemen pascatambang yang baik, Bangka Belitung tidak hanya akan dikenal karena kekayaan mineralnya, tetapi juga sebagai model keberhasilan pemulihan lingkungan di Indonesia. Pemerintah pusat pun terus mendorong holding ini untuk menjadi standar acuan (benchmark) bagi perusahaan tambang swasta lainnya dalam hal kewajiban reklamasi.
Dengan keberlanjutan program ini, masa depan ekonomi Bangka Belitung diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil tambang, melainkan dapat beralih ke sektor hijau yang lebih berkelanjutan. Pemulihan lahan adalah warisan penting bagi generasi mendatang agar tetap dapat menikmati kekayaan alam tanah Serumpun Sebalai.