Update Harga Sembako Jawa Timur Hari Ini: Gas, Minyak, Daging, Beras Naik Drastis

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49:50 WIB
Update Harga Sembako Jawa Timur Hari Ini: Gas, Minyak, Daging, Beras Naik Drastis

JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur terus bergerak fluktuatif dari hari ke hari. Beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara yang lain justru turun, mencerminkan dinamika pasar yang tidak menentu.

Pergerakan Harga Sembako Hari Ini

Pada Selasa, 24 Februari 2026, gas elpiji, daging sapi, minyak goreng premium, dan beras medium tercatat naik. Sementara bawang putih, cabai, ayam kampung, dan ayam ras mengalami penurunan harga.

Perubahan harga sembako ini penting dipantau setiap hari oleh masyarakat. Informasi ini membantu mengatur belanja harian agar pengeluaran rumah tangga tetap stabil.

Daftar Harga Rata-rata Sembako di Jawa Timur

Sembako terdiri dari sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, susu, bawang, gas elpiji, dan garam.

Selain sembilan pokok tersebut, cabai juga menjadi komoditas penting di dapur. Berikut harga rata-rata sembako terbaru di Jawa Timur: beras premium Rp14.911/kg, beras medium Rp13.062/kg, gula kristal putih Rp16.581/kg, minyak goreng curah Rp18.830/kg.

Minyak goreng kemasan premium dijual Rp20.612/liter, minyak kemasan sederhana Rp17.439/liter, dan minyak goreng Minyakita Rp16.144/liter. Daging sapi paha belakang Rp120.546/kg, daging ayam ras Rp38.722/kg, daging ayam kampung Rp68.455/kg.

Telur ayam ras Rp29.737/kg, telur ayam kampung Rp45.990/kg, susu kental manis Bendera Rp12.509/370 gr, susu kental manis Indomilk Rp12.374/370 gr. Susu bubuk Bendera Rp12.509/400 gr, susu bubuk Indomilk Rp40.366/400 gr.

Garam bata Rp1.791, garam halus Rp9.596/kg, cabai merah keriting Rp34.732/kg, cabai merah besar Rp31.858/kg, cabai rawit merah Rp90.465/kg. Bawang merah Rp37.675/kg, bawang putih Rp31.639/kg, gas elpiji Rp19.894.

Perubahan Harga Hari Ini

Gas elpiji 3 kg naik Rp148 atau 0,75 persen, daging sapi naik Rp170 atau 0,14 persen. Minyak goreng premium naik Rp247 atau 1,22 persen, beras medium naik Rp172 atau 1,34 persen.

Bawang putih turun Rp165 atau 0,52 persen, cabai keriting turun Rp2.015 atau 5,48 persen, cabai besar turun Rp700 atau 2,15 persen. Cabai rawit merah turun Rp3.803 atau 4,03 persen, telur ayam kampung turun Rp539 atau 1,16 persen.

Daging ayam kampung turun Rp1.499 atau 2,14 persen, dan ayam ras turun Rp520 atau 1,33 persen. Sementara komoditas lainnya relatif stabil tanpa perubahan signifikan.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai biaya produksi, kebijakan pemerintah, hingga kondisi cuaca. Fluktuasi ini membuat harga dapat naik atau turun secara mendadak.

Jika permintaan meningkat sementara penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, penawaran yang melimpah bisa menekan harga turun.

Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mengganggu produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat kondisi alam buruk akan mendorong kenaikan harga.

Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain juga dapat memengaruhi harga. Misalnya pembatasan impor atau penyesuaian pajak tertentu.

Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, dan upah pekerja menambah biaya produksi. Hal ini secara langsung berdampak pada harga jual di pasaran.

Fluktuasi nilai tukar mata uang juga memengaruhi harga bahan pokok impor. Depresiasi mata uang lokal membuat barang impor menjadi lebih mahal, meningkatkan harga sembako.

Inflasi yang tinggi cenderung mendorong kenaikan harga karena biaya barang dan jasa meningkat. Kondisi ekonomi yang tidak stabil juga dapat memperburuk situasi harga.

Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau keterlambatan pengiriman dapat mengurangi pasokan. Dampaknya, harga sembako bisa melonjak di pasar lokal.

Dengan banyaknya faktor yang memengaruhi, harga sembako di Jawa Timur selalu berubah setiap hari. Pemantauan rutin dan kebijakan yang tepat diperlukan untuk menjaga stabilitas harga.

Terkini