Danantara

Danantara Percepat Pemulihan Aceh Tamiang Lewat Penyerahan 600 Unit Huntara Layak

Danantara Percepat Pemulihan Aceh Tamiang Lewat Penyerahan 600 Unit Huntara Layak
Danantara Percepat Pemulihan Aceh Tamiang Lewat Penyerahan 600 Unit Huntara Layak

JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana banjir besar di Sumatra terus dikebut pemerintah dengan pendekatan kolaboratif dan bergerak cepat. 

Salah satu langkah konkret terlihat di Kabupaten Aceh Tamiang, ketika 600 unit hunian sementara atau huntara resmi diserahkan kepada warga terdampak banjir pada Kamis petang. Program ini menjadi bagian dari komitmen negara untuk memastikan korban bencana dapat segera kembali menata kehidupan dengan tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi.

Serah terima huntara tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya bersama Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, kepada Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. 

Kehadiran hunian sementara ini diharapkan menjadi titik awal pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang selama lebih dari sebulan harus bertahan di tenda pengungsian sejak banjir melanda pada akhir November 2025.

Arahan Presiden Jadi Dasar Percepatan Pembangunan

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan bahwa pembangunan huntara ini merupakan wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan bencana. 

Pemerintah diminta untuk tidak menunda pemulihan, melainkan bergerak cepat dan melibatkan seluruh unsur yang ada. Prinsip tersebut diterjemahkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Danantara, serta BUMN Karya.

“Arahan Bapak Presiden ada dua. Pertama, bergerak cepat. Kedua, bergerak semua. Inilah wujudnya saat ini, dalam waktu sekitar dua minggu, BUMN Karya berkolaborasi dan bersinergi bersama Pemerintah Daerah untuk mewujudkan hunian sementara,” kata Bima Arya usai prosesi serah terima. Menurutnya, penyediaan hunian layak menjadi prioritas utama selain pemulihan akses dan infrastruktur dasar.

Tahap Awal Program Huntara Skala Besar

Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa 600 unit huntara di Aceh Tamiang merupakan tahap pertama dari program besar pembangunan hunian sementara bagi korban bencana di Sumatra. Seluruh unit tersebut berhasil diselesaikan dalam kurun waktu sekitar dua minggu dan langsung diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dimanfaatkan masyarakat.

“Ini yang pertama, ada 600 unit. Nanti tanggal 15-16 [Januari baru akan mulai peninjauan lokasi huntara] di Pidie Jaya,” ujar Rohan. Ia menambahkan, Danantara bersama BUMN Karya menargetkan pembangunan sekitar 15.000 unit huntara di berbagai wilayah terdampak bencana sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan dukungan terhadap pemulihan nasional.

Lokasi Strategis dan Fasilitas Penunjang Lengkap

Huntara bagi warga Aceh Tamiang didirikan di Kecamatan Karang Baru, tepatnya di Desa Kebun Tanjung Seumantoh, yang berada di pinggir jalan lintas Banda Aceh–Medan. Lokasi ini dipilih agar mudah diakses, dekat dengan jalur utama, serta memudahkan mobilitas warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan.

Dari pantauan di lapangan, huntara dibangun dalam bentuk deretan kamar dengan ukuran masing-masing sekitar 20 meter persegi. Setiap unit dilengkapi dua set tempat tidur, lemari pakaian, serta kipas angin. Untuk fasilitas bersama, disediakan kamar mandi, dapur, dan musala di area terpisah dengan rasio satu kamar mandi untuk lima unit huntara, sehingga kebutuhan dasar penghuni tetap terpenuhi.

Lingkungan Hunian Dirancang Ramah Penghuni

Tidak hanya fokus pada bangunan fisik, desain kawasan huntara juga memperhatikan aspek kenyamanan dan sosial. Area hunian dilengkapi taman bermain anak, bangku-bangku di setiap gang untuk tempat warga bercengkerama, serta pusat layanan kesehatan. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi beban psikologis korban bencana dan membantu mereka kembali membangun kebersamaan.

Rohan Hafas menambahkan bahwa selama menempati huntara, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan dasar secara gratis. “Selama menempati huntara, masyarakat juga bisa mengakses listrik, gas, dan wifi secara gratis,” ujarnya. Fasilitas ini menjadi nilai tambah yang mendukung aktivitas harian, pendidikan anak, hingga komunikasi warga dengan keluarga dan kerabat.

Apresiasi Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat serta Danantara atas percepatan pembangunan huntara tersebut. Ia mengungkapkan bahwa warganya telah lebih dari sebulan tinggal di tenda pengungsian sejak banjir besar menerjang pada 27 November 2025, sehingga kehadiran huntara sangat berarti.

“Saya sangat apresiasi dan sangat berterima kasih kepada Danantara yang telah membangun huntara ini. Dalam 2 minggu, bisa selesai 600 unit rumah. Tentu ini akan sangat membantu masyarakat,” ujar Armia. Ia berharap keberadaan huntara dapat menjadi jembatan menuju pemulihan permanen bagi warga terdampak.

Komitmen Mutu dan Rencana Lanjutan Pembangunan

Direktur Operasional II PT Hutama Karya, Gunadi, menekankan bahwa pembangunan huntara pascabencana tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga kualitas dan fungsi. Menurutnya, hunian sementara harus tetap memenuhi standar keamanan dan kenyamanan karena akan ditempati oleh keluarga dalam masa yang tidak singkat.

“Kami bersama-sama membangun hunian ini bukan sekadar unit, tetapi rumah yang aman dan layak untuk dihuni,” terang Gunadi dalam siaran pers. Selain di Aceh Tamiang, Hutama Karya juga merencanakan pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Timur, yakni di Kecamatan Simpang Ulim seluas 960 meter persegi dan Kecamatan Julok seluas 495 meter persegi dengan total sekitar 45 unit hunian.

Melalui sinergi lintas lembaga dan percepatan pembangunan huntara, pemerintah berharap pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan masyarakat terdampak kembali menjalani kehidupan dengan lebih bermartabat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index