Danantara

BP Danantara Dorong Program Hilirisasi Peternakan Guna Jaga Stabilitas Harga Pangan Nasional

BP Danantara Dorong Program Hilirisasi Peternakan Guna Jaga Stabilitas Harga Pangan Nasional
BP Danantara Dorong Program Hilirisasi Peternakan Guna Jaga Stabilitas Harga Pangan Nasional

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) mulai mengambil langkah konkret dalam memperkuat struktur ekonomi di sektor pangan.

Fokus utama lembaga ini kini menyasar pada percepatan program hilirisasi di sektor peternakan sebagai instrumen kunci untuk menstabilkan harga daging dan produk turunan lainnya di pasar domestik. Langkah strategis ini diharapkan mampu memutus rantai ketergantungan terhadap fluktuasi harga global sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para peternak lokal di berbagai wilayah Indonesia.

Upaya hilirisasi ini dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan klasik di sektor pangan, yakni ketimpangan antara ketersediaan stok dengan permintaan pasar. Dengan memperkuat infrastruktur pengolahan di dalam negeri, Danantara optimis Indonesia dapat memiliki ketahanan pangan yang lebih mandiri dan tangguh terhadap gejolak ekonomi.

Urgensi Hilirisasi Sektor Peternakan Sebagai Pilar Ketahanan Pangan

Pemerintah melalui BP Danantara memandang bahwa sektor peternakan selama ini masih menghadapi kendala pada sisi pasca-panen dan distribusi. Hilirisasi peternakan tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi mencakup pembangunan fasilitas pengolahan daging, penyimpanan dingin (cold storage), hingga pabrik pengolahan susu dan pakan ternak. Integrasi dari hulu ke hilir ini bertujuan untuk memastikan setiap hasil produksi dapat terserap maksimal oleh pasar dengan kualitas yang terjaga.

Program ini juga dirancang untuk menekan biaya logistik yang selama ini menjadi penyebab utama tingginya harga daging di tingkat konsumen. Dengan mendekatkan fasilitas pengolahan ke sentra-sentra peternakan, efisiensi operasional dapat ditingkatkan, sehingga harga produk pangan di meja makan masyarakat menjadi lebih terjangkau namun tetap menguntungkan bagi produsen di tingkat bawah.

Strategi Danantara Dalam Menggandeng Investor Dan Pelaku Usaha

Sebagai badan pengelola investasi, BP Danantara memiliki peran sentral dalam menjembatani kebutuhan modal dengan potensi di lapangan. Danantara aktif mendorong skema kemitraan antara perusahaan besar, investor, dan koperasi peternak rakyat. Pola kemitraan ini bertujuan untuk mentransfer teknologi dan standar manajemen modern kepada peternak lokal agar produk yang dihasilkan memenuhi standar industri dan ekspor.

"Hilirisasi peternakan adalah kunci bagi kita untuk tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama yang mampu mengendalikan harga melalui ketersediaan stok yang stabil," demikian narasi utama yang diusung dalam visi besar Danantara. Lembaga ini berkomitmen untuk memberikan kemudahan akses pendanaan bagi proyek-proyek yang memiliki dampak sosial-ekonomi tinggi, terutama yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di daerah pedesaan.

Dampak Hilirisasi Terhadap Pengendalian Inflasi Dan Stabilitas Harga

Salah satu target utama dari kebijakan ini adalah pengendalian inflasi pangan. Produk peternakan, seperti daging sapi dan ayam, seringkali menjadi penyumbang inflasi yang signifikan karena harganya yang fluktuatif. Dengan adanya hilirisasi dan sistem penyimpanan yang mumpuni, pemerintah melalui instrumen investasi Danantara dapat melakukan intervensi pasar secara lebih terukur jika terjadi anomali harga.

Selain menjaga harga di tingkat konsumen, hilirisasi juga memberikan jaminan harga beli yang adil bagi para peternak. Adanya industri pengolahan yang siap menyerap hasil ternak dalam berbagai kondisi pasar membuat peternak memiliki kepastian usaha. Hal ini secara otomatis akan mendorong minat generasi muda untuk kembali terjun ke sektor agrobisnis, sehingga regenerasi peternak di Indonesia dapat berjalan dengan lebih baik.

Optimisme Indonesia Menjadi Pusat Industri Produk Ternak Regional

Melihat potensi besar lahan dan jumlah populasi ternak di Indonesia, BP Danantara yakin bahwa hilirisasi ini akan membawa Indonesia menjadi pusat industri produk ternak di kawasan regional. Fokus pada peningkatan standar kualitas dan sertifikasi internasional menjadi langkah berikutnya setelah stabilitas harga dalam negeri tercapai. Hal ini diharapkan dapat membuka keran ekspor produk olahan ternak ke negara-negara tetangga.

BP Danantara menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat guna memastikan kebijakan ini berjalan lurus dengan visi swasembada pangan. Dengan dukungan investasi yang tepat sasaran dan infrastruktur pengolahan yang modern, sektor peternakan Indonesia siap bertransformasi dari sektor tradisional menjadi sektor industri yang kompetitif, berdaulat, dan mampu menjadi pilar stabilitas ekonomi nasional di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index